Anies-Sandi Perlu Belajar dari Pendahulu

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 11:58 WIB
Anies-Sandi Perlu Belajar...
Anies-Sandi Perlu Belajar dari Pendahulu
A A A
ANIES Rasyid Baswedan agak pelit berbicara dengan pers menjelang pelantikan dirinya bersama Sandiaga Uno sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Hanya saja, usai menerima penyerahan hasil kerja Tim Sinkronisasi dari Sudirman Said, Jumat (13/10/2017) pekan lalu, gubernur terpilih ini tak bisa menahan untuk memuji pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Syaiful Hidayat. Anies berencana belajar dari para gubernur DKI Jakarta terdahulu, termasuk dengan Ahok dan Djarot.

Nah, untuk kepentingan itu, Anies-Sandi telah menjalin komunikasi dengan mereka. “Kami berharap bisa berkomunikasi reguler,” tutur Anies. Baginya, Ahok-Djarot selama menjadi gubernur-wakil gubernur berkontribusi signifikan terhadap kemajuan Jakarta.

Ia pun berterima kasih atas capaian itu dan mengaku ingin terus belajar dari keduanya. “Mereka sudah melakukan yang terbaik dan mereka betul-betul menjadi bagian dari apa yang kita rasakan sebagai kemajuan di Jakarta,” ujarnya.

Lalu, prestasi apa yang paling menonjol dari sang pendahulu itu? Nah, soal ini Djarot dengan bangga bercerita tentang peninggalannya berupa sistem penganggaran berbasis elektronik bernama e-budgeting. Sistem ini mulai digunakan pada penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2015.

Dalam sistem ini, hanya beberapa orang yang memiliki password untuk masuk ke dalam sistem. Segala perubahan yang terjadi dalam sistem akan terlibat sehingga akan ketahuan jika ada yang mengurangi atau menambah anggaran.

Oleh karena itu, biasanya proses input sistem e-budgeting dilakukan bersama-sama semua SKPD di satu ruangan besar. Sistem ini tetap digunakan sampai pembahasan anggaran yang terakhir, yaitu APBD Perubahan 2017. Selain e-budgeting, Pemprov DKI juga menggunakan e-planning dan e-musrenbang.

“Di masa lalu dengan sistem keuangan yang tidak berdasarkan e-budgeting, maka mudah sekali program yang tidak strategis, yang ngaco, itu masuk,” katanya.

Lalu apakah Anies-Sandi akan meneruskan program-program baik dari para pendahulunya? Dapatkan informasi selengkapnya di Majalah SINDO Weekly Edisi Nomor 33 Tahun 6, 2017 yang terbit Senin (16/10/2017).

Anies-Sandi Perlu Belajar dari Pendahulu
(amm)
Berita Terkait
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi,...
Prabowo-Sandi atau Anies-Sandi, Mana Lebih Disuka Pemilih Muslim?
Membaca Peluang Anies...
Membaca Peluang Anies - Sandi di Pilpres 2024
Survei: Pilpres 2024...
Survei: Pilpres 2024 Diikuti 2 Paslon, Anies-Sandi Kalahkan Ganjar-Kamil
Duet Anies-Sandi Berpeluang...
Duet Anies-Sandi Berpeluang Muncul di Pilpres 2024
Anies, JK, hingga Sandi...
Anies, JK, hingga Sandi Nonton Bareng Film Lafran
Pilpres 2024, Duet Anies-AHY...
Pilpres 2024, Duet Anies-AHY Bisa Mengimbangi Ganjar-Sandi
Berita Terkini
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
5 jam yang lalu
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
7 jam yang lalu
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
9 jam yang lalu
Besok Upacara Peringatan...
Besok Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Cari Jalur Alternatif Hindari Kemacetan
9 jam yang lalu
Gunung Dukono Maluku...
Gunung Dukono Maluku Utara Erupsi, PVMBG Imbau Masyarakat Waspada
10 jam yang lalu
Gapasdap: Penggunaan...
Gapasdap: Penggunaan B50 untuk Kapal Bebani Biaya Operasional Angkutan Penyeberangan
10 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved