Ratusan Mahasiswa UMK Demo Desak Dekan FT Mundur

Selasa, 23 Januari 2018 - 11:30 WIB
Ratusan Mahasiswa UMK...
Ratusan Mahasiswa UMK Demo Desak Dekan FT Mundur
A A A
KENDARI - Ratusan Mahasiswa tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Teknik (KBM-F), Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar aksi solidaritas 123, Selasa (23/01/2018) pagi.

Mereka menunut Dekan Fakultas Teknik (FT) UMK, Mochammad Assiddieq segera mundur dari jabatannya. Aksi yang diawali dengan longmarch dari kawasan eks MTQ Kendari, menuju Kampus UMK ini berlangsung tertib.

Mahasiswa menuding Assiddieq telah melakukan kekerasan (menendang) dua orang mahasiswa Fakultas Teknik UMK pada dua tempat berbeda. Dekan FT UMK diduga menggelapkan uang operasional perjalanan mata kuliah Studi Kerja Lapangan (SKL), S1 Teknik Arsitektur kurang lebih Rp16 juta.

Dalam pernyataan sikap, KBM-FT-UMK, menyayangkan pertemuan pada Kamis 11 Januari 2018, pihak rektorat UMK, dinilai mengulur waktu, agar dosen yang menghadiri pertemuan bukan saja dari Program Studi S1 Aristektur, tapi seluruh dosen di UMK. Pertemuan kembali digelar pada Senin 15 Januari 2018.

Saat itu pertemuan digelar pukul 13.00 Wita, dihadiri pengajar tetap, pengajar tidak tetap, bersama petinggi UMK di ruang senat, hingga pukul 17.00 Wita.

Menurut Koordinasi Lapangan (Korlap) aksi solidaritas 123, Pangga Rahmat, enam poin perkara yang disuarakan 8 pengajar, dua di antaranya sama dengan perkara yang disuarakan mahasiswa.

Enam point itu adalah, pertama, tindakan penendangan mahasiswa yang dilakukan Dekan FT UMK. Kedua, mengajukan mosi tidak percaya kepada Moch Assiddieq, karena dinilai tidak mampu menjalankan tugas sebagai Dekan FT UMK baik akademis dan non akademis. Ketiga, selama menjambat Dekan FT UMK, Moc Assiddieq, kerap mengambil keputusan tidak transparan, akuntable, dan demokrasi terhadap tata kelola program studi FT.

Keempat, selama menjambat dekan FT UMK dinilai telah mempermalukan tenaga kependidikan dengan tidak sopan. Kelima, mengecam keras Moc Assiddieq, karena diduga menggunakan dana SKL untuk kepentingan pribadi. Keenam, tidak melakukan usaha-usaha menjernihkan masalah dan membiarkan berlarut-larut.

"Salah seorang dari dosen pengajar kami mengemukakan dari enam butir tersebut telah diakui dekan FT-UMK. Namun disayangkan entah apa yang menjadi motif seorang petinggi UMK, mempertahankan Moch Assiddieq sebagai Dekan FT-UMK, kendati kehilangan 8 pengajar," beber Pangga Rahmat.
(rhs)
Berita Terkait
Dualisme 2 Rektor dan...
Dualisme 2 Rektor dan Ijazah Terancam Ilegal, Mahasiswa UCY Demonstrasi Bakar Ban
Mahasiswa Sejumlah Perguruan...
Mahasiswa Sejumlah Perguruan Tinggi Mulai Berdatangan, Jalan Pemuda Dijadikan Titik Kumpul
Berikan Kesempatan Mahasiswa...
Berikan Kesempatan Mahasiswa Bekerja di Luar Negeri, USNI Gandeng YOU-I Japan
Mahfud MD Minta Demo...
Mahfud MD Minta Demo 11 April Tanpa Kekerasan dan Peluru Tajam
Banyak Kericuhan, BEM...
Banyak Kericuhan, BEM SI Batalkan Rencana Aksi Demonstrasi Hari Ini
Demonstrasi Berujung...
Demonstrasi Berujung Anarkis Tak Efektif Sampaikan Tuntutan 
Berita Terkini
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
23 menit yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
8 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
8 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
9 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
10 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
11 jam yang lalu
Infografis
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved