Konsep Penataan Kawasan Tanah Abang Masuk Tahap Final
Sabtu, 25 November 2017 - 06:03 WIB
Konsep Penataan Kawasan Tanah Abang Masuk Tahap Final
A
A
A
JAKARTA - Konsep penataan kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, memasuki tahap final dan segera diumumkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Mikrolet, ojek, dan Transjakarta akan ditempatkan di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) saat ingin menaikkan penumpang.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan, saat bersepeda dari kediamnnya di Jakarta Selatan menuju tempat kerja di Balai Kota Jumat pagi kemarin, ia sempat melewati dan berhenti meninjau kawasan Tanah Abang. Hasilnya, Tanah Abang terlihat lebih rapih, tidak semrawut seperti yang diberitakan oleh salah satu media.
Sandiaga menegaskan, konsep penataan Tanah Abang sudah memasuki tahap final dan akan segera diumumkan oleh Gubernur Anies sebagai bentuk sosialisasi. Sayangnya, Sandi enggan membocorkan konsep penataan Tanah Abang yang dimaksud.
Namun intinya, kata Sandi, penataan akan memuliakan pejalan kaki, memastikan lapangankerja tetap terjaga, semua ternaungi dan melibatkan multi stakeholders, seperti PT KAI, ojek online, ojek pangkalan, dan masyarakat sekitar.
"Untuk sosialisasinya kami ingin melibatkan citizen reporting mechanism dan salah satunya Qlue, mereka sudah menunggu," pungkasnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan, saat bersepeda dari kediamnnya di Jakarta Selatan menuju tempat kerja di Balai Kota Jumat pagi kemarin, ia sempat melewati dan berhenti meninjau kawasan Tanah Abang. Hasilnya, Tanah Abang terlihat lebih rapih, tidak semrawut seperti yang diberitakan oleh salah satu media.
Sandiaga menegaskan, konsep penataan Tanah Abang sudah memasuki tahap final dan akan segera diumumkan oleh Gubernur Anies sebagai bentuk sosialisasi. Sayangnya, Sandi enggan membocorkan konsep penataan Tanah Abang yang dimaksud.
Namun intinya, kata Sandi, penataan akan memuliakan pejalan kaki, memastikan lapangankerja tetap terjaga, semua ternaungi dan melibatkan multi stakeholders, seperti PT KAI, ojek online, ojek pangkalan, dan masyarakat sekitar.
"Untuk sosialisasinya kami ingin melibatkan citizen reporting mechanism dan salah satunya Qlue, mereka sudah menunggu," pungkasnya.
(thm)