PPP Instruksikan Kampanye RINDU, Begini Respons Ridwan Kamil
Rabu, 22 November 2017 - 14:24 WIB
PPP Instruksikan Kampanye RINDU, Begini Respons Ridwan Kamil
A
A
A
BANDUNG - Persaingan untuk mendapatkan posisi cawagub Jawa Barat pendamping Ridwan Kamil makin panas. Sebagai salah satu partai pengusung, PPP keukeuh mengusulkan Uu Ruzhanul Ulum sebagai pendamping Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018.
Selasa (21/11/2017), DPP PPP mengintruksikan seluruh kader PPP di Jabar mengampanyekan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (RINDU) secara masif untuk mengamankan mandat partai yang telah menetapkan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum sebagai pasangan cagub/cawagub Jabar.
Ketua DPP PPP Bidang Pemenangan Dayat Hidayat menegaskan, seluruh alat peraga kampanye harus diganti dengan gambar pasangan RINDU. Sebab, selama ini alat peraga kampanye hanya menyertakan gambar Uu Ruzhanul Ulum.
Menurut dia, kampanye secara masif tersebut sangat tepat dilakukan saat ini, agar paket RINDU bisa semakin dikenal masyarakat Jabar. Terlebih, kata dia, DPP PPP pun telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pengusungan RINDU di Pilgub Jabar 2018.
"Ya karena Pak Uu dan RK (Ridwan Kamil) sudah resmi diusung PPP, enggak akan diubah lagi. Jadi kenapa harus ragu memasang spanduk, poster, baliho mereka berdua," tegas Dayat di Bandung.
Menurut Dayat, kampanye masif RINDU pun sekaligus mempertegas dan menguatkan pasangan RINDU di internal PPP. Dayat menekankan, calon pemilih di Jabar harus mengetahui bahwa RINDU merupakan salah satu pasangan cagub/cawagub yang akan bertarung di Pilgub Jabar.
"Sekali lagi, jadi harus dipasarkan berpasangan, tidak sendiri-sendiri agar masyarakat pun tidak ragu menentukan pilihannya," tegas Dayat seraya menyatakan, RINDU merupakan perpaduan yang cocok demi kemenangan di Pilgub Jabar 2018.
Dayat menambahkan, Ridwan Kamil pun telah mengizinkan kampanye masif RINDU. Bahkan, Dayat meyakinkan, Wali Kota Bandung itu pun menyambut baik kampanye dengan cara tersebut tersebut.
"Kita mempunyai etika, tidak ujuk-uju. Kita bicara dari hati ke hati dengan Kang Emil. Kalau tidak izin, kita tidak berani," ujarnya.
Dayat menegaskan, kampanye RINDU secara masif juga semakin menegaskan bahwa PPP siap menghadapi pertarungan di ajang Pilgub Jabar 2018.
"Kami sangat optimistis. Sembilan kursi DPRD Jawa Barat, tujuh kursi DPR RI itu melambangkan kebesaran PPP di Jawa Barat," tandasnya.
Seperti diketahui, sosok pendamping Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018 masih menjadi misteri. Di tengah kondisi tersebut, parpol pengusung Ridwan Kamil yakni NasDem, PKB, PPP, dan Golkar terus berpolemik dalam menentukan pendamping dari suami Atalia Praratya itu.
Ditemui di Bandung, Rabu (22/11/2017), Ridwan Kamil tak mempermasalahkan instruksi DPP PPP tersebut. Selain merupakan hak setiap parpol pengusungnya, upaya itu pun dinilainya berdampak positif. Dengan sosialisasi masif, masyarakat Jabar akan lebih mengenal kandidat calon pemimpinnya yang akan bertarung di Pilgub Jabar 2018.
"Enggak masalah. Masing-masing (partai koalisi) punya hak menyosialisasikan (Ridwan Kamil bersama kadernya)," kata pria yang akrab disapa Emil itu seraya membenarkan PPP sudah meminta izin terkait kampanye RINDU tersebut.
Apalagi, lanjut Emil, setiap kandidat cawagub Jabar pendampingnya harus terus menggenjot sosialisasi kepada masyarakat, agar popularitas dan elektabilitasnya meningkat. "Siapa yang ingin jadi wakil, silakan populerkan," tandas Emil.
Selasa (21/11/2017), DPP PPP mengintruksikan seluruh kader PPP di Jabar mengampanyekan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (RINDU) secara masif untuk mengamankan mandat partai yang telah menetapkan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum sebagai pasangan cagub/cawagub Jabar.
Ketua DPP PPP Bidang Pemenangan Dayat Hidayat menegaskan, seluruh alat peraga kampanye harus diganti dengan gambar pasangan RINDU. Sebab, selama ini alat peraga kampanye hanya menyertakan gambar Uu Ruzhanul Ulum.
Menurut dia, kampanye secara masif tersebut sangat tepat dilakukan saat ini, agar paket RINDU bisa semakin dikenal masyarakat Jabar. Terlebih, kata dia, DPP PPP pun telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Pengusungan RINDU di Pilgub Jabar 2018.
"Ya karena Pak Uu dan RK (Ridwan Kamil) sudah resmi diusung PPP, enggak akan diubah lagi. Jadi kenapa harus ragu memasang spanduk, poster, baliho mereka berdua," tegas Dayat di Bandung.
Menurut Dayat, kampanye masif RINDU pun sekaligus mempertegas dan menguatkan pasangan RINDU di internal PPP. Dayat menekankan, calon pemilih di Jabar harus mengetahui bahwa RINDU merupakan salah satu pasangan cagub/cawagub yang akan bertarung di Pilgub Jabar.
"Sekali lagi, jadi harus dipasarkan berpasangan, tidak sendiri-sendiri agar masyarakat pun tidak ragu menentukan pilihannya," tegas Dayat seraya menyatakan, RINDU merupakan perpaduan yang cocok demi kemenangan di Pilgub Jabar 2018.
Dayat menambahkan, Ridwan Kamil pun telah mengizinkan kampanye masif RINDU. Bahkan, Dayat meyakinkan, Wali Kota Bandung itu pun menyambut baik kampanye dengan cara tersebut tersebut.
"Kita mempunyai etika, tidak ujuk-uju. Kita bicara dari hati ke hati dengan Kang Emil. Kalau tidak izin, kita tidak berani," ujarnya.
Dayat menegaskan, kampanye RINDU secara masif juga semakin menegaskan bahwa PPP siap menghadapi pertarungan di ajang Pilgub Jabar 2018.
"Kami sangat optimistis. Sembilan kursi DPRD Jawa Barat, tujuh kursi DPR RI itu melambangkan kebesaran PPP di Jawa Barat," tandasnya.
Seperti diketahui, sosok pendamping Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018 masih menjadi misteri. Di tengah kondisi tersebut, parpol pengusung Ridwan Kamil yakni NasDem, PKB, PPP, dan Golkar terus berpolemik dalam menentukan pendamping dari suami Atalia Praratya itu.
Ditemui di Bandung, Rabu (22/11/2017), Ridwan Kamil tak mempermasalahkan instruksi DPP PPP tersebut. Selain merupakan hak setiap parpol pengusungnya, upaya itu pun dinilainya berdampak positif. Dengan sosialisasi masif, masyarakat Jabar akan lebih mengenal kandidat calon pemimpinnya yang akan bertarung di Pilgub Jabar 2018.
"Enggak masalah. Masing-masing (partai koalisi) punya hak menyosialisasikan (Ridwan Kamil bersama kadernya)," kata pria yang akrab disapa Emil itu seraya membenarkan PPP sudah meminta izin terkait kampanye RINDU tersebut.
Apalagi, lanjut Emil, setiap kandidat cawagub Jabar pendampingnya harus terus menggenjot sosialisasi kepada masyarakat, agar popularitas dan elektabilitasnya meningkat. "Siapa yang ingin jadi wakil, silakan populerkan," tandas Emil.
(zik)