Museum Bahari, Gudang Rempah VOC dan Jejak Maritim Nusantara

Selasa, 16 Januari 2018 - 12:01 WIB
Museum Bahari, Gudang...
Museum Bahari, Gudang Rempah VOC dan Jejak Maritim Nusantara
A A A
JAKARTA - Kebakaran hebat yang melanda Museum Bahari di Jalan Pasar Ikan Jakarta Utara dipastikan membakar sejumlah koleksi museum yang berharga. Sejauh ini, petugas pemadam kebakaran masih berupaya memadamkan api di gedung museum peninggalan VOC itu.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari Wikipedia, Museum Bahari yang terletak di samping Pasar Ikan itu berisi koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan nelayan dari Sabang sampai Merauke. (Baca: Museum Bahari Diamuk si Jago Merah, 20 Damkar Dikerahkan )

Koleksi-koleksi yang disimpan terdiri atas berbagai jenis perahu tradisional dengan aneka bentuk, gaya dan ragam hias, hingga kapal zaman VOC.

Selain itu ada pula berbagai model dan miniatur kapal modern dan perlengkapan penunjang kegiatan pelayaran. Juga peralatan yang digunakan oleh pelaut pada masa lalu seperti alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan meriam. (Baca juga: Penampakan Noni Belanda dan Kuntilanak Kembar di Gudang Timur )

Museum Bahari juga menampilkan koleksi biota laut, data-data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia dan aneka perlengkapan serta cerita dan lagu tradisional masyarakat nelayan Nusantara.

Museum ini juga menampilkan matra TNI AL, koleksi kartografi, maket Pulau Onrust, tokoh-tokoh maritim Nusantara serta perjalanan kapal KPM Batavia - Amsterdam.

Sebelum dijadikan museum, dulunya gedung tersebut merupakan gudang rempah-rempah yang dibangun VOC secara bertahap mulai tahun 1652-1771. Dulunya, gudang tersebut untuk menyimpan hasil bumi nusantara seperti rempah, kopi, teh, tembaga, timah, dan tekstil sebelum dikirim ke Belanda.

Pada sisi timur disebut Oostzijdsche Pakhuizen atau Gudang Timur. Gudang barat terdiri dari 4 unit bangunan, dan 3 unit di antaranya yang sekarang digunakan sebagai Museum Bahari.

Di komplek Museum Bahari juga terdapat menara Syahbandar yang dulunya digunakan sebagai menara pemanatu aktifitas pelabuhan Sunda Kelapa. Kini menara tersebut juga terancam keberadaannya karena mengalami miring beberapa derajat akibat turunnya permukaan tanah di lokasi itu. (Baca juga: Peradaban Jakarta Bermula di Menara Syahbandar )

Menara Syahbandar juga terdapat tugu yang menunjukan titik nol kilometer kota Jakarta. Artinya, dari titik ini sejumlah lokasi Jakarta diukur jauhnya.
(ysw)
Berita Terkait
Mengenal Riwayat Jakarta...
Mengenal Riwayat Jakarta Selatan, Kota Paling Kaya di Wilayah Jakarta
Kebakaran di Kali Anyar...
Kebakaran di Kali Anyar Jakbar, 5 Orang Tewas
Jalan Jatinegara Barat...
Jalan Jatinegara Barat Macet Parah Imbas Kebakaran
Kebakaran di Jatinegara,...
Kebakaran di Jatinegara, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Diduga Korsleting, Rumah...
Diduga Korsleting, Rumah Semi Pemanen di Rorotan Dilahap Si Jago Merah
Kebakaran di Kebayoran...
Kebakaran di Kebayoran Lama, 18 Mobil Damkar Dikerahkan
Berita Terkini
Produk Olahan Singkong...
Produk Olahan Singkong Sleman Terus Dikembangkan
1 jam yang lalu
Perkuat Konektivitas...
Perkuat Konektivitas dan Kesejahteraan Masyarakat Riau, Kapolri Resmikan 80 Jembatan Merah Putih Presisi
3 jam yang lalu
Update Kebakaran TPA...
Update Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang, Titik Api Tersisa 30 Persen
3 jam yang lalu
Telkom Runners Teguhkan...
Telkom Runners Teguhkan Semangat BISA pada Peringatan HUT Ke-61 Telkom Indonesia
3 jam yang lalu
Tragis! Pria Ditemukan...
Tragis! Pria Ditemukan Tewas Akibat Terjepit Lift di Ruko Roxy Mas Jakpus
4 jam yang lalu
Perkuat Basis Elektoral...
Perkuat Basis Elektoral melalui Ketokohan dan Pelayanan Masyarakat di Sulsel, Perindo Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan
4 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved