Polisi Turun Tangan Selidiki Dokumen Reklamasi dari Tahun 1995

Rabu, 25 Oktober 2017 - 17:31 WIB
Polisi Turun Tangan...
Polisi Turun Tangan Selidiki Dokumen Reklamasi dari Tahun 1995
A A A
JAKARTA - Polisi tengah menyelidiki dugaan pelanggaran dalam proyek reklamasi di Pantai Utara Jakarta. Saat ini, polisi tengah mencari data valid berkaitan proyek tersebut.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengatakan, polisi sedang mengumpulkan dokumen sejak awal reklamasi diwacanakan pada tahun 1995 silam hingga kini. Polisi akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari informasi akurat.

Penyelidikan dilakukan berdasarkan laporan tipe A yang dibuat polisi dengan nomor LP/802/IX/2017/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 11 September 2017. Polisi berinisiatif untuk menengahi asumsi masyarakat terkait pro dan kontra terhadap proyek reklamasi tersebut.

"Kita tata dari 1995 muncul apa, apa action-nya, apa kegiatannya, siapa orang-orangnya, apa yang mau didapat dari tahun 1995 sampai dengan itu," ujarnya pada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (25/10/2017).

Maraknya pro dan kontra di kalangan masyarakat terkait proyek reklamasi, polisi pun wajib mengetahui dahulu apa itu reklamasi DKI Jakarta. Polisi tidak akan diam, bertindak apatis, atau tak mau tahu, dan menunggu-nunggu laporan terkait persoalan masyatakat yang menjadi viral itu.

Bahkan, kata dia, polisi berencana meminta keterangan saksi ahli untuk menyelidiki dugaan pelanggaran hukum yang terjadi di proyek reklamasi. Keterangan saksi itu akan dipadukan dengan dokumen yang dikumpulkan sejak zaman Presiden Soeharto hingga sekarang.

"Saya akan minta dukungan dari sejumlah ahli, apakah kelautan, apakah ahli-ahli yang lain dari sisi peraturan dan yang lain-lain," katanya.

Untuk diketahui, rencana reklamasi digagas pada bulan Maret 1995 silam, saat pemerintahan Presiden Soeharto. Tujuannya mengatasi kelangkaan lahan sekaligus mengembangkan wilayah Jakarta Utara yang tertinggal dari empat wilayah lainnya di ibu kota.

Namun rencana mandek dan tak terdengar, baru pada masa Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dilanjut Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali muncul. Hanya saja, proyek tersebut menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.
(ysw)
Berita Terkait
Debat Sengit Aktivis...
Debat Sengit Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol Harus Hasilkan Pantai Publik
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Indah Kapuk Berujung Penetapan Seorang Tersangka
Ini Motif Penyelenggara...
Ini Motif Penyelenggara Bikin Perayaan yang Memicu Kerumunan di PIK
DKI Sebut Pagar Laut...
DKI Sebut Pagar Laut Sepanjang 500 Meter di Seberang Pulau C Reklamasi Sudah Dihentikan
3 Nama Pulau Reklamasi...
3 Nama Pulau Reklamasi yang Berada di Teluk Jakarta
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Reklamasi PIK, Warganet: Maaf Corona Gak Berani Masuk Pantai Indah Kapuk
Berita Terkini
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
18 menit yang lalu
10 Ruas Jalan di Jakarta...
10 Ruas Jalan di Jakarta Ditutup saat Presiden Jerman Melintas Besok Pagi
9 jam yang lalu
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
11 jam yang lalu
Jakarta Fair 2026, Dishub...
Jakarta Fair 2026, Dishub DKI Jakarta Siapkan 6 Kantong Parkir
12 jam yang lalu
Dorong Pengembangan...
Dorong Pengembangan Sport Tourism, PPK Kemayoran Gelar Turnamen Padel
13 jam yang lalu
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
13 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved