Puro Mangkunegaran Lepas Aset Tanah 1,7 Hektare ke Petani Lereng Gunung Lawu

Jum'at, 21 Juli 2017 - 08:34 WIB
Puro Mangkunegaran Lepas...
Puro Mangkunegaran Lepas Aset Tanah 1,7 Hektare ke Petani Lereng Gunung Lawu
A A A
KARANGANYAR - Puro Mangkunegaran melepas tanah sekitar 1,7 hektare kepada petani di lereng Gunung Lawu, di Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Tanah diberikan cuma-cuma kepada petani yang menggarap tanah secara turun-temurun selama puluhan tahun.

Pelepasan aset tanah secara simbolis dilakukan langsung oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegoro IX kepada 32 petani penggarap di Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar. Tanah diberikan setelah surat permohonan hak dari petani dikabulkan oleh penguasa Puro Mangkunegaran.

"Ini merupakan contoh yang baik dari petani terhadap bekas tanah Mangkunegaran," kata Penanggung jawab Tim Pengembalian Aset Mangkunegaran (PAM) Joko Susanto seusai acara Kamis (20/7/2017) sore.

Tanah yang diberikan merupakan 2/3 dari total luas lahan yang mencapai sekitar 2,5 hektare. Sedangkan sisanya tetap dimiliki oleh Mangkunegaran. Tanpa pelepasan aset dari Mangkunegaran, petani tidak bisa menyertifikatkan. Setelah menerima permohonan dengan mempertimbangkan berbagai hal, KGPAA Mangkunegoro IX memberikannya kepada petani penggarap tanpa kompensasi apa pun. Mengenai biaya penyertifikatan, sepenuhnya diserahkan kepada petani penerima.

Puro Mangkunegaran mempersilakan pengelolaan tanah sepenuhnya kepada penerimanya. Apakah tetap akan dijadikan lahan pertanian, dibangun rumah, atau lainnya.

Kewenangan mutlak berada di tangan penerima setelah proses pelepasan tanah selesai seluruhnya. Sementara, 1/3 tanah yang tetap dikelola Mangkunegaran, akan tetap digunakan bersama warga. "Bisa untuk percontohan pertanian. Targetnya tetap untuk kesejahteraan masyarakat," katanya.

Pelepasan aset Mangkunegaran kepada petani sekaligus menjadi contoh lainnya. Sebab aset Mangkunegaran masih banyak yang dikuasai pihak lain.

Salah satu petani penggarap Edi Suwarnoto mengaku, lahan telah dikelola puluhan tahun oleh para petani. Dirinya telah menggarap tanah selama 25 tahun. Lahan selama ini dipakai bercocok tanam sayuran seperti wortel dan kubis. "Masing-masing petani, lahan yang digarap bervariasi antara 300 meter hingga 1.000 meter," ujar Edi.

Meski Mangkunegaran membebaskan pemakaian lahan, dirinya mendorong agar tetap dipertahankan sebagai lahan pertanian.
(zik)
Berita Terkait
PLN Terima 43 Sertifikat...
PLN Terima 43 Sertifikat Aset Tanah dari BPN Bitung dan Boltim
Geger Suksesi Keraton...
Geger Suksesi Keraton Solo: Dua Putra Berebut Takhta
PLN Amankan 3.011 Sertifikat...
PLN Amankan 3.011 Sertifikat Aset Tanah di Sumut dan Sumsel, Nilainya Rp1,2 Triliun
PBNU Punya 5 Juta Bidang...
PBNU Punya 5 Juta Bidang Tanah, BPN Siap Bantu Legalisasi
Dinas Pertanahan Kota...
Dinas Pertanahan Kota Makassar Targetkan 100 Aset Lahan Pemkot Miliki Sertifikat pada 2023
Ulama Keraton Solo,...
Ulama Keraton Solo, KRT Pujo Setyonodipuro Tutup Usia
Berita Terkini
BPDP Dorong UMKM Perkebunan...
BPDP Dorong UMKM Perkebunan Naik Kelas lewat Inovasi Produk
48 menit yang lalu
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
2 jam yang lalu
Sambut 5 Abad Jakarta,...
Sambut 5 Abad Jakarta, Pramono Anung Siapkan 500 Ondel-ondel Karya Desainer Top
7 jam yang lalu
Warga Rawa Buaya Bersyukur...
Warga Rawa Buaya Bersyukur Terima Bantuan Kursi Roda dari Dina Masyusin dan Dinsos
8 jam yang lalu
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
9 jam yang lalu
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
16 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved