Ganjil Genap di Jalan Tol, Kata Menhub itu Baru Wacana
Senin, 28 Agustus 2017 - 09:16 WIB
Ganjil Genap di Jalan Tol, Kata Menhub itu Baru Wacana
A
A
A
JAKARTA dan sekitarnya makin macet saja. Macet kian menjadi lantaran berbagai proyek lintasan moda transportasi seperti pembangunan lintasan Light Rail Train (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT), serta penambahan jalan tol dan jembatan dilakukan secara serentak. Pengerjaannya memakan sebagian jalan protokol hingga jalan tol.
Nah, lantaran itu sejumlah kalangan mulai mewacanakan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor. Paling gres, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kini muncul wacana pembatasan sepeda motor diperluas menuju hingga ruas jalan Sudirman-Senayan dan ruas Kuningan Rasuna Said, Jakarta. Gagasan lainnya adalah penerapan sistem ganjil genap di jalan Tol Jakarta-Cikampek sampai pembuatan bus way di jalan tol.
Sistem ganjil genap di jalur tol itu rencananya mulai diujicobakan pekan lalu. Namun, hingga saat ini, pemberlakuan kebijakan tersebut belum final diputuskan. Di sela-sela Diskusi Transportasi bertajuk Mengurai Kemacetan di Jabodetabek, di Kementerian Perhubungan, Kamis pekan lalu, Budi menjelaskan, penundaan itu dilakukan lantaran masih dalam tahap penggodokan bersama pihak terkait seperti Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), PT Trans Jakarta, Jasa Marga, dan lainnya.
"Masih dalam tahap pembahasan bersama beberapa instansi lain dan beberapa ahli tentang bagaimana penerapannya nanti," urainya kepada awak media, termasuk di antaranya Faorick Pakpahan dari SINDO Weekly.
Budi menilai langkah ini merupakan bagian dari solusi kemacetan sebelum proyek pembangunan jalan dan moda transportasi massal resmi digunakan. Benarkah pembatasan kendaraan di lintasan tol akan segera diberkukan? Simak wawancara lengkap Menhub Budi Karya Sumadi di Majalah SINDO Weekly No. 26/VI/2017 yang terbit Senin (28/8/2017).
![Ganjil Genap di Jalan Tol, Kata Menhub itu Baru Wacana]()
Nah, lantaran itu sejumlah kalangan mulai mewacanakan pembatasan penggunaan kendaraan bermotor. Paling gres, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan kini muncul wacana pembatasan sepeda motor diperluas menuju hingga ruas jalan Sudirman-Senayan dan ruas Kuningan Rasuna Said, Jakarta. Gagasan lainnya adalah penerapan sistem ganjil genap di jalan Tol Jakarta-Cikampek sampai pembuatan bus way di jalan tol.
Sistem ganjil genap di jalur tol itu rencananya mulai diujicobakan pekan lalu. Namun, hingga saat ini, pemberlakuan kebijakan tersebut belum final diputuskan. Di sela-sela Diskusi Transportasi bertajuk Mengurai Kemacetan di Jabodetabek, di Kementerian Perhubungan, Kamis pekan lalu, Budi menjelaskan, penundaan itu dilakukan lantaran masih dalam tahap penggodokan bersama pihak terkait seperti Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), PT Trans Jakarta, Jasa Marga, dan lainnya.
"Masih dalam tahap pembahasan bersama beberapa instansi lain dan beberapa ahli tentang bagaimana penerapannya nanti," urainya kepada awak media, termasuk di antaranya Faorick Pakpahan dari SINDO Weekly.
Budi menilai langkah ini merupakan bagian dari solusi kemacetan sebelum proyek pembangunan jalan dan moda transportasi massal resmi digunakan. Benarkah pembatasan kendaraan di lintasan tol akan segera diberkukan? Simak wawancara lengkap Menhub Budi Karya Sumadi di Majalah SINDO Weekly No. 26/VI/2017 yang terbit Senin (28/8/2017).

(bbk)