Dishub Siap Kawal Rencana Gubernur Anies Cabut Larangan Motor di MH Thamrin

Selasa, 07 November 2017 - 06:15 WIB
Dishub Siap Kawal Rencana...
Dishub Siap Kawal Rencana Gubernur Anies Cabut Larangan Motor di MH Thamrin
A A A
JAKARTA - Dinas Perhubungan DKI Jakarta siap menindaklanjuti kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ingin mencabut kebijakan larangan roda dua melintas di Jalan Thamrin-Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah meyakini Gubernur Anies Baswedan memiliki pertimbangan terkait rencana mencabut kebijakan pelaran sepeda motor melintas di ruas jalan tersebut. Menurut Andri, pembatasan kendaraan merupakan implementasi dari salah satu pola transportasi makro (PTM) yang menjadi konsep dalam mengurai kemacetan setelah memperbaiki dan mengintegrasikan moda transportasi angkutan umum serta menambah infrastruktur jalan.

Artinya, lanjut Andri, pembatasan kendaraan roda dua di kawasan Thamrin sebagai tahap awal sosialisasi pembatasan kendaraan roda dua dan roda empat di jalur Electronic Road Pricing (ERP) yang nantinya berlaku pada 2019 mendatang.

"Hasil pembatasan roda dua di Thamrin cukup efektif. Baik di jalur alternatif atau di jalur Thamrin sendiri. Tapi apapun kebijakan Gubernur, sekali lagi pasti yang terbaik untuk warga dan Jakarta," ujarnya.

Direktur Institut Studi Transportasi (Instrans) Dharmaningtyas terkejut dengan kebijakan Gubernur Anies yang akan mencabut larangan roda dua di Thamrin. Dia menilai itu adalah suatu kemunduran.

Tyas meminta agar Gubernur Anies tidak mudah mengilangkan kebijakan yang sudah berjalan baik. Di mana, kawasan Thamrin menjadi lebih tertib, apalagi itu sudah berjalan sejak 2014.

"Seharusnya dipertahankan dan diperluas. Koridor I bus Transjakarta (Blok M-Kota) sudah baik. Jadi memang harus dibatasi supaya beralih ke bus TransJakarta," ungkapnya.

Tyas menjelaskan, untuk mengurai kemacetan, DKI memiliki PTM yang terdiri dari tiga poin. Pertama perbaikan dan penambahan moda transportasi massal yang saling terintegrasi. Kedua, penambahan infrastruktur jalan dan, ketiga pembatasan kendaraan, baik dengan parkir mesin ataupun ERP.

"Kalau dihapus, akan susah nanti sosialisasi pembatasan ERP. Harusnya kejar ERP," tegasnya.
(whb)
Berita Terkait
Ini Deretan Jenis Sepeda...
Ini Deretan Jenis Sepeda Motor yang Dilarang Beli Pertalite
Tips Memilih dan Merawat...
Tips Memilih dan Merawat Ban Sepeda Motor
Pasar Sepeda Motor Nasional...
Pasar Sepeda Motor Nasional Kirim Sinyal Bahaya, Penjualan Kumulatif 2025 Terkoreksi di Tengah Tekanan Ekonomi
Pasar Motor Lesu, Suzuki...
Pasar Motor Lesu, Suzuki Beri Kode ke Pemerintah: Turunkan Bunga, Penjualan Bisa Melesat 10%!
Penjualan Motor Maret...
Penjualan Motor Maret 2025 Anjlok! Target 6,5 Juta Unit Tidak Tercapai?
Tahta Bergoyang Sang...
Tahta Bergoyang Sang Raja Jalanan: Honda Dominasi Pasar Motor, tapi Penjualan Mulai Kehilangan Tenaga
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
2 jam yang lalu
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
2 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
4 jam yang lalu
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
5 jam yang lalu
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
5 jam yang lalu
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
6 jam yang lalu
Infografis
Rencana Menteri Israel...
Rencana Menteri Israel untuk Lenyapkan Palestina di Tepi Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved