Kisah Kopassus dan Raider Bebaskan Sandera di Papua

Jum'at, 17 November 2017 - 21:36 WIB
Kisah Kopassus dan Raider...
Kisah Kopassus dan Raider Bebaskan Sandera di Papua
A A A
TEMBAGAPURA - Sebanyak 13 anggota Pasukan elit Kopassus bersama 30 personel Yonif Raider 751/Vira Jaya Sakti berhasil membebaskan sandera warga Papua di Kp Banti pada Jumat pagi (17/11/2017). Sementara disaat bersamaan satu tim dari Satuan Ton Taipur Kostrad juga melakukan pembebasan sandera di Kp Kimbely. (Baca: Kopassus dan Raider Diterjunkan dalam Pembebasan 1.300 Sandera di Papua).

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kol Inf M Aidi Nubic mengatakan, sebelum melakukan penyergapan di kedua wilayah tersebut pasukan Kopassus, Raider dan Tontaipur telah melakukan pengintaian selama dua hari.

"Tim yang dipandu Satgas Para Komando dari Kopassus melakukan pengintaian selama dua hari sebelum melakukan penyergapan. Lalu pada Jumat pagi sekitar pukul 04.17 WIT disaat masih gelap pasukan melakukan penyerbuan di kedua kampung tersebut," kata Kapendam kepada SINDOnews melalui sambungan telepon, Jumat (17/11/2017).

Menurut perwira menengah TNI ini, Pergerakan pasukan khusus tersebut dibawah koordinasi langsung Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Goerge Elnadus Supit," timpalnya.

Lalu, menurut dia, sebanyak 20 orang Pasukan Yonif Raider 754/ENK diatur sebagai pengamanan Ring Luar untuk penyekatan.

"Kurang dari 2 jam atau sekitar 78 menit seluruh medan di kamp yang sebelumnya dikuasai kelompok kriminal bersenjata berhasil diduduki Kopassus, Raider dan Tontaipur. Lalu para kelompok separatis tersebut berhamburan melarikan diri ke hutan dan gunung," ungkap Kapendam.

Kol Inf M Aidi Nubic menegaskan, karena cuaca berkabut sehingga belum dapat dipastikan apakah ada korban jiwa dari kelompok separatis saat penyerbuan berlangsung.

"Setelah seluruh wilayah kedudukan separatis dikuasai Pasukan Elite TNI AD tersebut dan situasi dinyatakan aman, Pangdam XVII/Cenderawasih langsung berkoordinasi dengan Kapolda agar segera mengirimkan tim evakuasi dari Satgas Terpadu. Kemudian tidak terlalu lama Tim Satgas Terpadu TNI/Polri tiba di lokasi melaksanakan evakuasi," papar Kapendam.

Selama proses evakuasi, kata Kapendam, juga masih mendapatkan gangguan tembakan dari atas ketinggian oleh kelompok bersenjata, bahkan Pangdam Mayjen TNI George E Supit hampir tertembak.
(sms)
Berita Terkait
Pelepasan Jenazah TNI...
Pelepasan Jenazah TNI AD Korban OPM
TPNPB OPM Mengaku Bertanggung...
TPNPB OPM Mengaku Bertanggung Jawab Terhadap Terbunuhnya 4 Personel TNI AD di Papua Barat
Kontak Tembak dengan...
Kontak Tembak dengan OPM, 1 Prajurit Raider Gugur
Kedatangan Jenazah Prajurit...
Kedatangan Jenazah Prajurit TNI Dari Papua
5 Batalyon Pasukan TNI...
5 Batalyon Pasukan TNI Ini Siap Hadang Batalion Sepik PNG yang Mau Perang dengan Indonesia
Lokasi Teridentifikasi,...
Lokasi Teridentifikasi, Pasukan Khusus TNI Polri Terus Memburu 9 Kelompok Teroris di Papua
Berita Terkini
Kebakaran Permukiman...
Kebakaran Permukiman Warga di Cideng, 5 Orang Terluka dan 1 Tewas
13 menit yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Berangsur Normal setelah Kebakaran di Sekitar Rel Dipadamkan
24 menit yang lalu
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
1 jam yang lalu
Breaking News! Gempa...
Breaking News! Gempa M5,8 Guncang Bone Bolango Gorontalo
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
3 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved