Poros Baru Tak Beri Batas Waktu untuk PKS Jika Ingin Bergabung

Kamis, 12 Oktober 2017 - 11:02 WIB
Poros Baru Tak Beri...
Poros Baru Tak Beri Batas Waktu untuk PKS Jika Ingin Bergabung
A A A
BANDUNG - Partai yang tergabung dalam poros baru membuka pintu untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) jika ingin menjadi mitra koalisi. Sejauh ini, poros baru sendiri beranggotakan Demokrat, PPP, PAN, dan Gerindra.

"Kalau PKS mau gabung di poros baru, kita sangat senang. Tapi, dengan catatan, jangan paksakan skenario Demiz-Syaikhu (Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu) karena poros ini tidak setuju," kata Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat Mulyadi, Kamis (12/10/2017).

Mulyadi menegaskan, koalisi Gerindra-PKS untuk Pilgub Jawa Barat 2018 sudah berakhir. Hal itu sesuai dengan keinginan DPD dan direstui langsung Prabowo Subianto. Tapi, khusus untuk pilkada di 16 kabupaten/kota se-Jawa Barat, Gerindra-PKS masih berkomitmen untuk bekerja sama dalam sebuah koalisi.

"Kan Pak Prabowo juga konsisten, beliau sudah mengeluarkan statement terakhir sangat mendengarkan rekomendasi daerah (terkait pilgub). Prabowo sudah sangat tegas saya pikir," ungkapnya.

Disinggung soal PKS yang meyakini koalisi dengan Gerindra untuk pilgub akan tetap bertahan, Mulyadi menyebut itu sebagai pandangan yang berbeda. Apalagi, PKS selalu berkomunikasi langsung ke tingkat DPP Gerindra tanpa memandang tingkat DPD. "Kalau PKS masih keukeuh seperti itu, frekuensinya beda. Mereka selalu bypass ke atas," cetusnya.

Meski begitu, PKS diberi kesempatan besar untuk bergabung ke poros baru. Bahkan, poros baru tidak memberikan batas waktu tertentu. "Kapanpun, selama belum diumumkan (kandidat cagub-cawagub oleh poros baru), silakan saja, tidak ada limit waktu," ucap Mulyadi.

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Iwan Sulandjana juga menegaskan hal yang sama. Poros baru tidak akan membatasi diri bagi partai lain yang ingin bergabung. Bahkan, jika PKS ngotot membawa Demiz-Syaikhu untuk diusulkan diusung, hal itu tidak masalah.

Yang penting, kata Ian, PKS tidak memaksa poros baru untuk mengusung Demiz-Syaikhu. Kalaupun poros baru menerima pasangan Demiz-Syaikhu, mereka harus diseleksi dulu bersama kandidat lain yang sudah dimunculkan masing-masing partai. "Kita akan terima dengan senang hati, tapi (kandidatnya) nanti kita tes. Boleh aja dimasukkan, asal nanti dibahas bersama. Nanti kita adu saja," papar Iwan.
(wib)
Berita Terkait
Alasan Anies Baswedan...
Alasan Anies Baswedan Tak Jadi Maju Pilkada Jawa Barat 2024
PDIP Bakal Usung Figur...
PDIP Bakal Usung Figur Kejutan di Pilgub Jabar, Siapa Itu?
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Paslon Cagub Jabar 2024, Ada yang dari SD hingga S3 di Luar Negeri
Ridwan Kamil Buka-bukaan...
Ridwan Kamil Buka-bukaan Sebut Mudah Menang jika Maju Pilkada Jabar
KPU dan Pemprov Jabar...
KPU dan Pemprov Jabar Sepakati Dana Pilgub 2024 Capai Rp1,104 Triliun
Dedi Mulyadi Daftar...
Dedi Mulyadi Daftar Pilgub Jabar 27 Agustus Bareng R1, Apakah Erwan Setiawan?
Berita Terkini
Raih Penghargaan Garda...
Raih Penghargaan Garda Kemanusiaan Aceh, Safrizal: Penanganan Bencana Kerja Kolaboratif
11 menit yang lalu
Malam Ini, Lampu Jalan...
Malam Ini, Lampu Jalan Protokol Jakarta hingga Monas Bakal Dipadamkan Sejam
42 menit yang lalu
Bawa Molotov saat Demo...
Bawa Molotov saat Demo Mahasiswa, Satu Pengunjuk Rasa Jadi Tersangka
49 menit yang lalu
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
50 menit yang lalu
Gudang di Pluit Karang...
Gudang di Pluit Karang Karya Barat Kebakaran, 14 Unit Damkar Dikerahkan
1 jam yang lalu
Warga Jakarta Bisa Liburan...
Warga Jakarta Bisa Liburan Gratis ke Ancol Akhir Juni, Kuota Terbatas!
1 jam yang lalu
Infografis
Trump Ingin Relokasi...
Trump Ingin Relokasi Warga Gaza ke Indonesia, Kemlu: Tak Dapat Diterima!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved