Menikmati Sore di Jembatan Ngalam Indonesia

Jum'at, 13 Oktober 2017 - 10:44 WIB
Menikmati Sore di Jembatan...
Menikmati Sore di Jembatan Ngalam Indonesia
A A A
MALANG - Tangan Jiati (51), berpegangan erat di kedua besi panjang berwarna keemasan, yang menjadi pagar jembatan. Kakinya berjalan dengan diseret, tanpa berani mengangkat telapak kakinya dari lantai kaca.

"Wah…saya takut, kelihatan sungainya. Tapi menyenangkan, pemandangannya bagus," ujar perempuan asal Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur itu sambil tersenyum menyelesaikan perjalanannya melintasi jembatan kaca sepanjang 25, yang membentang di atas Sungai Brantas.

Dia bersama enam anggota keluarganya, sengaja datang berwisata ke Kampung Wisata Warna-warni (KWW) di Kelurahan Jodipan, dan Kampung Tiga Dimensi (Tridi) di Kelurahan Kesatrian, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Menempuh jarak sekitar 70 km dari desanya di Kabupaten Blitar, Jiati bersama suami, ketiga anaknya, dan seorang cucunya, ingin menikmati sore dengan pemandangan penuh warna di kampung wisata, yang sejak beberapa hari lalu telah dilengkapi dengan wahana jembatan kaca.

Ekspresi berbeda ditunjukkan Diana (24). Warga Kepanjen, Kabupaten Malang, tersebut, tampak ceria melintasi jembatan kaca. Beberapa kali dia berhenti di tepi jembatan, untuk melakukan swafoto. "Bagus-bagus tempatnya untuk berfoto. Ini langsung saya unggah di Facebook, dan Instagram," ujarnya.

Anak-anak juga banyak yang berlarian melintasi jembatan dengan ceria. Mereka begitu menikmati hadirnya jembatan setinggi 9,5 meter dari permukaan air sungai. Warna-warni cerah juga menghiasi seluruh bagian jembatan, sehingga menarik untuk dijadikan tempat berfoto.

Jembatan kaca yang diberi nama Jembatan Ngalam Indonesia tersebut menjadi ikon baru bagi kota wisata, kota pendidikan, dan kota industri ini. Bahkan, jembatan yang membentang di atas Sungai Brantas ini, diklaim menjadi jembatan kaca pertama di Indonesia.

Jembatan kaca ini merupakan hasil karya dari dua mahasiswa jurusan teknik sipil, Universitas Muhammadyah Malang (UMM), Khairul Ahmad dan Mahatma Aji Pangestu, dengan bimbingan dosen jurusan teknik sipil UMM Lukito Prasetyo.

Dia mengaku, proses membuat desain jembatan memakan waktu sekitar satu minggu saja. Setelah itu, proses pengerjaannya memakan waktu selama empat bulan. "Jembatan ini didesain dengan kemampuan menampung 50 orang. Lebar efektif jembatan mencapai 1,25 meter," ujarnya.

Seluruh desainnya dibuat sendiri. Termasuk, memberikan kesan tegas dan anggun pada jembatan, dengan menambahkan tower setinggi 7 meter di salah satu sisi jembatan, yang juga berfungsi sebagai tambatan kabel baja penguat jembatan.

Kaca yang digunakan untuk lantai jembatan memiliki ketebatalan 2,4 cm, memiliki kekuatan menahan beban hingga 300 kg/m2, atau setara dengan menahan beban 4 orang/m2. "Kami ingin mempersembahkan karya ini untuk warga Kota Malang, semoga jembatan ini menjadi ikon baru di kota ini," katanya.

Wali Kota Malang M Anton mengaku, pembangunan jembatan kaca tersebut didanai dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Inti Dayaguna Aneka Warna. Produsen cat ini sebelumnya juga telah menyalurkan CSR untuk pengecatan kampung wisata.

Kehadiran jembatan kaca ini diharapkan dapat menambah keindahan dua kampung wisata tersebut. "Jembatan ini diharapkan juga mampu mendukung untuk menarik hadirnya wisatawan," kata Anton.

Sementara, pimpinan PT Inti Dayaguna Aneka Warna, Steven A. Sugiharto mengatakan, jembatan kaca akan selesai dibangun pada tiga bulan mendatang dan akan dihibahkan kepada Pemkot Malang.

"Jembatan kaca ini semoga bisa menambah daya tarik bagi kalangan wisatawan yang berkunjung ke Kampung Warna-warni dan Kampung Tiga Dimensi," ujarnya.
(zik)
Berita Terkait
7 Tempat Wisata Dingin...
7 Tempat Wisata Dingin di Indonesia, Suhunya Tembus 0 Derajat Celsius
9 Rekomendasi Tempat...
9 Rekomendasi Tempat Wisata di Selangor, Malaysia
10 Rekomendasi Tempat...
10 Rekomendasi Tempat Wisata Sejuk Dekat Jakarta untuk Healing di Akhir Pekan
5 Tempat Wisata Dingin...
5 Tempat Wisata Dingin di Karanganyar, Nyaman dan Bikin Betah
10 Rekomendasi Tempat...
10 Rekomendasi Tempat Wisata Antimainstream dan Unik di Indonesia, Nomor 7 Berasa di Luar Bumi
7 Tempat Wisata Sejarah...
7 Tempat Wisata Sejarah di Malang, Menelusuri Jejak Masa Lalu
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
5 jam yang lalu
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
7 jam yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
8 jam yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
8 jam yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
9 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved