Polisi Dalami Laporan Soal 34 Warga Jateng Disandera di Papua

Selasa, 14 November 2017 - 07:55 WIB
Polisi Dalami Laporan...
Polisi Dalami Laporan Soal 34 Warga Jateng Disandera di Papua
A A A
SEMARANG - Polisi masih mendalami laporan 34 warga Demak, Jawa Tengah yang diduga turut disandera kelompok kriminal bersenjata di Papua. Polda Jateng juga telah berkoordinasi dengan Polda Papua untuk menindaklanjuti laporan tersebut termasuk upaya evakuasi para korban.

"Kami sudah cek ke Kapolres Demak, dan laporan itu (penyanderaan) memang benar ada 34 warga. Tapi karena lokasi kejadian ada di Papua maka kita koordinasi dengan Polda sana," ujar Kabid Humas Polda Jateng, AKBP Agus Triatmadja di Semarang, Jateng, Senin 13 November 2017.

Upaya pembebasan para korban telah diupayakan aparat polisi dan TNI bersama pemerintah. Dia menambahkan, hingga kini belum ada laporan selain 34 warga Demak tersebut yang menjadi korban penyanderaan di Papua.

"Ini kan skalanya nasional, jadi Mabes Polri yang bertindak (upaya evakuasi korban penyanderaan). Sampai saat belum ada laporan lain, cuma warga dari Demak itu," tukasnya.

Sekadar diketahui, sekira 1.300 warga di Kampung Banti dan Kimbely dilarang bepergian oleh KKB. Diduga pelarangan itu berlatar belakang ekonomi. Polri mengantongi informasi bahwa di kampung tersebut memang ada aktivitas mendulang emas.

"Nah, kelihatannya KKB ini kan sudah mendapatkan dalam tanda petik nilai ekonomi dari situ dengan menguasai daerah situ. Sehingga ingin mempertahankan. Ini dari sudut ekonominya yang lain kita belum tahu," kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Jumat 10 November 2017.

Meski demikian, polisi masih kesulitan mengungkap motif lain, karena tertutupnya akses komunikasi dengan pihak KKB. Hingga kini Satuan Tugas Polri dan TNI terus melakukan upaya komunikasi dengan pimpinan KKB.

"Bisa jadi juga bisa jadi ada motif lain. Kita kan belum bisa mendalami karena tidak ada komunikasi yang intens dengan pihak KKB," tutupnya. (Baca: 1.300 Warga Papua Disandera )
(mhd)
Berita Terkait
Elemen Masyarakat Papua...
Elemen Masyarakat Papua Ajak Semua Pihak Jaga Kedamaian Papua
Dialog Damai dan Bermartabat...
Dialog Damai dan Bermartabat Kunci Atasi Persoalan di Papua
Kepala Suku Adat La...
Kepala Suku Adat La Pago Provinsi: Mari Jaga Kedamaian Papua
Begini Penuturan Panglima...
Begini Penuturan Panglima Perang Adat terkait Kondisi Ilaga
Pasukan TNI-Polri Pukul...
Pasukan TNI-Polri Pukul Mundur Massa yang Bentrok di Jayawijaya
Keluar dari Situasi...
Keluar dari Situasi Konflik di Papua
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
6 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
9 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
10 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
10 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
11 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
12 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved