Penularan AIDS di Tangsel Memprihatinkan, LGBT Paling Banyak Terjangkit

Minggu, 21 Januari 2018 - 20:29 WIB
Penularan AIDS di Tangsel...
Penularan AIDS di Tangsel Memprihatinkan, LGBT Paling Banyak Terjangkit
A A A
TANGERANG SELATAN - Penyebaran penyakit seksual Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tergolong memprihatinkan. Data terbaru menyebutkan, total penderita AIDS di Tangsel mencapai 2.487 orang. Dari angka itu sebanyak 1.597 pasien berasal dari pasangan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).

Data tersebut berdasarkan estimasi dan proyeksi AIDS/HIV di Indonesia sejak 2011-2016. Dimana angka itu merujuk pada publikasi survei oleh Departemen Kesehatan (Depkes) pada 2012 yang menyebut bahwa Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) di Provinsi Banten mencapai 13.898 orang.

Salah satu aliansi organisasi anti LGBT, Aliansi Cinta Keluarga (Aila), memaparkan, jumlah 13.898 orang itu terdiri atas beberapa kategori penularan. Namun terbanyak diakibatkan hubungan lelaki seks dengan lelaki (LSL) yang estimasi ODHA-nya mencapai 5.196 orang.

"Banten jumlahnya sebanyak itu dan itu tahun 2012 loh, survei enam tahun lalu. Karena sebenarnya survei kependudukan kita juga per lima tahunan. Terakhir yang survei tahun 2017, tapi belum selesai," ujar Ketua Aila, Rita Soebagio, Minggu (21/1/2018).

Dari estimasi 5.196 ODHA akibat seks sesama jenis LSL (gay) di Provinsi Banten, yang paling besar jumlahnya berada di Kota Tangsel yakni 1.597 orang. Lalu menyusul Kota Tangerang sebanyak 1.006 orang, Serang 536 orang, Lebak 458 orang, Pandeglang 444 orang, Kota Serang 435 orang, Kota Cilegon 424 orang, dan Kabupaten Tangerang 296 orang.

"Lembaga-lembaga dunia, baik UNDP atau WHO, menyatakan bahwa LGBT di Indonesia ada 3% dari populasi, jadi sekitar 7,5 juta orang. Tapi sekali lagi, ini hanya estimasi. Organisasi LGBT di Asia menyebut organisasinya di Indonesia ada 119 organisasi LGBT," imbuhnya.

Menanggapi angka ini, Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, Pemkot Tangsek sejak lama telah mendukung segala upaya dari masyarakat untuk menolak keberadaan LGBT.

Langkah penolakan akan dibarengi dengan sosialisasi untuk mengajak para pelaku LGBT meninggalkan perilaku seks menyimpang itu. Salah satu caranya adalah melalui aksi besar-besaran pada Februari mendatang di Lapangan Sun Burst, BSD. Aksi ini akan melibatkan sekitar 130 organisasi.

"Basisnya untuk mencegah itu adalah dengan membentuk ketahanan keluarga, komunikasi keluarga secara langsung. Sementara ini sikap bersama dulu, bagaimana masyarakat satu suara menolak ini, nanti ke depannya kalau diperlukan tidak mustahil kita terbitkan regulasi sesuai dengan aturan yang ada," tandasnya.
(thm)
Berita Terkait
Potret Aksi Dukung Pemkot...
Potret Aksi Dukung Pemkot Palembang Tolak LGBT
MUI Larang Masyarakat...
MUI Larang Masyarakat Promosikan LGBT di Semua Media
Cegah Berkembang di...
Cegah Berkembang di Garut, Perbup Anti LGBT Diterbitkan Pemkab
Aksi Warga Bogor Tolak...
Aksi Warga Bogor Tolak LGBT
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Siapa Transgender Pertama...
Siapa Transgender Pertama di Dunia? Ini Sosoknya
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
2 jam yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
3 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
4 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
4 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
4 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved