DKI Targetkan 2020 Pengguna OK Otrip Capai 2 Juta Orang
Sabtu, 06 Januari 2018 - 08:04 WIB
DKI Targetkan 2020 Pengguna OK Otrip Capai 2 Juta Orang
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta menargetkan dua tahun ke depan pengguna kartu OK Otrip mencapai 1-2 juta orang. Target ini diyakini dapat terealisasi jika seluruh pelosok di Ibu Kota sudah dapat terlayani OK Otrip.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, kartu OK Otrip pada prinsipnya tidak akan membebani pengguna angkutan umum yang sudah memiliki kartu berbayar elektronik. Kartu OK Otrip menargetkan masyarakat yang belum memiliki kartu dan ingin menggunakan layanan OK Otrip dari depan rumah hingga tujuan perjalanan.
"Pada 15-22 Januari 2018 mendatang kita akan gratiskan layanan OK Otrip. Tapi, masyarakat harus terlebih dahulu memiliki kartu OK Otrip yang dapat dibeli di halte bus Transjakarta," kata Andri pada wartawan Jumat 5 Januari 2017 kemarin.( Baca: Bertemu Gubernur BI, Anies Baswedan Bahas OK Otrip )
Andri menuturkan, sosialisasi layanan OK Otrip terus dilakukan hingga tingkat RT melalui kelurahan, kecamatan di Jakarta. Nanti pada 15 Januari 2018 mendatang, ada empat trayek yang terintegrasi OK Otrip ke permukiman.
Keempat trayek tersebut merupakan percontohan OK Otrip yakni, Jelambar, Grogol, Jakarta Barat; Warakas, Jakarta Utara; Duren Sawit, Jakarta Timur dan Lebak bulus, Jakarta Selatan.( Baca: OK Otrip Diyakini Jadi Solusi Kemacetan di Jakarta )
Andri mengungkapkan, trayek Ok Otrip akan ditambah sesuai dengan rerouting trayek yang telah dilakukan terhadap bus besar, sedang dan kecil."Kita menargetkan pada 2019-2020 pengguna Ok Otrip mencapai 1-2 juta pelanggan. Kalau semua sudah terlayani Ok Otrip, pelanggan pasti akan bertambah," ucapnya.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah mengatakan, kartu OK Otrip pada prinsipnya tidak akan membebani pengguna angkutan umum yang sudah memiliki kartu berbayar elektronik. Kartu OK Otrip menargetkan masyarakat yang belum memiliki kartu dan ingin menggunakan layanan OK Otrip dari depan rumah hingga tujuan perjalanan.
"Pada 15-22 Januari 2018 mendatang kita akan gratiskan layanan OK Otrip. Tapi, masyarakat harus terlebih dahulu memiliki kartu OK Otrip yang dapat dibeli di halte bus Transjakarta," kata Andri pada wartawan Jumat 5 Januari 2017 kemarin.( Baca: Bertemu Gubernur BI, Anies Baswedan Bahas OK Otrip )
Andri menuturkan, sosialisasi layanan OK Otrip terus dilakukan hingga tingkat RT melalui kelurahan, kecamatan di Jakarta. Nanti pada 15 Januari 2018 mendatang, ada empat trayek yang terintegrasi OK Otrip ke permukiman.
Keempat trayek tersebut merupakan percontohan OK Otrip yakni, Jelambar, Grogol, Jakarta Barat; Warakas, Jakarta Utara; Duren Sawit, Jakarta Timur dan Lebak bulus, Jakarta Selatan.( Baca: OK Otrip Diyakini Jadi Solusi Kemacetan di Jakarta )
Andri mengungkapkan, trayek Ok Otrip akan ditambah sesuai dengan rerouting trayek yang telah dilakukan terhadap bus besar, sedang dan kecil."Kita menargetkan pada 2019-2020 pengguna Ok Otrip mencapai 1-2 juta pelanggan. Kalau semua sudah terlayani Ok Otrip, pelanggan pasti akan bertambah," ucapnya.
(whb)