Survey Pilkada Serentak, PDIP Jatim Butuh Dana Rp3 Miliar

Sabtu, 19 Agustus 2017 - 01:17 WIB
Survey Pilkada Serentak,...
Survey Pilkada Serentak, PDIP Jatim Butuh Dana Rp3 Miliar
A A A
SURABAYA - DPD PDIP Jawa Timur (Jatim) membutuhkan dana sebesar Rp3 miliar untuk biaya survey 18 kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan pilkada serentak tahun depan. Dana tersebut bukan berasal dari kas internal partai, melainkan dibebankan pada calon yang hendak maju lewat PDIP.

Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi usai uji kelayakan dan kepatutan bakal calon kepala daerah di Jatim, Sabtu (19/8/2017) di Kantor DPD PDIP Jatim, Jalan Kendangsari mengatakan, untuk satu daerah pemilihan, dibutuhkan dana untuk survey sebesar Rp150 juta.

Materi yang disurvey diantaranya potensi daerah dan kondisi politik serta potensi kemenangan calon. "Untuk dana survey-nya dari mana terserah calon. Bisa dari kas internal cabang (PDIP) atau dari kantong pribadi," katanya.

Dia menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 10 lembaga yang siap melakukan survey. Diantaranya, Indobarometer, Poltracking, Pusdeham dan sejumlah lembaga survey lainnya. Sehingga, tiap daerah akan disurvey oleh lembaga yang berbeda.

Dana sebesar Rp150 juta tersebut biasanya jumlah sample-nya tidak begitu banyak, yakni sekitar 300 orang. Jika jumlah sample diperbanyak, tentu dananya akan lebih besar lagi. "Saat ini ada sebanyak 50 orang yang mengikuti uji kelayakan. Dari jumlah itu, sekitar 40% merupakan kader PDIP," ujarnya.

Pilkada serentak tahun 2018 di Jatim terdiri dari Pilgub Jatim serta 18 pilkada kabupaten dan kota. Diantaranya, Kota Malang, Kota Probolinggo, Kota Kediri, Kota Madiun, Kota Mojokerto, Kabupaten Pasuruan, Bojonegoro, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Bondowoso, Madiun, Nganjuk, Tulungagung, Jombang, Magetan, Lumajang dan Probolinggo.

"Dari jumlah itu, setidaknya kami bisa menang di 12 kabupaten/kota. Ada beberapa daerah yang wajib menang seperti Probolinggo, Tulungagung, Nganjuk dan Mojokerto. Ini karena daerah tersebut sejak reformasi sudah dikuasai PDIP," pungkas Kusnadi.
(nag)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Masyarakat Harus Mengutamakan...
Masyarakat Harus Mengutamakan Aspek Rasionalitas saat Pilkada
738 Bakal Pasangan Calon...
738 Bakal Pasangan Calon Terdaftar Dalam Pilkada 2020
Mencegah Konflik Pilkada...
Mencegah Konflik Pilkada Serentak
Peringatan Protokol...
Peringatan Protokol Kesehatan Pilkada Ditengah Masa Pandemi Corona
Pilkada 2020 Tanpa APD,...
Pilkada 2020 Tanpa APD, Bawaslu Ingatkan Potensi Konflik
Berita Terkini
PWI Laporkan Hotman...
PWI Laporkan Hotman Paris ke Polisi, Sahroni Yakin Diusut secara Transparan
1 jam yang lalu
Pembangunan Fakultas...
Pembangunan Fakultas Kedokteran Telkom University di Bandung Rampung
1 jam yang lalu
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
4 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
8 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
8 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
9 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved