Gubernur Ini Berikan Segepok Duit pada Belasan Guru Honorer
Kamis, 14 September 2017 - 13:36 WIB
Gubernur Ini Berikan Segepok Duit pada Belasan Guru Honorer
A
A
A
KOTAWARINGIN BARAT - Belasan guru di Kotawaringan Barat menagih janji honor insentif kepada Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran yang datang berkunjung.
Pasalnya, honor para guru tersebut belum dibayar sejak Januari hingga Agustus 2017. Sebab sejak Januari 2017 seluruh pengelolaan sekolah diambil alih provinsi.
"Mumpung ada Pak Gubernur kunjungan ke sini kita mengadu tentang uang insentif kami yang belum cair sejak Januari hingga sekarang, per bulan sesuai SK kami mendapat Rp650 ribu, "ujar seorang guru honorer SMAN 1 Pangkalan Bun, Niki Kasmiri, usai kunjungan gubernur, Kamis (14/9/2017).
Dikatakan, macetnya uang insentif bagi guru honorer ini terjadi di seluruh kabupaten di Kalteng. "Kalau di SMAN 1 Pangkalan Bun ada 11 guru honorer. Guru honorer se Kalteng juga belum menerima uang insentif ini," keluhnya.
Mendapat keluhan dari sejumlah guru honor ini, orang nomor satu di Kalteng ini langsung menelpon anggota DPRD Provinsi Kalteng untuk menanyakan kenapa bisa terlambat pencairannya.
Ia meminta seluruh pihak untuk mempercepat proses pencairan uang insentif bagi para guru honorer se Kalteng. "Justru ini bagusnya jika saya langsung ke lapangan dan menerima keluhan secara langsung. Dan pasti akan kami urus secepatnya," ujar Sugianto Sabran usai mendapat keluhan dari para guru.
Merasa iba dan simpati kepada para guru honorer, gubernur langsung memberikan segepok uang kepada perwakilan guru honorer SMAN 1 Pangkalan Bun supaya dibagi sambil menunggu pencairan dana insentif. Uang tersebut diberikan secara pribadi supaya para guru tetap bisa bekerja dengan maksimal. "Yang jelas nanti akan kita cairkan secepatnya," pungkasnya.
Pasalnya, honor para guru tersebut belum dibayar sejak Januari hingga Agustus 2017. Sebab sejak Januari 2017 seluruh pengelolaan sekolah diambil alih provinsi.
"Mumpung ada Pak Gubernur kunjungan ke sini kita mengadu tentang uang insentif kami yang belum cair sejak Januari hingga sekarang, per bulan sesuai SK kami mendapat Rp650 ribu, "ujar seorang guru honorer SMAN 1 Pangkalan Bun, Niki Kasmiri, usai kunjungan gubernur, Kamis (14/9/2017).
Dikatakan, macetnya uang insentif bagi guru honorer ini terjadi di seluruh kabupaten di Kalteng. "Kalau di SMAN 1 Pangkalan Bun ada 11 guru honorer. Guru honorer se Kalteng juga belum menerima uang insentif ini," keluhnya.
Mendapat keluhan dari sejumlah guru honor ini, orang nomor satu di Kalteng ini langsung menelpon anggota DPRD Provinsi Kalteng untuk menanyakan kenapa bisa terlambat pencairannya.
Ia meminta seluruh pihak untuk mempercepat proses pencairan uang insentif bagi para guru honorer se Kalteng. "Justru ini bagusnya jika saya langsung ke lapangan dan menerima keluhan secara langsung. Dan pasti akan kami urus secepatnya," ujar Sugianto Sabran usai mendapat keluhan dari para guru.
Merasa iba dan simpati kepada para guru honorer, gubernur langsung memberikan segepok uang kepada perwakilan guru honorer SMAN 1 Pangkalan Bun supaya dibagi sambil menunggu pencairan dana insentif. Uang tersebut diberikan secara pribadi supaya para guru tetap bisa bekerja dengan maksimal. "Yang jelas nanti akan kita cairkan secepatnya," pungkasnya.
(nag)