Foto dengan Setnov di Baliho Bisa Rugikan Ridwan Kamil

Senin, 27 November 2017 - 10:41 WIB
Foto dengan Setnov di...
Foto dengan Setnov di Baliho Bisa Rugikan Ridwan Kamil
A A A
BANDUNG - Sejumlah alat sosialisasi yang menampilkan gambar Ridwan Kamil-Setya Novanto (Setnov) belakangan beredar luas pascapenetapan Ketua Umum Partai Golkar itu sebagai tersangka kasus e-KTP oleh KPK.

Pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung Asep Warlan Yusuf menilai, pemasangan alat sosialisasi, mulai poster, spanduk, hingga baliho di sejumlah tempat serta foto yang menyebar luas di medsos itu justru merugikan Ridwan Kamil sendiri.

Bahkan, Asep menganggap, pria yang akrab disapa Emil itu sudah menjadi korban kampanye hitam (black campaign). "Di medsos viral, publik sudah sebal ke Setnov (Setya Novanto)," ungkap Asep melalui sambungan telepon selulernya, Senin (27/11/2017).

Asep meyakinkan, sosialisasi Setnov-Emil akan berdampak buruk terhadap Emil. Asep pun menyebut, upaya penggembosan kini terjadi pada Emil. Pasalnya, masyarakat akan memiliki persepsi buruk kepada Emil yang didukung penuh tersangka kasus korupsi e-KTP. Hal serupa juga akan dialami para kandidat calon pendampinya yang tengah berupaya berlomba untuk mendampingi Emil.

"Kita ambil contoh Pak Uu (Uu Ruzhanul Ulum) yang getol menyosialisasikan dirinya sebagai kandidat pendamping Emil. Dengan isu ini (kampanye hitam), sebaik apa pun nama Uu Ruzhanul Ulum yang diprediksi kuat akan berpasangan dengan Emil, elektabilitasnya bisa tergerus akibat sosialisasi tersebut," paparnya.

"Menurut hemat saya, Emil dan partai koalisi harus peka. Terlepas siapa yang masangnya, ini kontraproduktif maka harus diperbaiki," sambung Asep.

Asep melanjutkan, Emil sebenarnya bisa saja memerintahkan timnya melepas setiap alat peraga kampanye yang memunculkan gambarnya dengan Setnov.

Bahkan, jika tak ada langkah positif dari Golkar untuk menyikapi kasus ini, Emil bersama kandidat calon wakilnya disarankan menjauh dari elit Golkar. "Kalau seperti ini, seterusnya akan ada masalah, meski pun status tersangka Setnov belum berkekuatan hukum," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Alasan Anies Baswedan...
Alasan Anies Baswedan Tak Jadi Maju Pilkada Jawa Barat 2024
Dedi Mulyadi Daftar...
Dedi Mulyadi Daftar Pilgub Jabar 27 Agustus Bareng R1, Apakah Erwan Setiawan?
KPU dan Pemprov Jabar...
KPU dan Pemprov Jabar Sepakati Dana Pilgub 2024 Capai Rp1,104 Triliun
Masuk Bursa Pilgub Jabar,...
Masuk Bursa Pilgub Jabar, Cellica Memilih Fokus Bekerja
PDIP Bakal Usung Figur...
PDIP Bakal Usung Figur Kejutan di Pilgub Jabar, Siapa Itu?
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Paslon Cagub Jabar 2024, Ada yang dari SD hingga S3 di Luar Negeri
Berita Terkini
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
1 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
2 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
3 jam yang lalu
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
3 jam yang lalu
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
4 jam yang lalu
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved