DPR Imbau Seluruh Rumah Sakit Tak Tiru Mitra Keluarga Kalideres

Senin, 11 September 2017 - 18:22 WIB
DPR Imbau Seluruh Rumah...
DPR Imbau Seluruh Rumah Sakit Tak Tiru Mitra Keluarga Kalideres
A A A
JAKARTA - DPR mengimbau seluruh rumah sakit di Indonesia tidak meniru perlakuan Rumah Sakit (RS) Mitra Keluarga Kalideres terhadap Tiara Debora Simanjorang. Adapun bayi berumur empat bulan itu meninggal dunia di IGD RS Mitra Keluarga Kalideres lantaran telat mendapatkan perawatan karena terkendala masalah uang muka alias down payment (DP).

Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong mengatakan, RS juga memiliki fungsi-fungsi sosial. "RS sama sekali enggak boleh menolak pasien, apapun tingkat kegawatannya," ujar Ali di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/9/2017).

Maka itu, Ali sangat menyesalkan sikap RS Mitra Keluarga Kalideres terhadap Tiara Debora Simanjorang. Ali melanjutkan, pemerintah dan DPR bertanggung jawab jika ada warga yang mengalami seperti Debora.

"Oleh karena itu tidak boleh terulang kembali kasus ini terhadap Debora-debora yang lain pada rumah sakit manapun di seluruh tanah air," ungkap politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Menurut dia, izin semua rumah sakit swasta, termasuk RS Mitra Keluarga Kalideres perlu dievaluasi. "Di dalam izin itu dikandung maksud pemerintah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pengelolaan rumah sakitnya, sejauh mana tingkat kualitas pelayanannya," katanya.

Kemudian, sejauh mana tanggung jawab rumah sakit kepada masyarakat. "Dan terakhir agar bisa memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat untuk bisa dapat derajat hidup yang sehat bagi warga negara. Itu prinsip dalam UUD 1945 dan Undang-Undang Kesehatan, Undang-Undang Praktik Kedokteran dan Undang-Undang Jaminan Sosial," ucapnya.

Sekadar diketahui, bayi berumur empat bulan, Tiara Debora Simanjorang meninggal dunia di IGD Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres, belum lama ini. Debora meninggal lantaran pihak Rumah Sakit menolak merawat Debora di ruang PICU, karena uang orang tua bayi itu, Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi kurang.

Pihak rumah sakit menyodorkan harga uang muka perawatan di PICU sebesar Rp19.800.000. Sementara orang tua Debora hanya memiliki uang Rp5 juta.
(whb)
Berita Terkait
UU Omnibus Kesehatan:...
UU Omnibus Kesehatan: Terdiagnosa Cacat Kongenital
Sisi Buram Pelayanan...
Sisi Buram Pelayanan Kesehatan Masyarakat Tanpa Mandatory Spending
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Peduli Kesehatan Masyarakat Suku Baduy
Rekonstruksi Sistem...
Rekonstruksi Sistem Kesehatan: Menanti Perdebatan Capres dan Cawapres 2024
Upaya Bumame Dekatkan...
Upaya Bumame Dekatkan Layanan Kesehatan dengan Keseharian Masyarakat
Menghadirkan Gagasan...
Menghadirkan Gagasan Keadilan Kesehatan dalam Perdebatan Pilpres 2024
Berita Terkini
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
4 menit yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
12 menit yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
23 menit yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
58 menit yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
1 jam yang lalu
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
2 jam yang lalu
Infografis
Jakarta Beri Diskon...
Jakarta Beri Diskon BPHTB 50 Persen bagi Pembeli Rumah Pertama
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved