Perluasan Pembatasan Sepeda Motor, DKI Siapkan 12 Kantong Parkir

Rabu, 09 Agustus 2017 - 08:23 WIB
Perluasan Pembatasan...
Perluasan Pembatasan Sepeda Motor, DKI Siapkan 12 Kantong Parkir
A A A
JAKARTA - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan melakukan uji coba perluasan pembatasan sepeda motor hingga bundaran Senayan. Dalam uji coba tersebut Dishub DKI sudah menyiapkan 12 kantong parkir.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah, pihaknya akan menyiapkan kantong parkir bagi sepeda motor di sekitar Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat.

Lokasinya antara lain Carefour Duta Merlin kapasitas 1.000 motor, Gedung BII sejumlah 640 motor, Wisma Nusantara sebanyak 600 motor, Grand Indonesia kapasitas 1.950 motor, IRTI Monas kapasitasnya 700 motor.

"Ada 12 kantung parkir yang disiapkan dengan kapasitas sebanyak 9.724 unit mobil dan 6.528 unit motor," katanya saat Forum Group Discussion (FGD) rencana umum pengendalian pembatasan sepeda motor di Jabodetabek, di kawasan Pancoran, Selasa (8/8/2017).

Kepala Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menilai pelarangan kendaraan roda di Jalan Sudirman – Thamrin merupakan salah satu solusi untuk menekan kemacetan ketimbang mengurangi produksi kendaraan bermotor.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah kendaraan roda dua yang beredar di Ibu Kota pada 2015 mencapai 13.989.590 unit. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 13.084.372 unit.

"pelarangan motor tak hanya akan diberlakukan di Ibu Kota tapi juga di daerah penyangga. Pak Menteri Perhubungan menyetujuinya. Tapi harus ada kajian dahulu dan diberlakukan dengan hati-hati. Untuk mengurangi motor di Jakarta tidak bisa dengan menghentikan penjualan, karena industri terus tumbuh," katanya.

Project Basis PT Rekayasa Teknik Artindo, konsultan yang ditunjuk pemerintah untuk mengkaji perluasan pelarangan motor, Budi Hartanto Susilo menyebutkan, pelarangan sepeda motor di Jalan Sudirman tidak serta merta membuat pemotor memilih pindah ke angkutan publik.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan dengan wawancara langsung terhadap 100 narasumber, kata dia, hanya sekitar 45 persen yang memilih angkutan umum, sementara sisanya mencari jalur alternatif.

"Kami menyarankan penambahan armada angkutan publik hanya sebanyak 16 bus besar pada 2018 dan 13 armada pada 2023," ungkapnya.
(ysw)
Berita Terkait
Ini Deretan Jenis Sepeda...
Ini Deretan Jenis Sepeda Motor yang Dilarang Beli Pertalite
Tips Memilih dan Merawat...
Tips Memilih dan Merawat Ban Sepeda Motor
Pasar Sepeda Motor Nasional...
Pasar Sepeda Motor Nasional Kirim Sinyal Bahaya, Penjualan Kumulatif 2025 Terkoreksi di Tengah Tekanan Ekonomi
Pasar Motor Lesu, Suzuki...
Pasar Motor Lesu, Suzuki Beri Kode ke Pemerintah: Turunkan Bunga, Penjualan Bisa Melesat 10%!
Penjualan Motor Maret...
Penjualan Motor Maret 2025 Anjlok! Target 6,5 Juta Unit Tidak Tercapai?
Tahta Bergoyang Sang...
Tahta Bergoyang Sang Raja Jalanan: Honda Dominasi Pasar Motor, tapi Penjualan Mulai Kehilangan Tenaga
Berita Terkini
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
32 menit yang lalu
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
59 menit yang lalu
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
59 menit yang lalu
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
1 jam yang lalu
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
1 jam yang lalu
12 Wilayah Indonesia...
12 Wilayah Indonesia Siaga Tsunami Pascagempa M7,7 yang Berpusat di Filipina
3 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Menggelar Car Free Day di Rasuna Said
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved