Kerap Terima Pesan dari WIL, Motif Tukang Parkir Bunuh Istri
Kamis, 31 Agustus 2017 - 20:13 WIB
Kerap Terima Pesan dari WIL, Motif Tukang Parkir Bunuh Istri
A
A
A
BEKASI - Aksi nekat yang dilakukan pemuda berinisial RH (24), menghabisi nyawa istrinya, Intan Sarni (21) di rumahnya Kampung Pakuning, RT002/01, Desa Sukarapih, Tambelang, Kabupaten Bekasi karena kerap ketahuan menerima pesan singkat dari wanita idaman lain (WIL).
"Istri tersangka cemburu melihat suaminya ternyata mempunyai wanita idaman lain," kata Kapolsek Tambelang, AKP Supriyanto kepada SINDOnews, Kamis (31/8/2017).
Menurutnya, karena itulah korban Intan marah, diduga mencaci-maki suaminya pada Rabu 30 Agustus 2017 malam.
Kemudian tersangka tukang parkir di Pasar Cibitung ini tidak terima dimarahi, dan mencekik istrinya hingga tewas. Panik melihat istrinya tewas, RH berusaha mengaburkan kasus tersebut dengan menyebut bahwa istrinya tewas karena gantung diri di dalam kamar tidur.
Warga setempat yang dilapori percaya, dan melaporkan kejadian itu kepada polisi. Tidak lama kemudian, penyidik datang untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, penyidik curiga bahwa luka biru di bagian leher bukan dari bunuh diri, melainkan cekikan orang.
Karena itu, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramajati, Jakarta Timur untuk diautopsi. Kepada penyidik, tersangka mengakui perbuatannya menghabisi nyawa istrinya.
"Sudah kami tetapkan tersangka dan kami jerat Pasal 338 KUHP," ungkapnya. (Baca: Cekik Istri hingga Tewas, Suami Melapor Korban Bunuh Diri )
"Istri tersangka cemburu melihat suaminya ternyata mempunyai wanita idaman lain," kata Kapolsek Tambelang, AKP Supriyanto kepada SINDOnews, Kamis (31/8/2017).
Menurutnya, karena itulah korban Intan marah, diduga mencaci-maki suaminya pada Rabu 30 Agustus 2017 malam.
Kemudian tersangka tukang parkir di Pasar Cibitung ini tidak terima dimarahi, dan mencekik istrinya hingga tewas. Panik melihat istrinya tewas, RH berusaha mengaburkan kasus tersebut dengan menyebut bahwa istrinya tewas karena gantung diri di dalam kamar tidur.
Warga setempat yang dilapori percaya, dan melaporkan kejadian itu kepada polisi. Tidak lama kemudian, penyidik datang untuk melakukan penyelidikan. Hasilnya, penyidik curiga bahwa luka biru di bagian leher bukan dari bunuh diri, melainkan cekikan orang.
Karena itu, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramajati, Jakarta Timur untuk diautopsi. Kepada penyidik, tersangka mengakui perbuatannya menghabisi nyawa istrinya.
"Sudah kami tetapkan tersangka dan kami jerat Pasal 338 KUHP," ungkapnya. (Baca: Cekik Istri hingga Tewas, Suami Melapor Korban Bunuh Diri )
(mhd)