Ogah Gaji Supeltas, DKI Minta Polisi Gunakan Dana Hibah

Senin, 28 Agustus 2017 - 23:12 WIB
Ogah Gaji Supeltas,...
Ogah Gaji Supeltas, DKI Minta Polisi Gunakan Dana Hibah
A A A
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta kepolisian mengunakan dana hibah yang diberikannya untuk menggaji Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas). Perekrutan Supeltas diharapkan menjadi solusi entaskan kemacetan bukan beban bagi masyarakat.

Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjiatmoko mengatakan, sistem perekrutan Supeltas sepenuhnya berada di bawah pihak kepolisian dalam hal ini Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya. Artinya, kata dia, Pemprov DKI tidak bisa mengeluarkan anggaran baru untuk menggaji para Supeltas tersebut.

"Kalau gaji Supeltas dari anggaran DKI, dia harus melekat kepada tugas dan fungsi perangkat daerah. Ini kan pola rekrutmen, pengelolaan, pengawasan, tidak ada di dalam perangkat daerah kita. Jadi kalau polisi mau memberi gaji, ambilnya dari pos dana hibah saja," kata Sigit saat dihubungi, Senin (28/8/2017).

Sigit menjelaskan, dalam mekanisme anggaran, Undang-undang pengelolaan keuangan daerah itu tidak memungkinkan pemerintah daerah mengeluarkan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terhadap pembelanjaan pihak lain. Menurutnya, Anggaran DKI hanya diberikan ke kepolisian dan TNI dalam bentuk hibah.

Kendati demikian, Sigit mendukung langkah kepolisian untuk membina 'Pak Ogah' menjadi Supeltas agar lalu lintas di Jakarta semakin tertib. Terpenting buat Dinas Perhubungan adalah bahwa keberadaan Supeltas bisa menjadi polisi yang baik. Untuk itu, lanjutnya, Pemprov DKI berpastisipasi sebagai timbal balik yang bentuknya bukan salary.

"Misalnya pemberian identitas kaya pemberian seragam. Supeltas itu bentuk partisipasi ya tidak boleh semata mata mengharapkan imbalan jasa. Ini kan lebih kepada tanggung jawab moral dan kepedulian kan. Sehingga keberadaan mereka bisa jadi solusi bukan beban bagi masyarakat," tegasnya.

Sementara, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Yudhistira menuturkan, fungsi 'Pak Ogah' itu sebagian kecil dapat membantu lalu lintas dengan baik. Namun, hampir sebagian besar yang membantu lalu lintas dengan mengutamakan kendaraan yang membayar mereka.

Politisi Partai Golkar ini optimistis polisi dapat membina para Pak Ogah tersebut apabila memang diperlukan. Namun, dia meminta agar polisi sebaiknya meminta penambahan dana melalui dana hibah yang diberikan DKI setiap tahunnya.

"Saya pikir itu bisa dilakukan dengan unsur hibah. Dana hibah ditambah. Kalau sudah digaji ya enggak boleh nerima lagi dari pengendara," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Deretan Kota-Kota di...
Deretan Kota-Kota di Indonesia dengan Tingkat Kemacetan Tertinggi
Makin Parah, Jakarta...
Makin Parah, Jakarta Tempati Peringkat Ketujuh Kota Termacet di Dunia
Kurangi Macet di Jakarta,...
Kurangi Macet di Jakarta, Heru Budi Akan Bahas Pembagian Jam Kerja Usai Lebaran
Potret Kemacetan Imbas...
Potret Kemacetan Imbas Penutupan Jalan Protokol
Kerugian Rp71,4 Triliun...
Kerugian Rp71,4 Triliun Akibat Macet Parah di 6 Kota
Jelang Jumatan, Mampang...
Jelang Jumatan, Mampang Prapatan Macet Parah
Berita Terkini
Refly Harun Dampingi...
Refly Harun Dampingi Korban Dugaan Pemerasan Bangun Paulus di PN Jakpus
1 jam yang lalu
BNPP Dorong Percepatan...
BNPP Dorong Percepatan PLBN Seimanggaris, Perkuat Gerbang Negara yang Terhubung ke Koridor Ekonomi BIMP-EAGA
1 jam yang lalu
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
1 jam yang lalu
Riau Bhayangkara Run...
Riau Bhayangkara Run 2026 Ciptakan Efek Ekonomi Rp58,9 Miliar
2 jam yang lalu
Pimpin Gerakan ASRI...
Pimpin Gerakan ASRI di Banyuwangi, Safrizal Ajak Masyarakat Bangun Budaya Kebersihan
2 jam yang lalu
Pimpin ASEAN Smart Cities,...
Pimpin ASEAN Smart Cities, Indonesia Paparkan Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir
2 jam yang lalu
Infografis
Polisi Israel Gunakan...
Polisi Israel Gunakan Kekerasan Bubarkan Protes Yahudi Ortodoks
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved