Pemkot Bekasi Kucurkan Rp118 Miliar untuk Pembangunan Kantor Imigrasi dan Lapas

Selasa, 14 November 2017 - 15:47 WIB
Pemkot Bekasi Kucurkan...
Pemkot Bekasi Kucurkan Rp118 Miliar untuk Pembangunan Kantor Imigrasi dan Lapas
A A A
BEKASI - Pemkot Bekasi memulai proyek pembangunan Kantor Imigrasi Kelas II Bekasi dan Lembaga Pemasyarakatan II A Bekasi. Dua proyek yang menelan biaya hampir Rp118 miliar ini berasal dari APBD Kota Bekasi 2017 dan 2018.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi Dadang Ginanjar memgungkapkan, pembangunan Kantor Imigrasi menelan biaya Rp33,540 miliar, sedangkan Lapas II A Bekasi Rp83,939 miliar.”Dana pembangunan menggunakan pagu anggaran tahun jamak 2017 dan 2018,” kata Dadang pada Selasa (14/11/2017).

Menurut dia, untuk Kantor Imigrasi estimasi waktu pelaksanaan selama 390 hari, sedangkan lapas selama 400 hari ke depan dengan mulai dibangun bulan ini. Kantor Imigrasi Kelas II Bekasi akan dibangun hingga enam lantai dengan total luas lantai 3.882 meter persegi.

Sementara Lapas akan dibangun di Jalan Raya Pahlawan, Arenjaya, Bekasi Timur, dengan spesifikasi bangunan seluas 6.953 meter persegi di lahan seluas 20.786 meter persegi. Sebelumnya, rencana pembangunanya sempat tidak disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sebab pembangunannya, menggunakan APBD Kota Bekasi tahun 2017 dan 2018. Padahal dua fasilitas tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah pusat.

”Meski hierarki kelembagaan dua fasilitas ini tanggung jawab Kemenkumham, namun pemerintah daerah memiliki andil untuk campur tangan dalam hal pembangunan,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Menurut Rahmat Effendi, kebutuhan dua kantor ini sangat mendesak. Kedua bangunan ini sangat membantu masyarakat dalam mendapat pelayanan keimigrasian dan binaan di lapas. Berdasarkan data setiap harinya sebanyak 300-350 pemohon di Imigrasi. Bahkan di Lapas sudah dihuni oleh 1.700 warga binaan, padahal kapasitasnya hanya menampung 450 orang.

Karena itu, dia berpendapat pemerintah daerah berkewajiban membangun fasilitas itu menggunakan dana hibah.”Uangnya dari pajak warga Kota Bekasi dan bantuan kemitraan Provinsi DKI dan bantuan induk Provinsi Jawa Barat. Jadi kantor ini harus tetap dibangun,” tegasnya.

Menurutnya, pihaknya harus melewati proses yang cukup panjang untuk mendapat persetujuan dari Kemendagri. Dalam pertemuan itu, Kota Bekasi, Kemendagri dan Kemenkumham selalu berkutat pada persoalan hierarki kelembagaan yang menangani pembangunan Kantor Imigrasi dan Lapas.

Kemendagri berpandangan, bahwa tugas membangun kedua fasilitas ini bukan kewenangan daerah, tapi lembaga vertikal atau pemerintah pusat. Meski kerap ditolak, namun daerah berkali-kali bertandang ke Kemendagri untuk memastikan, pembangunan ini untuk warga Kota Bekasi.

Pemerintah daerah juga menyebut, hampir 60% yang mendapat kedua pelayanan itu adalah warga Kota Bekasi. Alhasil, Kemendagri menyetujuinya. Mereka berpandangan bahwa pembangunan fasilitas lembaga vertikal ini, bukan saja untuk lembaga terkait tapi yang lebih penting esensinya melayani warga.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun Kantor Imigrasi Kelas II Bekasi dan Lembaga Pemasyarakatan II A Bekasi. Sebab alokasi anggaran di kementeriannya tidak mampu membangun gedung baru.

Apalagi alokasi dana kementerian dari APBN hanya Rp1,3 triliun, ditambah Rp350 miliar dari APBN-Perubahan.”Jangkauan kami sangat luas di Indonesia, sehingga tidak dapat melayani sepenuhnya,” katanya.

Karena itu, Yasonna mendukung pembangunan ini. Pihaknya juga berharap agar kepala daerah yang lain bisa meniru keputusan tersebut, karena yang dilayani adalah masyarakat setempat.”Jujur, saya sempat kaget Wali Kota datang ke kantor. Lalu saya arahkan agar konsultasi ke Kemendagri,” ungkapnya.

Menurut dia, pembangunan fasilitas ini akan meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Dia juga meyakini bakal mendongkrak investasi di Kota Bekasi, karena pekerja asing atau ekspatriat akan mendapat kemudahan dalam memperoleh izin keimigrasian di wilayah setempat.

Hal ini mengingat, banyak pabrik yang berdiri di Kota Bekasi. Selain Kantor Imigrasi, Lapas II Bekasi juga tidak representatif lagi. Berdasarkan pemantauannya, jumlah penghuni Lapas di wilayah Indonesia cenderung mengalami peningkatan, terutama warga binaan narkoba.
(whb)
Berita Terkait
Jaga Pasokan Pangan,...
Jaga Pasokan Pangan, 3 Pasar di Bekasi Beroperasi hingga Malam
Wilayah di Bekasi yang...
Wilayah di Bekasi yang Menggunakan Nama Harapan
K-eco Pax Global Bangun...
K-eco Pax Global Bangun Ruangan Lab Komputer di Sekolah Tunas Alam
Wali Kota Bekasi Minta...
Wali Kota Bekasi Minta Mendikbud Rumuskan Kebijakan Keringanan Biaya Kuliah Warganya
Agustus 2020, Pembangunan...
Agustus 2020, Pembangunan Underpass Bulak Kapal Dimulai
Hujan sejak Siang, Sejumlah...
Hujan sejak Siang, Sejumlah Permukiman Warga di Kota Bekasi Mulai Tergenang
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Ungkap...
Budiman Sudjatmiko Ungkap Dialog dengan Mahasiswa di UGM Gagal Terjadi: Ada Penghakiman
2 jam yang lalu
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
9 jam yang lalu
Peringati Tahun Baru...
Peringati Tahun Baru Islam, DPP PSI Santuni 100 Anak Yatim dan Duafa
9 jam yang lalu
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
9 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,7...
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, 1 Warga Sigi Meninggal Dunia
10 jam yang lalu
Yayasan Syarif Hidayatullah...
Yayasan Syarif Hidayatullah Dipakai Tanpa Izin, UIN Jakarta Siapkan Langkah Hukum
10 jam yang lalu
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved