Lereng Muria Diproyeksikan Jadi Wisata Edukasi

Sabtu, 16 Desember 2017 - 16:37 WIB
Lereng Muria Diproyeksikan...
Lereng Muria Diproyeksikan Jadi Wisata Edukasi
A A A
JEPARA - Kawasan lereng Pegunungan Muria yang ada di Desa Plajan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah diproyeksikan menjadi wisata edukasi dan sentra agrowisata. Selain untuk penghijauan dan mengantisipasi bencana alam, langkah tersebut juga untuk proses belajar peduli lingkungan dan mendongkrak perekonomian masyarakat melalui aktivitas wisata.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan penanaman 10.500 bibit pohon sengon laut, matoa, manggis dan kelapa kopyor di lahan kosong seluas 10 hektare yang ada di lereng Gunung Muria Desa Plajan. Kegiatan ini merupakan kerjasama dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Akar Seribu dengan Perum Perumnas dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Kepala Balai Pengelolaan Hutan (BPH) II Pati Dinas Kehutanan Provinsi Jateng Misbahul Munir mengapresiasi dukungan dari dunia usaha yang mengalokasikan dana CSR untuk kegiatan bina lingkungan. Kegiatan ini membantu progam Jateng Ijo Royo - Royo yang digencarkan Pemprov Jateng.

"Dukungan dari dua BUMN ini sangat kita apresiasi. Kita sebelumnya sudah melakukan identifikasi berbagai jenis pepohonan di kawasan Akar Seribu ini, jadi pelajar bisa belajar dari itu juga. Kegiatan ini melengkapi itu jadi mempunyai banyak manfaat baik untuk lingkungan maupun masyarakat sekitar," jelas Misbahul Munir, di kawasan Akar Seribu, Desa Plajan, Jepara, Sabtu (16/12/2017).

Kawasan Akar Seribu dalam setahun terakhir ini dikenal ‎dengan wisata alam. Berbagai pepohonan tumbuh di kawasan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal. Terlebih juga ada koleksi baru berupa kebun binatang mini yang dihuni sejumlah satwa liar.

Manager Departemen Unit Khusus PK & BL Perum Perumnas Rini Isrofiyah mengatakan, kegiatan ini bagian dari tanggung jawab sosial bina lingkungan BUMN. Saat ini, pohon yang ditanam diarahkan yang bisa bermanfaat secara ekonomi. Namun ke depan, pihaknya juga bisa mengarahkan untuk pohon-pohon langka sehingga dapat dimaksimalkan untuk edukasi para pelajar.

"Prinsipnya yang penting ada manfaatnya dan progam itu berkelanjutan. Kita bisa sinergi dengan pemerintah daerah, BUMN maupun pihak-pihak lainnya," terang Rini.

Sementara itu, Direktur PNM, Arief Mulyadi mengatakan kondisi lahan lereng Gunung Muria rawan erosi dan longsor jika tak dikelola dengan maksimal. Karena kondisi lahan bergelombang dan berbukit dengan ketinggian lahan antara 300-700 meter dari permukaan laut. Pihaknya berharap pengelolaan hutan dengan pola agroforesty ini bisa meningkatkan keterampilan, kesejahteraan dan membuka lapangan pekerjaan baru.

"Kendala yang dihadapi petani adalah keterbatasan ekonomi untuk pembelian kebutuhan agroforesty seperti pembelian bibit, pupuk dan tenaga kerja. Makanya kita bantu itu," tandasnya.
(rhs)
Berita Terkait
Indahnya Bukit Kubau,...
Indahnya Bukit Kubau, Wisata di Atas Awan Milik Lamandau Kalteng
5 Tempat Wisata Terdingin...
5 Tempat Wisata Terdingin di Jawa Tengah, Sering Muncul Fenomena Embun Es
5 Umbul Eksotis di Klaten...
5 Umbul Eksotis di Klaten yang Wajib Dikunjungi, Nomor 3 Mirip Ubud Bali
Perbaikan Sejumlah Destinasi...
Perbaikan Sejumlah Destinasi Wisata di Kabupaten Semarang Digelontor Rp10 Miliar
Coban Jahe, Keindahan...
Coban Jahe, Keindahan Tersembunyi di Tengah Hutan Malang
Karimunjawa Surga Tersembunyi...
Karimunjawa Surga Tersembunyi di Jawa Tengah yang Keindahannya Bikin Jatuh Cinta
Berita Terkini
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
11 menit yang lalu
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
7 jam yang lalu
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
8 jam yang lalu
300 Siswa-Warga Dapatkan...
300 Siswa-Warga Dapatkan Pemeriksaan Mata dan Kacamata Gratis
8 jam yang lalu
Bongkar Gudang Penyimpanan...
Bongkar Gudang Penyimpanan Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, BPOM Ungkap Modus Operandi dan Peredaran
8 jam yang lalu
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved