Wali Kota Tegal Disebut Jual Jabatan Kabid Rp60 Juta

Kamis, 31 Agustus 2017 - 15:15 WIB
Wali Kota Tegal Disebut...
Wali Kota Tegal Disebut Jual Jabatan Kabid Rp60 Juta
A A A
TEGAL - Wali Kota Tegal Siti Masitha Soeparno disebut-sebut sebagai pemimpin yang arogan dan kerap mencopot jabatan bawahannya tanpa alasan jelas. Bahkan, proses mutasi dilakukannya tanpa memerhatikan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) terhadap posisi yang ditempati.

"Dia (Siti Masitha) memindahkan orang seenaknya. Ada dokter sepesialis kulit ditaruh di dinas nonkesehatan, ini apa? PNS itu kan ada pola karier, jadi kalau ada mutasi minimal dua tahun. Ini enggak, baru sebulan, dua bulan pindah, baru jalan setengah tahun pindah," ujar mantan Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindag Kota Tegal, Khaerul Huda, Rabu (30/8/2017).

Menurutnya, pola mutasi yang tak jelas itu tak hanya menyalahi aturan, tetapi juga memunculkan tanda tanya masyarakat. Pertanyaan warga akhirnya terjawab, setelah ada kabar jika ingin menempati jabatan tertentu harus membayar dengan nominal tertentu.

"Akhirnya orang kan bertanya-tanya. Bagaimana proses mutasi itu? Hingga kesimpulannya mengerucut pada ini (mutasi) harus membayar. Hal itu juga diakui oleh sebagian orang yang kemarin ada pelantikan. Dia menjadi kabid (kepala bidang) membayar Rp60 juta," bebernya.

Dia pun menambahkan, praktik suap untuk mendapatkan jabatan tertentu akan sangat sulit dibuktikan. Untuk itu, KPK tak berhenti pada kasus yang saat ini ditangani, tetapi juga diminta mengusut dugaan jual-beli jabatan di lingkungan Kota Tegal.

"Memang seperti ini kan enggak bisa dibuktikan, tapi ini ada pengakuan yang didengar oleh temannya dan disampaikan ke kami. Semoga KPK dan aparat penegak hukum bisa mengungkap dan mendalami kasus ini," pungkasnya.
(rhs)
Berita Terkait
KPK: Sebagian Besar...
KPK: Sebagian Besar Perilaku Korupsi dari Pelaku Usaha Berupa Penyuapan
Berkomitmen Anti Suap,...
Berkomitmen Anti Suap, Begini Jurus Langkah Waskita Karya
Apa Hukum Suap-menyuap...
Apa Hukum Suap-menyuap dalam Agama Islam?
Karantina Pertanian...
Karantina Pertanian Makassar Konsisten Cegah Penyuapan
Peruri Terima Sertifikat...
Peruri Terima Sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2016
Itjen Kemenkumham Raih...
Itjen Kemenkumham Raih ISO Sistem Manajemen Antipenyuapan
Berita Terkini
Yeho Gathering 2026,...
Yeho Gathering 2026, Merayakan 20 Tahun Perjalanan Sekolah
5 jam yang lalu
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
8 jam yang lalu
Liburan ke China Makin...
Liburan ke China Makin Praktis, Kini Bisa Tinggal Scan Pakai QRIS Cross-Border BRImo!
9 jam yang lalu
Ribuan Masyarakat Antusias...
Ribuan Masyarakat Antusias Ikuti Breakfast Jakarta Bersih di Kemendikdasmen
9 jam yang lalu
Mulai Roadshow Konsolidasi...
Mulai Roadshow Konsolidasi dari Klungkung, Perindo Bali Bidik Lolos Verifikasi 100%
10 jam yang lalu
Suhud Alynudin Dilantik...
Suhud Alynudin Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Jakarta
11 jam yang lalu
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved