Ibu Bunuh Anak, Jadi Bukti Buah Hati Sasaran Pelampiasan Emosi

Minggu, 12 November 2017 - 20:26 WIB
Ibu Bunuh Anak, Jadi...
Ibu Bunuh Anak, Jadi Bukti Buah Hati Sasaran Pelampiasan Emosi
A A A
DEPOK - Penganiayaan yang dilakukan Novi Wanti (25) hingga menewaskan anaknya Greinal Wijaya (5) membuat gempar warga. Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kasus ini pun menjadi bukti anak menjadi sasaran pelampiasan emosi orang tua.

Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta menuturkan, saat ini banyak orang yang menjadi rentan terhadap tekanan hingga stres. Sayangnya banyak dari mereka yang pada akhirnya melakukan penyelesaiannya lebih ke emotional focused coping (penyesuaian diri terhadap masalah yang terfokus pada emosi).

"Sehingga langkah yang dilakukan lebih banyak meluapkan emosi daripada penyelesaian masalah sesungguhnya (problem focused coping)," kata Aully saat dihubungi SINDOnews pada Minggu (12/11/2017).

Aully menuturkan, biasanya tekanan kecil yang terus menerus akan menyebabkan tingkat stres semakin lama semakin meningkat. Tekanan hidup seperti faktor ekonomi bisa membuat seseorang menjadi gelap mata.

Karena secara psikologis tekanan hidup sangat berpengaruh terhadap perilaku seseorang. Bahkan dalam rumah tangga, anak rentan menjadi korban. "Sebenarnya bukan karena anak yang menjadi masalah tetapi anak menjadi sasaran pengungkapan emosi," tuturnya.

Aully menjelaskan, dorongan emosi tinggi yang dialami seseorang kadang tidak disertai dengan kecapakan mengelola emosi. Dia tidak pandai mencari solusi yang sesuai, bahkan kemampuan beribadah. "Hasilnya ya bertindak tanpa banyak berpikir konsekuensinya," paparnya.

Menurutnya, dalam keluarga harus dibangun pondasi kasih sayang yang kuat. Penanaman karakter yang paling utama adalah dari keluarga. "Jika pada kasus adik menusuk kakak ini, mungkin juga ini bukan ‘sakit hati’ pertama yang ia rasakan," katanya.

Akumulasi kekesalan bisa terjadi karena ada kecemburuan antar kakak adik (dikenal dengan sibling rivalry). Faktor lainnya karena kurangnya komunikasi, kurang kehangatan dan kebersamaan dalam keluarga.

Karena banyak keluarga yang tidak dibangun dengan landasan yang kuat. "Sehingga ketika ada tekanan sedikit saja bisa menjadi pemicu konflik," ucapnya.( Baca: Sering Ngompol, Anak 5 Tahun Dianiaya Ibu Muda hingga Tewas )
(whb)
Berita Terkait
2 Ekskutor Penganiayaan...
2 Ekskutor Penganiayaan Sadis Dibekuk Polres Baubau
Polisi Tangkap Pelaku...
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di Hotel Oewa Asia Semarang
Pengakuan Mengejutkan...
Pengakuan Mengejutkan Bapak Pembunuh Anak dan Aniaya Istri hingga Kritis di Depok
Ayah Aniaya Anak Kandung...
Ayah Aniaya Anak Kandung hingga Tewas, Gegara Buang Air Kecil
Keluarga Korban Penculikan...
Keluarga Korban Penculikan di Langkat Minta Polisi Tangkap Pelaku
Pelaku Pembunuhan Nenek...
Pelaku Pembunuhan Nenek Mintaning di Buleleng Ditangkap
Berita Terkini
Sekjen PPP Taj Yasin...
Sekjen PPP Taj Yasin dan Agus Suparmanto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
1 jam yang lalu
MNC Peduli dan Park...
MNC Peduli dan Park Hyatt Jakarta Gelar Aksi Food Rescue untuk Warga Duri Kepa
1 jam yang lalu
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
2 jam yang lalu
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
4 jam yang lalu
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
10 jam yang lalu
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
11 jam yang lalu
Infografis
Kandungan Gizi dalam...
Kandungan Gizi dalam Kaldu Ayam Bisa Bikin Anak Jadi Tinggi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved