Ratusan Koperasi di Blitar Belum Kantongi Sertifikat NIK

Sabtu, 04 November 2017 - 05:58 WIB
Ratusan Koperasi di...
Ratusan Koperasi di Blitar Belum Kantongi Sertifikat NIK
A A A
BLITAR - Sebanyak 94 persen dari 987 lembaga koperasi di Kabupaten Blitar belum mengantongi sertifikat nomor induk koperasi (NIK). Dalam rangka penertiban, pemerintah melalui kementrian koperasi dan UKM mewajibkan seluruh koperasi di Indonesia memiliki sertifikat NIK.

Sebab dengan tidak adanya sertifikat NIK menyulitkan pemerintah melakukan pengawasan dan pembinaan. "Dari 987 koperasi hanya 67 koperasi yang memiliki sertifikat NIK, "tutur Kepala Bidang Kelembagaan dan pengawasan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Blitar Didik Wahyudi kepada wartawan.

Jenis usaha koperasi ini beragam. Ada koperasi simpan pinjam, yakni koperasi yang menampung simpanan anggota sekaligus melayani peminjaman. Kemudian koperasi serba usaha, koperasi produksi dan koperasi konsumsi. Sebagai gerakan ekonomi kerakyatan yang berdasar azas kekeluargaan, keberadaan koperasi sangat membantu.

"Dan adanya sertifikat NIK menjadi parameter kondisi koperasi, "terang Didik. Sertifikat NIK menunjukkan koperasi dalam keadaan sehat. Artinya tidak dalam kondisi pailit. Sertifikat juga menjadi indikator koperasi telah menjalankan kewajiban melakukan Rapat Anggota.

Koperasi juga menggelar Rapat Anggota Tahunan selama 3 tahun berturu turut serta mengisi Formulir Profil Koperasi. "Artinya sebenarnya persyaratan mendapatkan sertifikat NIK tidak sulit, "terangnya.

Terkait masalah ini Didik mengaku akan melakukan pembahasan dengan pemerintah provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat.

Pembahasan akan berlangsung 8 November 2017. "Kita akan menentukan solusinya seperti apa, "pungkasnya. Zaenal Arifin warga Kecamatan Wonodadi menilai hanya koperasi yang benar benar bersemangatkan ekonomi kerakyatan.

Keberadaan koperasi sangat membantu dan tidak meninggalkan beban keuangan yang memberatkan. Karenanya dia berharap pemerintah bisa memberikan solusi yang bijak. "Artinya jangan sampai solusi yang dihasilkan bersifat membinasakan, bukan membina," pungkasnya.
(nag)
Berita Terkait
Dukung UMKM Ekspor,...
Dukung UMKM Ekspor, Sampoerna Bawa Wirausaha Gorontalo ke Trade Expo Indonesia 2023
Pentingnya Mendorong...
Pentingnya Mendorong Jiwa Wirausaha demi Keberlanjutan Hidup
KIWI Challenge Bangkitkan...
KIWI Challenge Bangkitkan Minat Wirausaha Generasi Muda
Western Sydney University...
Western Sydney University Kenalkan Konsep Side Hustle kepada Pelajar Indonesia
64 Mahasiswa Nobel Indonesia...
64 Mahasiswa Nobel Indonesia Kantongi Nomor Induk Berusaha
Bekali 50 Wirausaha,...
Bekali 50 Wirausaha, Bank Mandiri Taspen Dorong Mantapreneur Go Ekspor
Berita Terkini
Gempa M5,4 Guncang Sangihe...
Gempa M5,4 Guncang Sangihe Sulut Pagi Ini, Tidak Berpotensi Tsunami
2 jam yang lalu
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
4 jam yang lalu
Puncak Musim Kemarau...
Puncak Musim Kemarau Agustus 2026, BMKG Ingatkan Dampak El Nino
5 jam yang lalu
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
12 jam yang lalu
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
13 jam yang lalu
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
14 jam yang lalu
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved