Masyarakat Tangsel Kirim Bantuan untuk Korban Gizi Buruk di Papua

Senin, 22 Januari 2018 - 03:24 WIB
Masyarakat Tangsel Kirim...
Masyarakat Tangsel Kirim Bantuan untuk Korban Gizi Buruk di Papua
A A A
Sejumlah bantuan kemanusiaan berupa makanan, nutrisi anak serta kebutuhan lainnya terus mengalir dari berbagai wilayah di tanah air untuk dikirim ke Kabupaten Asmat, Papua.

Termasuk salah satunya adalah bantuan yang digalang oleh organisasi non pemerintah, Lions Club Tangerang Selatan (Tangsel). Paket bantuan diangkut menggunakan pesawat Hercules milik TNI, di Bandara Halim Perdana Kusuma.

Tim relawan berikut sejumlah wartawan yang bergabung dalam penerbangan itu, tiba di Timika, Papua, pada Sabtu 20 Januari 2018 sore. Rencananya, bantuan akan diserahkan langsung kepada korban gizi buruk di distrik-distrik yang berada dalam wilayah Kabupaten Asmat.

"Bantuan kemanusiaan dihimpun dari partisipasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap sesama anak bangsa, dan Alhamdulillah pihak TNI siap membawa bantuan kemanusiaan menggunakan pesawat Hercules untuk pendistribusian bantuan ini," kata Nita Siregar, Presiden Lion Club Tangerang Selatan, Minggu 21 Januari 2018.

Bantuan itu akan diprioritaskan untuk anak-anak dan keluarga yang menderita penyakit campak maupun gizi buruk di Kabupaten Asmat. Sedangkan, tim relawan akan bergabung dengan relawan lain yang sudah lebih dulu berada di Papua. (Baca: 67 Anak Meninggal dan 600 Terpapar Campak dan Gizi Buruk di Asmat )

"Ini bukan yang terakhir, tetapi awal bantuan yang kita kirimkan. Insya Allah akan ada bantuan susulan. Saat ini tim kita terus bergerak untuk mengumpulkan bantuan kemanusiaan bagi warga dan saudara kita di Kabupaten Asmat." imbuhnya.

Berdasarkan data Kementerian Sosial sejak September 2017, hingga kini RSUD Kabupaten Asmat merawat ratusan pasien campak. Sebanyak 393 orang menjalani rawat jalan, dan 175 lainnya rawat inap. Sedangkan situasi Kejadian Luar Biasa (KLB) terjadi di enam distrik di Kabupaten Asmat. Salah satunya adalah Distrik Agats, yang merupakan Ibukota Kabupaten Asmat.

Diduga, wabah campak dan gizi buruk yang melanda Asmat disebabkan faktor rendahnya kepedulian terhadap kesehatan individu. Sehingga selain pemberian bantuan pangan dan medis, penanganan wabah gizi buruk dan campak harus juga disertai edukasi intensif kepada warga agar lebih peduli pada kesehatan.
(mhd)
Berita Terkait
Derita Gizi Buruk Sejak...
Derita Gizi Buruk Sejak Umur 5 Bulan, BB Iqbal Kini Hanya 12 Kg di Umur 19 Tahun
GenIUS Expo 2025 Bahas...
GenIUS Expo 2025 Bahas Kearifan Lokal hingga Gizi Buruk
Sempat Menolak Anaknya...
Sempat Menolak Anaknya Dirawat di RS, Kini Balita Penderita Gizi Buruk Asal Pidie Jaya Mulai Ditangani di RSUDZA
Edukasi Hidup Sehat...
Edukasi Hidup Sehat di Jateng Jadi Kunci Cegah Stunting
Wabah Gizi Buruk Ancam...
Wabah Gizi Buruk Ancam Anak-anak Yaman
PBB: 400.000 Anak Balita...
PBB: 400.000 Anak Balita Yaman Bisa Meninggal Kelaparan Tahun Ini
Berita Terkini
Suami Istri Pemilik...
Suami Istri Pemilik Hanania Travel Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan Jemaah Umrah
2 jam yang lalu
Wali Kota Semarang:...
Wali Kota Semarang: Butuh Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Korupsi
2 jam yang lalu
Kasus Debt Collector...
Kasus Debt Collector dan Nasabah Digerebek di Purworejo Berakhir Damai
3 jam yang lalu
Tidar Jakarta Barat...
Tidar Jakarta Barat Yakin Sudaryono Mampu Perkuat Tata Kelola Program MBG
4 jam yang lalu
Ketua HMI Merauke: PSN...
Ketua HMI Merauke: PSN Harus Tingkatkan Pendidikan dan Kesejahteraan Orang Asli Papua
4 jam yang lalu
Polisi Sudah Periksa...
Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Dugaan Penghinaan Profesi Wartawan oleh Hotman Paris
4 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved