Polisi Selidiki Kasus Dibakarnya Terduga Pencurian Amplifier Musala

Kamis, 03 Agustus 2017 - 06:40 WIB
Polisi Selidiki Kasus...
Polisi Selidiki Kasus Dibakarnya Terduga Pencurian Amplifier Musala
A A A
BEKASI - Polres Metro Bekasi akan menyelidiki kasus main hakim sendiri yang dilakukan massa di Kampung Muara Bakti RT 012/07, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Dalam aksi ini, sejumlah massa membakar MA yang diduga mencurian amplifier musala.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Rizal Marito mengatakan, warga tidak sepatutnya main hakim sendiri. Apalagi perbuatan massa itu sampai mengakibatkan MA meninggal dunia.

"Untuk pengeroyokan yang mengakibatkan MA meninggal dunia akan tetap kami proses," ungkap Rizal Marito saat dihubungi SINDOnews Rabu, 2 Agustus 2017 malam tadi. Rizal menuturkan, penyidik tengah menggali keterangan para saksi di lapangan terkait kematian pria yang sehari bekerja sebagai tukang service peralatan elektronik tersebut.

Bahkan video pembakaran MA akan dipelajari penyidik guna mengidentifikasi warga yang nekat membakarnya. "Semua yang melanggar aturan ada hukumannya. Pasti, warga yang membakar MA akan kita proses," tegasnya.

Untuk diketahui MA tewas dibakar massa pada Selasa, 1 Agustus 2017 sore lalu karena diduga mencuri alat pengeras suara milik musala. Sebelum dibakar, warga Cikarang Utara ini diamuk massa menggunakan tangan kosong.

Pemicunya, karena MA diduga mencuri alat pengeras suara milik sebuah musolah di Kampung Suka Tenang RT 01/07, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi.

MA sempat melarikan diri dengan cara menceburkan diri ke sebuah kali perbatasan antara Kampung Muara Bakti dengan Kampung Suka Tenang. Warga Kampung Suka Tenang kemudian mengejar MA sampai ke Kampung Muara Bakti.

Setelah menyeberang kali dan masuk ke wilayah Kampung Muara Bakti, MA justru diamuk massa hingga tewas karena dibakar.( Baca: Maling Pengeras Suara Musala Tewas Dibakar Massa )
(whb)
Berita Terkait
Empat WNI Pakistan Terjerat...
Empat WNI Pakistan Terjerat Kasus Pencurian di Surabaya
Google Nyerah Hadapi...
Google Nyerah Hadapi Malware Joker, Dihapus Tetap Saja Mengancam
Cermati, Ini 8 Cara...
Cermati, Ini 8 Cara Hindari Kejahatan Skimming ATM
5 Pencurian di Museum...
5 Pencurian di Museum yang Paling Terkenal, dari Mona Lisa hingga Van Gogh
Polisi Lumpuhkan Pelaku...
Polisi Lumpuhkan Pelaku Pencurian Motor
Terlibat Pencurian Ikan...
Terlibat Pencurian Ikan Ilegal, 24 Nelayan Vietnam Dideportasi
Berita Terkini
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
32 menit yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
53 menit yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
1 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
1 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
2 jam yang lalu
Membuka Peluang Mandiri:...
Membuka Peluang Mandiri: Pemuda Disabilitas Karawang Dibekali Keterampilan Cetak Sablon
2 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved