Meski Miliki Fasilitas Mewah, Peminat Bus Premium Masih Rendah

Kamis, 14 September 2017 - 08:31 WIB
Meski Miliki Fasilitas...
Meski Miliki Fasilitas Mewah, Peminat Bus Premium Masih Rendah
A A A
JAKARTA - Minat masyarakat terhadap bus Transjabodetabek kelas premium rute Mega Bekasi Hypermall-Plaza Senayan, relatif rendah. Beragam fasilitas yang disediakan ternyata masih kurang menarik minat masyarakat Bekasi.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono mengatakan, bus Transjabodetabel kelas premium rute Bekasi-Senayan Jakarta sudah dilakukan uji coba sejak Kamis, 7 September 2017 lalu. Jumlah armada yang diturunkan sebanyak tiga bus, beroperasi pada pagi dan sore hari.

Namun, sejauh ini antusias penumpang terhadap bus premium itu masih di bawah 20% dan umumnya penumpangnya pada sore hari. Padahal bus tersebut dilengkapi dengan kursi yang nyaman, AC, Wi-Fi, dan memilki jalur khusus serta boleh menggunakan bahu jalan.

Saat ini, ungkapnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang menyiapkan payung hukum serta marka jalan khusus untuk bus premium tersebut. Bila nanti animo masyarakat meningkat, khususnya saat uji coba itu, BPTJ akan menambah bus tambahan.

"Kalau semua (pengendara pribadi) bergeser, kita tambah 60 bus yang sudah kita siapkan. Kami ingin ada kebijakan untuk menggeser pengendara pribadi ke transportasi umum," imbuhnya. (Baca:Tarif Bus Transjabodetabek Bekasi Barat-Plaza Senayan Mahal)

Menurut dia, pembatasan kendaraan itu perlu diterapkan agar masyarakat Jabodetabek mau menggunakan kendaraan umum, khususnya pengendara pribadi. Memang, terkait pembatasan kendaraan pribadi, pihaknya sejatinya ingin membuat aturan secara bersamaan. Artinya kebijakan itu juga sekaligus bisa mendorong dan mengubah pola pergerakan orang serta barang.

"Jadi, soal angkutan publik selalu dibuat seperti telur dan ayam. Pengendara pribadi tak mau berubah ke umum, dibilang mana kendaraan umumnya? Lalu (pengusaha) angkutan umum, kalau dia investasi besar-besaran mana penumpangnya?" tandasnya.

Dia menyebutkan, tidak lama lagi MRT akan selesai dan LRT tahap pertama juga akan beroperasi. Maka itu, kebijakan tentang pembatasan kendaraan pribadi sejatinya harus dilakukan agar masyarakat beralih ke moda transportasi massal.

"Kalau ini kita selesaikan semua angkutan umum ini ((MRT, LRT, dan bus premium), tak ada alasan penumpang angkutan umumnya tidak ada. Maka itu, maindset penumpang itu harus diubah, harus bergeser. Jika tidak akan makin rendah load-nya, makin rendah. Sekarang saja kan load-nya di bawah 40%," pungkasnya.
(thm)
Berita Terkait
2030, Transjakarta Targetkan...
2030, Transjakarta Targetkan 10 Ribu Bus Listrik Mengaspal
Lewat Apel Pramudi,...
Lewat Apel Pramudi, Transjakarta Perkuat Budaya Keselamatan
417 Bus Transjakarta...
417 Bus Transjakarta yang Terbengkalai Dilelang
Bus Wisata Transjakarta...
Bus Wisata Transjakarta Layani 56.811 Pengguna selama Libur Lebaran
3 Rute Transjakarta...
3 Rute Transjakarta Ramai Penumpang, Nomor 1 Disesaki 8 Juta Orang
Mulai 20 Juni Transjakarta...
Mulai 20 Juni Transjakarta akan Tambah Lima Rute Baru
Berita Terkini
Soal Insiden di UGM,...
Soal Insiden di UGM, Wamentan: Kita Demokratis, Siap Diskusi dengan Siapapun
13 menit yang lalu
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
2 jam yang lalu
Kronologi Mahasiswa...
Kronologi Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko, Sudaryono dan Nusron Wahid saat Diskusi di UGM
2 jam yang lalu
Dari Keinginan Bahagiakan...
Dari Keinginan Bahagiakan Orang Tua, Lahir Warung Irine Gresik
3 jam yang lalu
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
15 jam yang lalu
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
15 jam yang lalu
Infografis
Manfaat Ubi Ungu Bagi...
Manfaat Ubi Ungu Bagi Kesehatan, Miliki Kadar Gula Rendah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved