Berangkat Kerja Naik MRT, Anies Diminta Setiap Hari Gunakan Moda Transportasi
Rabu, 17 Maret 2021 - 14:44 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggunakan MRT atau Ratangga saat berangkat kerja menuju Balai Kota, Rabu (17/3/2021) pagi. Foto/Istimewa/Instagram @aniesbaswedan
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggunakan MRT atau Ratangga saat berangkat kerja menuju Balai Kota, Rabu (17/3/2021) pagi. Anies memastikan semua protokol kesehatan dilaksanakan dan berjalan baik.
"Pagi tadi berangkat kerja naik Ratangga," ungkapkan Anies melalui akun instagram @aniesbaswedan. Salah satu keuntungan naik MRT, kata Anies, bebas macet. (Baca juga; Fraksi Golkar DPRD DKI Dukung Anies Baswedan Jual Saham Bir )
Anies menjelaskan, protokol kesehatan ketat dijalankan sejak memasuki area stasiun. Semua penumpang dicek suhu tubuhnya dan wajib memakai masker dengan benar. Ketika di dalam Ratangga pun dilarang mengobrol maupun berbicara melalui telepon.
Kapasitas Ratangga sebelum memberlakukan protokol kesehatan ketat adalah 144-158 penumpang, duduk dan berdiri, setelah ada penerapan protokol kesehatan ketat kapasitasnya berkurang menjadi hanya 62-67 orang dalam rangkaian.
"Pengurangan jumlah tersebut bertujuan untuk membuat penumpang dapat menjaga jarak satu sama lain saat di kereta," ujarnya. (Baca juga; Berangkat Kerja Naik MRT, Anies Tanya Jajanan Enak di Sekitar Dukuh Atas )
Keuntungan naik Moda Raya Terpadu (MRT), kata Anies adalah bebas macet sehingga punya waktu lebih sebelum dirinya sampai ke Balai Kota.
"Turun di Stasiun Dukuh Atas untuk ngobrol sebentar dengan Pak Dhany Sukma, Wali Kota Jakarta Pusat. Kami sambil inspeksi beberapa fasilitas publik di sekitar Stasiun Dukuh Atas," pungkasnya.
"Pagi tadi berangkat kerja naik Ratangga," ungkapkan Anies melalui akun instagram @aniesbaswedan. Salah satu keuntungan naik MRT, kata Anies, bebas macet. (Baca juga; Fraksi Golkar DPRD DKI Dukung Anies Baswedan Jual Saham Bir )
Anies menjelaskan, protokol kesehatan ketat dijalankan sejak memasuki area stasiun. Semua penumpang dicek suhu tubuhnya dan wajib memakai masker dengan benar. Ketika di dalam Ratangga pun dilarang mengobrol maupun berbicara melalui telepon.
Kapasitas Ratangga sebelum memberlakukan protokol kesehatan ketat adalah 144-158 penumpang, duduk dan berdiri, setelah ada penerapan protokol kesehatan ketat kapasitasnya berkurang menjadi hanya 62-67 orang dalam rangkaian.
"Pengurangan jumlah tersebut bertujuan untuk membuat penumpang dapat menjaga jarak satu sama lain saat di kereta," ujarnya. (Baca juga; Berangkat Kerja Naik MRT, Anies Tanya Jajanan Enak di Sekitar Dukuh Atas )
Keuntungan naik Moda Raya Terpadu (MRT), kata Anies adalah bebas macet sehingga punya waktu lebih sebelum dirinya sampai ke Balai Kota.
"Turun di Stasiun Dukuh Atas untuk ngobrol sebentar dengan Pak Dhany Sukma, Wali Kota Jakarta Pusat. Kami sambil inspeksi beberapa fasilitas publik di sekitar Stasiun Dukuh Atas," pungkasnya.
Lihat Juga :