Polda Sebut 39 Ton Beras Sitaan dari Bulog Lahat Berbahaya

Jum'at, 11 Agustus 2017 - 19:03 WIB
Polda Sebut 39 Ton Beras...
Polda Sebut 39 Ton Beras Sitaan dari Bulog Lahat Berbahaya
A A A
PALEMBANG - Polda Sumsel menyatakan 39 ton beras oplosan yang disita dari Sub Divre Perusahaan Umum (Perum) Bulog Kabupaten Lahat, dinyatakan berbahaya dan tidak layak konsumsi. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel pun sudah meningkatkan status kasus ini dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Beras tersebut dinyatakan tidak layak konsumsi setelah melalui pengujian tiga laboratorium. Pertama di Laboratorium Pengujian Balai Benih Kementerian Pertanian Subang, Jawa Barat; Laboratorium cabang Palembang; dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Kementerian Kesehatan.

"Ada tiga laboratorium yang kita lakukan untuk memeriksa beras oplosan di gudang bulog lahat. Hasilnya kualitas beras di bawah standar mutu yang paling rendah dan ini sangat berbahaya untuk dikonsumsi," ujar Kapolda Sumsel Irjen Pol Agung Budi Maryoto, Jumat (11/8/2017).

Polda Sumut sudah memeriksa lima orang yaitu Kasubdit Divre Gudang Lahat, AN; Ketua Tim Pelaksana Gudang, GB; Kepala Gudang, FA; staf pelaksana, A; dan staf administrasi, N. Selain itu penyidik juga memeriksa tiga orang saksi yang melaporkan beras tersebut.

Agung menjelaskan, status lima orang yang sudah diperiksa tersebut belum ditentukan. Pasalnya, pihaknya akan melakukan gelar perkara terlebih dahulu.

Sebagaimana diketahui, kasus ini berawal saat Tim Satgas Pangan Dit Krimsus Polda Sumsel menerima laporan dan melakukan pengungkapan beras bulog oplosan di Lahat yang dimulai sejak 18-22 Juli lalu. Saat itu, Tim Satgas Pangan mengklaim menemukan 39 ton beras bulog raskin tidak layak konsumsi yang dioplos dan didistribusikan ke masyarakat.

Selain itu, dari hasil pemeriksaan dokumen Tim Satgas Pangan menemukan 1.089 ton beras tidak layak konsumsi pengadaan pada 2016 yang telah dioplos dan sekitar 1.000 ton telah didistribusikan pada masyarakat.
(wib)
Berita Terkait
Pecah Rekor, Impor Beras...
Pecah Rekor, Impor Beras 2024 Butuh Anggaran Lebih Rp30 Triliun
Peningkatan Produksi...
Peningkatan Produksi Beras Disebut Hanya 0,55% dalam 22 Tahun, Gak Bahaya Ta?
Harga Beras Naik Gila-gilaan,...
Harga Beras Naik Gila-gilaan, Produksi RI Minus 2,8 Juta Ton
Anomali Harga Beras...
Anomali Harga Beras Bikin Boncos Rp99 T, Pemerintah Ultimatum Pelaku Usaha 2 Minggu
Statistikulasi dan Cerita...
Statistikulasi dan Cerita Produksi Beras Indonesia yang 'Wow'
Beras Premium Langka...
Beras Premium Langka dan Mahal, Begini Penjelasan BI Jakarta
Berita Terkini
Pemkab Bogor Tegaskan...
Pemkab Bogor Tegaskan Komitmen Jalankan Putusan PTUN Bandung Terkait Sentul City
2 jam yang lalu
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
4 jam yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
5 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
5 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
5 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
6 jam yang lalu
Infografis
Kapuspen TNI Tegaskan...
Kapuspen TNI Tegaskan Tak Ada Personel Datangi Polda Metro Jaya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved