Bencana Longsor Mengintai, 5 Rumah di Permukiman Padat Penduduk Roboh

Kamis, 11 Januari 2018 - 20:23 WIB
Bencana Longsor Mengintai,...
Bencana Longsor Mengintai, 5 Rumah di Permukiman Padat Penduduk Roboh
A A A
MALANG - Bencana tanah longsor kembali menerjang permukiman padat penduduk di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, di wilayah Kelurahan Kota Lama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jawa Timur. Lima rumah hancur, akibat tanahnya tergerus arus sungai Brantas pada Rabu 10 Januari 2018.

Lima rumah yang mengalami kerusakan tersebut, berada di wilayah RT 12, dan RT 13, RW 6, Kelurahan Kota Lama. Ketua RW 6, M. Tamin mengatakan, bencana longsor yang menimpa rumah warganya tersebut, terjadi pada sore hari sekitar pukul 16.30 WIB.

Saat kejadian, kondisi kawasan tersebut sedang diguyur hujan deras. Arus Sungai Brantas, yang melintas di belakang permukiman padat penduduk ini, mengalami peningkatan. “Banjirnya tidak terlalu besar, tetapi lebar sungai mengalami penyempitan akibat adanya talud di seberang sungai longsor,” ujarnya.

Talud milik perumahan Maharaja Gallery, sudah tiga kali mengalami longsor. Akibatnya, sebagian besar materialnya masuk ke aliran sungai dan mempersempit lebar sungai. Pada Rabu 10 Januari 2018 sore, talud tersebut kembali mengalami longsor, sehingga menutup aliran sungai.

Melihat arus sungai yang deras dan tertutup oleh material longsoran talud, warga yang tinggal di seberang perumahan, langsung mengungsi. “Kami langsung mengungsikan warga, dan menyelamatkan perabot rumah tangga. Tidak beberapa lama, lima rumah langsung longsor terbawa arus sungai,” ujar Tamin.

Selain lima rumah yang sudah hilang terbawa banjir. Saat ini dia mendata ada belasan rumah warganya yang kondisinya rawan longsor. Selain bangunannya sudah retak-retak, juga kondisi tanahnya labil. Warga yang rumahnya rawan longsor, memilih mengungsi ke rumah keluarganya yang relatif aman. Sebagian lagi memilih tinggal di teras rumah, yang dinilai lebih aman. Seluruh isi rumah telah dikosongkan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, J. Hartono mengatakan, sudah menurunkan tim reaksi cepat (TRC) untuk melakukan identifikasi dan penanganan awal. “Talud yang longsor mencapai sepanjang 50 meter, dengan ketinggian 12 meter. Sebagian materialnya, masuk ke dalam sungai,” ungkapnya.

Sejak Kamis (11/1/2018) pagi, tim dari BPBD Kota Malang, juga melakukan upaya pembersihan material longsor yang masuk ke dalam sungai. Tujuannya, aliran sungai tidak tersumbat lagi. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada, utamanya saat terjadi hujan deras, dan arus sungai mulai mengalami peningkatan.
(wib)
Berita Terkait
Banjir dan Tanah Longsor...
Banjir dan Tanah Longsor Terjang Kota Bogor
Tim Gabungan Berjibaku...
Tim Gabungan Berjibaku Evakuasi Korban Banjir dan Longsor di Jeneponto
Sukaraja Bogor Diterjang...
Sukaraja Bogor Diterjang Banjir dan Longsor, 4 Orang Luka-luka
Pekerja Asing Jadi Korban...
Pekerja Asing Jadi Korban Banjir dan Tanah Longsor di Nepal
Ratusan Rumah di Jember...
Ratusan Rumah di Jember Terendam Banjir, Warga Mengungsi ke Balai Desa
Korban Banjir dan Tanah...
Korban Banjir dan Tanah Longsor di India Meningkat Tajam
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
5 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
5 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
7 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
7 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
9 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
9 jam yang lalu
Infografis
Megawati Hangestri Gabung...
Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea Selatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved