Galang Batang Resmi Ditetapkan Sebagai KEK Industri

Jum'at, 13 Oktober 2017 - 19:52 WIB
Galang Batang Resmi...
Galang Batang Resmi Ditetapkan Sebagai KEK Industri
A A A
GUNUNG KIJANG - Kawasan industri Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Kepulauan Riau seluas 2.590 hektare (ha) ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Kawasan Ekonomi Khusu (KEK). Ini berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2017 yang ditandatangani Presiden Joko Widodo, Rabu lalu (11/10/2017).

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, keberadaan KEK Galang Batang, diyakini akan mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, serta menyerap ribuan tenaga kerja.

“PP-nya sudah ditandatangani Presiden. Kita berharap investor segera berdatangan, membuka industri-industri baru dan menyerap ribuan tenaga kerja,” kata Apri, di Bandar Seri Bentan, Jum’at (13/10/2017).

Menurutnya, keberadaan KEK menawarkan sejumlah kemudahan bagi investor mulai dari insentif fiskal, jaminan investasi, kepastian hukum, pelayanan satu atap, hingga pembangunan infrastruktur.

“Pemerintah Kabupaten Bintan siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepri dan pemerintah pusat, agar KEK ini segera diaplikasikan di lapangan,” ujarnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSPTK) Bintan Hasfarizal Handra mengatakan, KEK Galang Batang akan dibangun di kawasan seluas 2.590 ha dengan nilai investasi berkisar Rp36,3 triliun untuk masa enam tahun. Pengusul dan pengelola dari pembangunan KEK ini PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) yang berencana membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) untuk pertambangan.

"PP No 42 Tahun 2017 tentang KEK Galang Batang sudah ditandatangani. Kalau tidak ada hambatan, rencananya Presiden juga yang akan meresmikan,” ujarnya.

Direktur PT BAI Santoni, mengatakan, setelah KEK Galang Batang ditetapkan presiden, pihaknya segera menyiapkan infrastruktur seperti membangun gedung pelayanan terpadu, melengkapi sarana prasarana fisik seperti penyempurnaan jembatan, jalan.

“Juga listrik, air, maupun telekomunikasi,” kata Santoni.

Untuk tahap pertama dalam satu dua tahun ini merekrut tenaga kerja di bidang konstruksi bangunan. Tahun-tahun selanjutnya baru merekrut bidang operasional industri, diantaranya untuk smelter.

“Kita menargetkan lokasi industri ini 80 persen untuk perusahaan kita sendiri. Sisanya 20 persen kita alokasikan untuk investor pihak lain,” tambah Santoni.
(rhs)
Berita Terkait
Tingkatkan Investasi,...
Tingkatkan Investasi, KEK Galang Batang Targetkan Investasi hingga Rp50 Triliun
Jajaki Kerjasama dengan...
Jajaki Kerjasama dengan UEA, Ini yang Ditawarkan Gubernur Kepri
Bali Bakal Jadi Tuan...
Bali Bakal Jadi Tuan Rumah KTT Pertama AIS Forum
PLTS Terbesar di Dunia...
PLTS Terbesar di Dunia Senilai Rp71,8 Triliun Siap Dibangun di Kepulauan Riau
DPRD Natuna Usulkan...
DPRD Natuna Usulkan Proyek Rempang Eco City Dipindahkan ke Natuna
2 Tahun Tak Operasi,...
2 Tahun Tak Operasi, Pembukaan Rute Pelayaran Karimun-Malaysia Tunggu Izin Imigrasi
Berita Terkini
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
52 menit yang lalu
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
2 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
2 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
2 jam yang lalu
Jadi Kawasan Wisata,...
Jadi Kawasan Wisata, Bali Kian Dilirik Perusahaan Asuransi
3 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
3 jam yang lalu
Infografis
Resmi Dibuka, Ini Formasi...
Resmi Dibuka, Ini Formasi Sekolah Kedinasan 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved