DKI Evaluasi Penataan Tanah Abang, Arus Lalu Lintas Bakal Diubah
Selasa, 26 Desember 2017 - 00:07 WIB
DKI Evaluasi Penataan Tanah Abang, Arus Lalu Lintas Bakal Diubah
A
A
A
JAKARTA - Penataan kawasan Tanah Abang terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta demi mengatasi kemacetan dan mengakomodir ekonomi kerakyataan di tempat itu. Selain mengubah jalur di sekitar Jalan Jatibaru, depan Stasiun Tanah Abang, petugas juga bakal mengubah titik rawan macet.
Wakadishub DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengatakan evaluasi pertama terhadap penataan di kawasan itu tengah dirampungkan pihaknya. Termasuk soal kemacetan yang terjadi, Disdik menyebut hal itu wajar, mengingat penataan belum sepekan.
“Secara keseluruhan masih terdapat beberapa titik kemacetan yang pada dasarnya bukan disebabkan oleh penataan kawasan Tanah Abang saja. Kemacetan tersebut memang terjadi juga sebelum dilakukan penataan kawasan,” ucap Sigit ketika dihubungi, Senin (25/12/2017).
Sebelumnya, menata kawasan tanah abang, DKI telah menutup lajur jalan dari arah fly over menuju Jalan KS Tubun pada jalan Jatibaru, tepat di depan pintu Stasiun lama Tanah Abang. Di tempat itu satu lajur digunakan lapak PKL berjualan, sementara lajur satunya untuk TransJakarta explore yang mengeliling kawasan tanah abang.
Sigit melihat masih macetnya Tanah Abang karena masyarakat yang belum terbiasa dan beradaptasi. Hal ini membuat sebagian masyarakat menjadi binggung, kemudian menjadi semerawut lantaran masyarakat yang belum disiplin. (Baca: Kawasan Tanah Abang Ditata Ulang, Anies Siapkan Ratusan Lapak PKL )
Terlebih kondisi Tanah Abang yang begitu sentral menuju akses jalan utama membuat kendaraan bertumpuk. Padahal saat dianalisis, pergerakan melewati Tanah Abang bukan menuju ataupun dari Tanah Abang, melainkan kendaraan lintas.
Mengurangi kepadatan disana, DKI sendiri bakal melakukan sistem buka tutup di jalan Jatibaru yang searah serta memperbaiki jalur menuju Tanah Abang.
“Simpang blok A perlu optimasi lampu lalu lintas, Simpang KS. Tubun 2 - Katamso(Slipi 1) penempatan separator mendapat resistensi warga sehingga sistem searah tidak optimal,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga akan menempatkan pembatas jalan beton di pedestrian di simpang turunan Blok G, sehingga akan terjadi perubahan jalur secara geometri pada lajur KS Tubun - Katamso.
Termasuk soal transjakarta eksplorer yang diketahui juga berubah sesuai dengan jam kedatangan penumpang. Mengingat banyaknya antrian pada bus itu. “Secepatnya akan kita terapkan, mumpung sekarang masih liburan,” ujarnya.
Wakadishub DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko mengatakan evaluasi pertama terhadap penataan di kawasan itu tengah dirampungkan pihaknya. Termasuk soal kemacetan yang terjadi, Disdik menyebut hal itu wajar, mengingat penataan belum sepekan.
“Secara keseluruhan masih terdapat beberapa titik kemacetan yang pada dasarnya bukan disebabkan oleh penataan kawasan Tanah Abang saja. Kemacetan tersebut memang terjadi juga sebelum dilakukan penataan kawasan,” ucap Sigit ketika dihubungi, Senin (25/12/2017).
Sebelumnya, menata kawasan tanah abang, DKI telah menutup lajur jalan dari arah fly over menuju Jalan KS Tubun pada jalan Jatibaru, tepat di depan pintu Stasiun lama Tanah Abang. Di tempat itu satu lajur digunakan lapak PKL berjualan, sementara lajur satunya untuk TransJakarta explore yang mengeliling kawasan tanah abang.
Sigit melihat masih macetnya Tanah Abang karena masyarakat yang belum terbiasa dan beradaptasi. Hal ini membuat sebagian masyarakat menjadi binggung, kemudian menjadi semerawut lantaran masyarakat yang belum disiplin. (Baca: Kawasan Tanah Abang Ditata Ulang, Anies Siapkan Ratusan Lapak PKL )
Terlebih kondisi Tanah Abang yang begitu sentral menuju akses jalan utama membuat kendaraan bertumpuk. Padahal saat dianalisis, pergerakan melewati Tanah Abang bukan menuju ataupun dari Tanah Abang, melainkan kendaraan lintas.
Mengurangi kepadatan disana, DKI sendiri bakal melakukan sistem buka tutup di jalan Jatibaru yang searah serta memperbaiki jalur menuju Tanah Abang.
“Simpang blok A perlu optimasi lampu lalu lintas, Simpang KS. Tubun 2 - Katamso(Slipi 1) penempatan separator mendapat resistensi warga sehingga sistem searah tidak optimal,” ucapnya.
Selain itu, pihaknya juga akan menempatkan pembatas jalan beton di pedestrian di simpang turunan Blok G, sehingga akan terjadi perubahan jalur secara geometri pada lajur KS Tubun - Katamso.
Termasuk soal transjakarta eksplorer yang diketahui juga berubah sesuai dengan jam kedatangan penumpang. Mengingat banyaknya antrian pada bus itu. “Secepatnya akan kita terapkan, mumpung sekarang masih liburan,” ujarnya.
(ysw)