Kondisi Bocah Penderita Gizi Buruk Akut Mulai Membaik

Senin, 01 Januari 2018 - 16:28 WIB
Kondisi Bocah Penderita...
Kondisi Bocah Penderita Gizi Buruk Akut Mulai Membaik
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Kondisi bocah perempuan, Yani (6) yang mengalami marasmus (gizi buruk) akut mulai membaik setelah dirawat intensif di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng sejak Rabu (27/12/2017). Kini, Yani sudah berhenti diarenya dan sudah mau makan dengan lancar.

“Hari demi hari kondisi Yani mulai membaik, kita terus memantau kondisinya sambil terus menanyakan ke pihak dokter,” ujar seorang Relawan Kobar, Anggun Cicasmi Permata Sari yang secara ikhlas dan sukarela menjaga Yani di ruang anak Lanan, Senin (1/1/2018).

Menurut Anggun, saat masuk rumah sakit kondisi Yani sangat lemah dan terus mengalami diare. Badannya juga sangat kurus. “Tadi sudah bisa saya ajak bercandaan sambil saya suapin makan. Yani malah candaain saya juga, lucu pokoknya,” ujar Anggun.

Banyak warga berempati dan memberikan bantuan berupa uang dan kebutuhan seperti pampers dan makanan. “Semoga bagi yang sudah membantu diberikan rejeki yang melimpah. Yang masuk ke rekening para Relawan Kobar sudah banyak sudah mendekati Rp20 juta,” katanya.

Sebelumnya, bocah perempuan kurus yang ditemukan terlantar di sekitar sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) di Kabupaten Lamandau, Kalteng pada Kamis (28/12/1017) pagi, dinyatakan terkena penyakit Marasmus (gizi buruk) Akut. Hal ini disampaikan Plt Direktur RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Akhmad Faozan.

Yani (6) dirujuk ke RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun dari RSUD Lamandau pada Kamis siang.

“Kita terima bocah Yani dalam kondisi kurus dengan berat badan 7,4 kg yang ideal 20 kg, lemah dan mengalami disentri (mencret) terus. Jadi setiap diberikan makan atau minum pasti langsung keluar. Setelah kita cek hasil laboratorium hasilnya terkena marasmus (gizi buruk) akut karena pola makan yang buruk,” ujar Ahmad Faozan kepada sejumlah wartwan saat konferensi pers di ruang rapat RSUD Sultan Imanuddin, Jumat (29/12/2017).

Saat ini bocah Yani di rumah sakit dijaga oleh ayah tirinya, Antonius (45). Tim dokter rumah sakit masih terus melakukan perawatan insentif untuk memberhentikan difteri (mencret) bocah malang tersebut.

“Baru setelah mencretnya berhenti kita lanjutkan penanganan kasus gizi buruknya. Dokter spesialis anak akan terus memantau kondisi korban,” katanya.

Ia melanjutkan, saat ini biaya Yani ditanggung BPJS Kesehatan yang masih melekat di KTP Kabupaten Lamandau milik sang ibu yang sudah almarhum. “Saat ini bocah Yani masih kita rawat secara khusus di bangsal anak Paviliun Lanan RSUD SI. Sambil menunggu perkembangan lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara itu, ayah tiri korban Antonius mengatakan, putrinya mengalami mencret secara terus menerus selama dua bulan terakhir. Sebelumnya, mereka berdua berada di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) ke rumah anak kandung Antonius yang bekerja di sana.

“Namun karena Yani tak kunjung sehat, saya kembali lagi ke Kabupaten Lamandau numpang di rumah teman. Saat saya bersama Yani jalan kaki di sekitar sekolah MIN, Yani lelah dan pingsan, lalu ditolong orang dan dibawa menuju RSUD Lamandau. Dan sekarang dirujuk ke RSUD SI Pangkalan Bun,” kata Antonius.

Saat ini Antonius hanya bisa pasrah atas kondisi anak tirinya tersebut. Sebab pria asal NTT ini mengaku sudah tidak punya pekerjaan dan tidak punya uang sama sekali. “Ya saya pasrah saja, menunggu bantuan dari para relawan,” ucapnya.
(rhs)
Berita Terkait
Sempat Menolak Anaknya...
Sempat Menolak Anaknya Dirawat di RS, Kini Balita Penderita Gizi Buruk Asal Pidie Jaya Mulai Ditangani di RSUDZA
Pandemi Corona, Kemenkes...
Pandemi Corona, Kemenkes Diminta Terus Pantau Masalah Gizi Buruk pada Anak
Orang Tua Tak Mampu...
Orang Tua Tak Mampu Beli Susu, Balita di Aceh Alami Gizi Buruk
Edukasi soal SKM Penting...
Edukasi soal SKM Penting untuk Berantas Stunting
Tekan Stunting, Kader...
Tekan Stunting, Kader Kesehatan dan Masyarakat di 4 Provinsi Diedukasi Gizi
Derita Gizi Buruk Sejak...
Derita Gizi Buruk Sejak Umur 5 Bulan, BB Iqbal Kini Hanya 12 Kg di Umur 19 Tahun
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
1 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
2 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
2 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
2 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
2 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Kawal...
PASTI INDONESIA Kawal Praperadilan dan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
4 jam yang lalu
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved