Diguyur Hujan, Nenek Lusia Bertahan Demi e-KTP di TMII
Jum'at, 20 Oktober 2017 - 14:16 WIB
Diguyur Hujan, Nenek Lusia Bertahan Demi e-KTP di TMII
A
A
A
JAKARTA - Meski hujan deras mengguyur Kota Jakarta, sebagian warga tetap bertahan dalam antrean. Panjang antrean percetakan dan perekaman e-KTP di areal Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tepatnya mulai dari pelataran Teater Imax Keongmas TMII menuju pintu masuk TMII, Cipayung, Jakarta Timur.
Sekitar pukul 13.00 WIB langit mulau terlihat mendung, hingga akhirnya tetesan hujan mulai jatuh dan semakin deras, warga dalam antrean pun sebagian berlarian mencari tempat teduh, namun sebagian warga yang membawa payung memilih bertahan, begitupun dengan warga yang telah mempersiapkan jas hujan.
Di bawah guyuran hujan mereka kuyup, bertahan dalam antrean. Sementara itu panitia pelaksana melalui pengeras suara menginformasikan bagi mereka yang mengantre dapat terlebih dahulu untuk berteduh.
Tempat pendaftaran yang berada di hal A yang menyatu dengan Nusantara expo pun penuh disesaki antrean dan warga lainnya, mengingat tempat tersebut telah disediakan tenda-tenda atau booth khusus beratap.
Lusia Bambang (66), wanita paruh baya ini terpaksa mengantre di bawah guyuran hujan. Berbekal payung dan jas hujan yang baru saja dibelinya seharga Rp10 Ribu, Lusia sengaja tak keluar antrean karena tak ingin mengulang antrean dari awal lagi.
"Meskipun saya lansia, saya harus bijak mengantre seperti yang lainnya, saya sudah tiga jam ini ngantri," katanya.
Lusia mengaku kesal lantaran percetakan e-KTP nya tak kunjung selesai sejak tahun 2012. Bahkan sejak itu ia pun kerap bolak balik kelurahan menanyakan kapan cetak e-KTP nya diselesaikan.
"Sudah agak lama, enggak jadi terus, selalu ada kendala. Saya dari tahun 2012 mas. Katanya nanti di kirim ke RT tapi enggak pernah ada kabar lagi, saya lalu ke kelurahan beberapa kali tapi belum jadi juga. Dengan adanya seperti ini, ya apa boleh buat (ngantre), meski saya lansia," kata warga kelurahan Jatirahayu itu.
Sekitar pukul 13.00 WIB langit mulau terlihat mendung, hingga akhirnya tetesan hujan mulai jatuh dan semakin deras, warga dalam antrean pun sebagian berlarian mencari tempat teduh, namun sebagian warga yang membawa payung memilih bertahan, begitupun dengan warga yang telah mempersiapkan jas hujan.
Di bawah guyuran hujan mereka kuyup, bertahan dalam antrean. Sementara itu panitia pelaksana melalui pengeras suara menginformasikan bagi mereka yang mengantre dapat terlebih dahulu untuk berteduh.
Tempat pendaftaran yang berada di hal A yang menyatu dengan Nusantara expo pun penuh disesaki antrean dan warga lainnya, mengingat tempat tersebut telah disediakan tenda-tenda atau booth khusus beratap.
Lusia Bambang (66), wanita paruh baya ini terpaksa mengantre di bawah guyuran hujan. Berbekal payung dan jas hujan yang baru saja dibelinya seharga Rp10 Ribu, Lusia sengaja tak keluar antrean karena tak ingin mengulang antrean dari awal lagi.
"Meskipun saya lansia, saya harus bijak mengantre seperti yang lainnya, saya sudah tiga jam ini ngantri," katanya.
Lusia mengaku kesal lantaran percetakan e-KTP nya tak kunjung selesai sejak tahun 2012. Bahkan sejak itu ia pun kerap bolak balik kelurahan menanyakan kapan cetak e-KTP nya diselesaikan.
"Sudah agak lama, enggak jadi terus, selalu ada kendala. Saya dari tahun 2012 mas. Katanya nanti di kirim ke RT tapi enggak pernah ada kabar lagi, saya lalu ke kelurahan beberapa kali tapi belum jadi juga. Dengan adanya seperti ini, ya apa boleh buat (ngantre), meski saya lansia," kata warga kelurahan Jatirahayu itu.
(ysw)