Cari Korban Hilang di Laut, Tim SAR Dihadang Paus Tutul

Rabu, 29 November 2017 - 12:37 WIB
Cari Korban Hilang di...
Cari Korban Hilang di Laut, Tim SAR Dihadang Paus Tutul
A A A
KARAWANG - Tim SAR terdiri dari Basarnas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang membatalkan pencarian Moeh Moesa (40), yang hilang di laut sejak Sabtu 25 November 2017 karena dihadang oleh ikan paus macan tutul. Tim SAR yang berjumlah 6 personel ini memutuskan kembali ke darat setelah berada 30 mil di tengah laut dari bibir pantai.

Ikan paus jenis macan tutul ini berada hanya 10 meter dari boat Tim SAR dan terus berputar-putar mengelilingi boat. Akhirnya Tim SAR pergi khawatir membahayakan karena jarak ikan paus yang dekat menimbulkan gelombang yang besar di sekitar boat.

"Kami memutuskan untuk kembali ke darat karena ikan paus itu terus mengikuti, hingga akhirnya kami balik arah kembali ke pantai Sungai Buntu. Suasananya cukup mencekam saat kami melihat ikan paus tersebut karena jaraknya dekat, sekitar 10 meter dan kami merasakan gelombang air menjadi lebih kencang menggucang boat," kata Satgas BPBD Karawang, Kaming, Rabu (29/11/2017).

Menurut Kaming timnya bergerak dari pantai ke laut mulai pukul 7.00 Wib dan menyisir beberapa lokasi untuk mencari korban hilang. Pihaknya memutuskan bergerak ke tengah laut karena saat itu sedang musim angin barat yang bergerak dari timur ke arah tengah lautan.

Namun saat sedang melakukan pencarian tiba-tiba dari kejauhan muncul ikan paus macan tutul ke permukaan. Ikan paus tersebut langsung bergerak mendatangi boat yang ditumpangi Tim SAR hingga berjarak 10 meter.

"Paus itu berukuran besar dan berwarna hitam legam. Sekujur tubuh paus tersebut dipenuhi bintik-bintik putih. Paus itu hanya berputar-putar saja mengelilingi kita tapi tetap saja membuat kita khawatir hingga memutuskan kembali ke pantai," katanya.

Kaming mengatakan, selain gangguan dari ikan paus faktor cuaca yang buruk juga menghambat pencarian korban. Dalam beberapa hari ini cuaca di laut pantai utara cukup ekstrim dan tidak bersahabat membuat gelombang air laut tinggi.

Hal tersebut membuat pencarian selalu tertunda. Tim yang melakukan pencarian sebanyak 28 personel yang terdiri dari BPBD, Basarnas, Kansar Bandung, Polairud, dan, kelompok masyarakat (Pokmas) nelayan setempat.
(wib)
Berita Terkait
Banjir Bandang di Lutra...
Banjir Bandang di Lutra Tewaskan 38 Orang, 10 Orang Masih Hilang
2 Pemuda Hilang Terseret...
2 Pemuda Hilang Terseret Ombak Pantai Muara Dua Lampung
Data Basarnas: 151 Orang...
Data Basarnas: 151 Orang Korban Gempa Cianjur Masih Hilang
Terpeleset saat Foto...
Terpeleset saat Foto Selfie, Pengunjung Dermaga Panton Bagan Asahan Hilang
Nelayan Pencari Udang...
Nelayan Pencari Udang Jatuh dari Pompong di Tengah Gelombang Tinggi Perairan Muara Sungai Pengabuan
Antisipasi Cuaca Ekstrem,...
Antisipasi Cuaca Ekstrem, SAR Tanjungpinang Siagakan Personel
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
2 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
3 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
5 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
7 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
7 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
7 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved