Buruknya Komunikasi Politik Ridwan Kamil Jadi Penyebab Parpol Hengkang

Selasa, 19 Desember 2017 - 16:38 WIB
Buruknya Komunikasi...
Buruknya Komunikasi Politik Ridwan Kamil Jadi Penyebab Parpol Hengkang
A A A
BANDUNG - Pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung Asep Warlan Yusuf menganggap, pencabutan dukungan Partai Golkar terhadap Ridwan Kamil tak lepas dari pola komunikasi Emil yang dinilai bermasalah.

Menurut Asep, kandidat cagub Jabar itu kurang menghargai parpol yang notabene akan menjadi kendaraannya di ajang Pilgub Jabar 2018. Ridwan Kamil juga dianggap terlalu percaya diri dan merasa di atas angin.

Menurut Asep, pola komunikasi Ridwan Kamil yang bermasalah, khususnya dengan parpol pendukung, menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh Ridwan Kamil. Jika hal itu tidak lakukan, Asep yakin, pencabutan dukungan yang telah dilakukan Partai Golkar akan diikuti parpol pendukung lainnya.

"Masalahnya di komunikasi, padahal komunikasi menjadi penting dalam politik. Itu harus dibereskan oleh Ridwan Kamil jika tidak mau ditinggalkan partai pendukungnya," tutur Asep saat dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (19/12/2017).

Sebagai figur yang bukan kader parpol, pria yang akrab disapa Emil itu seharusnya menghargai parpol pengusungnya, salah satunya dengan membuka komunikasi politik sebaik-baiknya.

Apalagi, kata Asep, parpol kini menjadi satu-satunya pintu masuk agar Ridwan Kamil bisa melenggang di Pilgub Jabar 2018 setelah jalur perseorangan tertutup rapat.

Asep juga menyebut, Ridwan Kamil tak perlu merasa terlalu percaya diri dan di atas angin dengan nama besarnya yang kerap muncul di hasil survei atau media sosial.

"Jangan terfokus menang survei atau besar di medsos karena parpol kini menjadi bagian penting sebagai perahu yang akan mengantarkannya ke Pilgub Jabar," tegasnya.

Asep menambahkan, pencabutan dukungan Partai Golkar kepada Ridwan Kamil juga tak bisa dilepaskan dari dampak pergantian kepengurusan Partai Golkar di tingkat pusat.

"Mungkin juga ada lobi baru yang dilakukan Dedi Mulyadi (kandidat cagub Jabar dari Golkar) yang membawa aspirasi kader yang dinilai masuk akal oleh DPP (Partai Golkar)," tandasnya.

Diketahui, lewat surat yang dikeluarkan DPP Partai Golkar, partai berlambang pohon beringin itu mencabut dukungan kepada Ridwan Kamil. Sinyalemen serupa belakangan diikuti PPP dan PKB yang sama-sama mengusung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar.

Selain menuntut kader terbaiknya masing-masing menjadi pendamping Ridwan Kamil, ketiga parpol pengusung Ridwan Kamil tersebut menilai, sosok yang diusungnya itu tak pernah mengajak bicara dalam proses penentuan pasangannya.
(nag)
Berita Terkait
Alasan Anies Baswedan...
Alasan Anies Baswedan Tak Jadi Maju Pilkada Jawa Barat 2024
Dedi Mulyadi Daftar...
Dedi Mulyadi Daftar Pilgub Jabar 27 Agustus Bareng R1, Apakah Erwan Setiawan?
KPU dan Pemprov Jabar...
KPU dan Pemprov Jabar Sepakati Dana Pilgub 2024 Capai Rp1,104 Triliun
Masuk Bursa Pilgub Jabar,...
Masuk Bursa Pilgub Jabar, Cellica Memilih Fokus Bekerja
PDIP Bakal Usung Figur...
PDIP Bakal Usung Figur Kejutan di Pilgub Jabar, Siapa Itu?
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Paslon Cagub Jabar 2024, Ada yang dari SD hingga S3 di Luar Negeri
Berita Terkini
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
1 jam yang lalu
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
7 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
9 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
10 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
11 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
11 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved