Sapi Gorontalo Diawasi Jangan Masuk Sulut

Rabu, 30 Agustus 2017 - 19:53 WIB
Sapi Gorontalo Diawasi...
Sapi Gorontalo Diawasi Jangan Masuk Sulut
A A A
MANADO - Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Utara (Sulut) menjamin kualitas sapi aman dikonsumsi di tengah meningkatnya permintaan sapi kurban jelang Idul Adha. Jaminan keamanan ini menyusul adanya kematian sapi akibat bakteri antraks yang tengah merebak di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Sulut Arie Bororing menyatakan pihaknya terus memantau dan mengawasi jangan sampai sapi Gorontalo masuk Sulut.

“Apalagi di tengah tingginya permintaan menjelang hari raya Idul Adha serta umat muslim yang akan berkurban,” katanya, Rabu (30/8/2017).

Dia menegaskan, sapi di Sulut sangat aman dan tidak ada sapi yang terdeteksi antraks. Menurutnya, daging sapi yang dikonsumsi masyarakat Sulut berasal dari daerah dan kabupaten yang tersebar merata di Sulut.

“Sampai hari ini kebutuhan daging sapi dan sapi untuk kurban mencukupi. Apalagi populasi sapi di Sulut hampir 200.000 lebih yang tersebar merata di tiap daerah baik dari Minahasa maupun Bolmong Raya,” jelasnya.

Menurut dia, stok untuk kurban juga cukup, jadi tidak perlu mendatangkan dari daerah lain. Apalagi sapi lokal peranakan ongole juga kualitasnya cukup baik.

“Kami juga akan memantau terus baik di rumah pemotongan hewan (RPH) maupun pasar-pasar huna mengantisipasi jangan sampai ada susupan sapi dari Gorontalo,” tukasnya.

Untuk terus memastikan kualitas daging yang dikonsumsi masyarakat, Distanak intensif melakukan rajia lewat pos-pos di wilayah perbatasan dan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota.

Sementara itu, salah satu konsumen sapi, Darwin mengaku sapi Gorontalo harganya memang lebih murah dibandingkan dari Sulut.

“Mereka menawarkan harga sapi di kisaran Rp14 juta itu sudah sangat bagus dan siap diantar sampai rumah,” tuturnya.

Namun, kata Darwin, sapi di Manado dipatok dengan harga lebih mahal di kisaran Rp15 juta-Rp25 juta. “Sekarang permintaannya naik jadi harga sapi sudah mahal,” katanya.
(sms)
Berita Terkait
Ini Gejala yang Muncul...
Ini Gejala yang Muncul pada Manusia setelah Konsumsi Daging Terinfeksi Antraks
Apakah Penyakit Antraks...
Apakah Penyakit Antraks Bisa Menular Lewat Tanah? Simak Penjelasannya
Kasusnya Sebabkan 1...
Kasusnya Sebabkan 1 Pasien di Yogyakarta Meninggal, Ini Alasan Antraks Dapat Mematikan
Kemenkes Ungkap Bahaya...
Kemenkes Ungkap Bahaya Penularan Antraks, Bisa Sebabkan Meningitis hingga Kematian
Puluhan Warga DIY Suspect...
Puluhan Warga DIY Suspect Antraks, 1 Meninggal Dunia
Positif Antraks, 1 Warga...
Positif Antraks, 1 Warga Gunungkidul Meninggal Dunia
Berita Terkini
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
10 jam yang lalu
BSU Lanjutkan Komitmen...
BSU Lanjutkan Komitmen Dukungan Pendidikan Anak di Tahun Ajaran Baru 2026
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Percepat...
Pemerintah Diminta Percepat Penanganan Pengungsi Konflik Papua dan Tindak Tegas KKB
10 jam yang lalu
Roy Suryo Bakal Ajukan...
Roy Suryo Bakal Ajukan Praperadilan Jilid III soal Penerapan Pasal 35 UU ITE
11 jam yang lalu
UNJ Dampingi Penguatan...
UNJ Dampingi Penguatan Kapasitas Guru PKBM Ghaisan Cendekia
11 jam yang lalu
Bea Cukai-Polri Bongkar...
Bea Cukai-Polri Bongkar Penyelundupan 3.336 Gram Narkotika di Bandara Soekarno-Hatta
11 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved