Anies Baswedan Minta MRT Perhatikan Kehidupan Korban Parapet
Minggu, 05 November 2017 - 02:01 WIB
Anies Baswedan Minta MRT Perhatikan Kehidupan Korban Parapet
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta PT MRT mengevaluasi kembali kinerja anggota di lapangan terkait jatuhnya Parapet di Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan pada Jumat malam.
"Harus lebih hati-hati dan pengelola MRT supaya mereview di mana letak masalahnya, sehingga tidak berulang. Kedua adalah tadi malam saya berkomunikasi langsung dengan Pak Dirut MRT sekitar jam 12 (tengah malam)," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Sabtu (4/11/2017).
Anies berpesan kepada PT MRT agar memperhatikan kondisi korban pasca kejadian jatuhnya parapet. "Memastikan yang menjadi korban itu penghidupannya tidak terganggu, bukan hanya biaya kesehatan ditanggung, tapi penghidupannya tidak terganggu," tutur Anies.
"Dan langsung dia pastikan langkah-langkah untuk korban Selanjutnya soal lalu lintas, pastikan bahwa hari ini tidak ada hambatan di lokasi," tambahnya.
Anies menjelaskan lebih rinci soal penghidupan yang layak bagi korban. "Sudah dirumah sekarang. penghidupan itu artinya dia punya motor, motornya rusak dimana dia bekerja, kalau alat-alat kerjanya rusak," ucap Anies.
"Jadi bukan hanya biaya rumah sakit, makanya saya bilang pesan saya adalah penghidupannya, bukan hanya kesehatannya. karena kalau bicara penghidupannya, maka kita bicara lebih dari sekedar soal secara fisik tetapi kita berbicara soal bagaimana dia bisa terpaku hidup meskipun ada kejadian itu," imbuhnya.
"Harus lebih hati-hati dan pengelola MRT supaya mereview di mana letak masalahnya, sehingga tidak berulang. Kedua adalah tadi malam saya berkomunikasi langsung dengan Pak Dirut MRT sekitar jam 12 (tengah malam)," kata Anies di Balai Kota, Jakarta, Sabtu (4/11/2017).
Anies berpesan kepada PT MRT agar memperhatikan kondisi korban pasca kejadian jatuhnya parapet. "Memastikan yang menjadi korban itu penghidupannya tidak terganggu, bukan hanya biaya kesehatan ditanggung, tapi penghidupannya tidak terganggu," tutur Anies.
"Dan langsung dia pastikan langkah-langkah untuk korban Selanjutnya soal lalu lintas, pastikan bahwa hari ini tidak ada hambatan di lokasi," tambahnya.
Anies menjelaskan lebih rinci soal penghidupan yang layak bagi korban. "Sudah dirumah sekarang. penghidupan itu artinya dia punya motor, motornya rusak dimana dia bekerja, kalau alat-alat kerjanya rusak," ucap Anies.
"Jadi bukan hanya biaya rumah sakit, makanya saya bilang pesan saya adalah penghidupannya, bukan hanya kesehatannya. karena kalau bicara penghidupannya, maka kita bicara lebih dari sekedar soal secara fisik tetapi kita berbicara soal bagaimana dia bisa terpaku hidup meskipun ada kejadian itu," imbuhnya.
(maf)