DKI Dinilai Tak Serius Tindak Tegas Pelanggar Trotoar

Sabtu, 02 September 2017 - 07:38 WIB
DKI Dinilai Tak Serius...
DKI Dinilai Tak Serius Tindak Tegas Pelanggar Trotoar
A A A
JAKARTA - Ketua Koalisi Pejalan Kaki, Ahmad Safrudin menilai, semua pihak terkair tertib trotoar di Jakarta belum mau besikap tegas menerapkan Perda ketertiban umum. Sebab, tidak boleh ada alasan apapun di atas trotoar selain untuk pejalan kaki.

Masih banyaknya kendaraan yang melintas atau terparkir dan PKL, kata Ahmad, merupakan bentuk kegagalan Dinas Perhubungan dan Dinas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dalam melakukan penataan.

"Kalau perangkat daerah saling bersinergi, kami yakin tidak akan ada pihak selain pejalan kaki di atas trotoar. Kami hanya melihat bahwa ini program pencitraan," ungkapnya di Jakarta, Jumat 1 September 2017.

Ahmad menjelaskan, berdasarkan survei PT Pembangunan Jaya pada 2005 ketika rencana pembangunan enam ruas jalan tol digaungkan, ada sekitar 35% warga Jakarta yang memilih untuk berjalan kaki. Posisi itu ada di tingkat pertama, sedangkan untuk transportasi umum ada ditingkat kedua dengan 22%, dan posisi ke-3, ke-4 ditempati kendaraan pribadi.

Artinya, lanjut Ahmad, minat berjalan kaki warga Jakarta sangat tinggi. Hanya saja fasilitasnya tidak memadai, baik itu diokupasi pihak lain ataupun banyak juga yang belum dilengkapi trotoar. Sehingga, banyak orang tua khawatir jikalau anak-anaknya pergi sekolah berjalan kaki diserempet kendaraan.

"Idealnya ruas jalan 7.000 kilometer di Jakarta dilengkapi trotoar dan tidak boleh diokupasi selain pejalan kaki. Kalau ada fasilitas itu, minat wara untuk berjalan kaki sanat tinggi," katanya.

Ahmad menyarankan, agar Pemprov DKI bersama pihak kepolisian konsisten melakukan penertiban trotoar bukan dalam bulan tertentu seperti apa yang tertuang dalam intruksi Gubernur (Ingub) No 99 Tahun 2017 tentang bulan tertib trotoar.

"Kami setiap Jumat terus mengkampanyekan trotoar sebagai tempat pejalan kaki," pungkasnya.
(mhd)
Berita Terkait
Sterilisasi Gereja di...
Sterilisasi Gereja di Malang Jelang Ibadah Natal, Alat Deteksi Bom dan Anjing Pelacak Dikerahkan
Belanda Minta Maaf karena...
Belanda Minta Maaf karena Sterilkan Orang-orang Transgender
Bikin Trotoar Complete...
Bikin Trotoar Complete Street, Ternyata Ini yang Ingin Anies Baswedan Capai
Jalan Kaki di Trotoar...
Jalan Kaki di Trotoar  
Revitalisasi Trotoar...
Revitalisasi Trotoar Jalan di Kawasan Senopati
Aktivitas Mulai Normal...
Aktivitas Mulai Normal dengan Sterilisasi dan Prokes Ketat
Berita Terkini
Imigrasi Semarang Bongkar...
Imigrasi Semarang Bongkar Praktik Love Scamming, Tangkap 4 WNA China
1 jam yang lalu
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
1 jam yang lalu
Makin Fleksibel! Keliling...
Makin Fleksibel! Keliling Dunia Nggak Masalah, Daftar BRImo Kini Bisa dari 15 Negara
1 jam yang lalu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
1 jam yang lalu
Wujudkan Desa Mandiri,...
Wujudkan Desa Mandiri, BRI Peduli Dorong Wisata dan Edukasi Berbasis Masyarakat di Ketapanrame
2 jam yang lalu
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
2 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved