Bangun Folder, Pemkot Bekasi Klaim Lokasi Banjir Berkurang
Rabu, 24 Januari 2018 - 23:07 WIB
Bangun Folder, Pemkot Bekasi Klaim Lokasi Banjir Berkurang
A
A
A
BEKASI - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menyebutkan sebagian wilayahnya saat ini sudah mulai bebas dari banjir. Sebab, pemerintah sudah meminimalisir 49 titik banjir di wilayahnya dalam waktu 5 tahun. Saat ini, kolam retensi (foder) sudah dibangun dititik banjir tersebut.
”Banjir di Bekasi sudah mulai berkurang, namun setidaknya genangan banjir dibeberapa lokasi titik banjir dan tidak sampai masuk ke permukiman warga,” ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Tri Adhianto kepada Koran SINDO, Rabu (24/1/2018).
Menurutnya, karakter Kota Bekasi adalah dataran rendah. Adapun elevasi atau tingkat kemiringan topografi Kota Bekasi ke laut hanya sekitar 2 derajat atau 27 meter. Bahkan, asal mula Kota Patriot tersebut adalah rawa. Namun, seiring perkembangan zaman rawa-rawa tempat parkir air tersebut berubah jadi pemukiman.
Untuk itu, kata dia, pembuatan kolam retensi adalah upaya mengganti tempat parkir air alami yang kini telah hilang. ”Wajar kalau Kota Bekasi dulunya banyak rawa, karena rawa itu adalah tampungan air, nah sekarang air mencari rumahnya sehingga kami buatkan kolam retensi atau folder,” katanya.
Saat ini, ada sekitar 9 folder yang telah dibangun di Kota Bekasi. Di antaranya adalah Folder Aren Jaya, Folder Danita, Folder Pengasinan, Folder Galaxy, Folder Folder Kali Mati, Folder Rawa Pasung, Folder IKIP, Folder Bendung Koja, Folder Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML), Folder Villa Indah Permai (VIP).
Kabid Perencanaan Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bekasi, Dicky Irawan menambahkan, anggaran penanggulangan banjir tahun ini tetap melanjutkan pembangunan folder air di beberapa titik. Misalnya fokder IKIP sebesar Rp15 miliar dan Aren Jaya Rp15 miliar.
”Memang pembangunannya dilakukan secara bertahap, tahun ini masih dilanjutkan,” katanya. Menurutnya, anggaran untuk penanggulangan banjir ditahun ini memang masih menjadi prioritas walaupun banjir yang menerjang permukiman warga tidak begitu parah beberapa tahun terakhir.
”Banjir di Bekasi sudah mulai berkurang, namun setidaknya genangan banjir dibeberapa lokasi titik banjir dan tidak sampai masuk ke permukiman warga,” ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Tri Adhianto kepada Koran SINDO, Rabu (24/1/2018).
Menurutnya, karakter Kota Bekasi adalah dataran rendah. Adapun elevasi atau tingkat kemiringan topografi Kota Bekasi ke laut hanya sekitar 2 derajat atau 27 meter. Bahkan, asal mula Kota Patriot tersebut adalah rawa. Namun, seiring perkembangan zaman rawa-rawa tempat parkir air tersebut berubah jadi pemukiman.
Untuk itu, kata dia, pembuatan kolam retensi adalah upaya mengganti tempat parkir air alami yang kini telah hilang. ”Wajar kalau Kota Bekasi dulunya banyak rawa, karena rawa itu adalah tampungan air, nah sekarang air mencari rumahnya sehingga kami buatkan kolam retensi atau folder,” katanya.
Saat ini, ada sekitar 9 folder yang telah dibangun di Kota Bekasi. Di antaranya adalah Folder Aren Jaya, Folder Danita, Folder Pengasinan, Folder Galaxy, Folder Folder Kali Mati, Folder Rawa Pasung, Folder IKIP, Folder Bendung Koja, Folder Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML), Folder Villa Indah Permai (VIP).
Kabid Perencanaan Dinas Bina Marga dan SDA Kota Bekasi, Dicky Irawan menambahkan, anggaran penanggulangan banjir tahun ini tetap melanjutkan pembangunan folder air di beberapa titik. Misalnya fokder IKIP sebesar Rp15 miliar dan Aren Jaya Rp15 miliar.
”Memang pembangunannya dilakukan secara bertahap, tahun ini masih dilanjutkan,” katanya. Menurutnya, anggaran untuk penanggulangan banjir ditahun ini memang masih menjadi prioritas walaupun banjir yang menerjang permukiman warga tidak begitu parah beberapa tahun terakhir.
(ysw)