Naik 5,45%, Jumlah Orang Miskin di Banten Bertambah 17 Ribu

Selasa, 18 Juli 2017 - 12:32 WIB
Naik 5,45%, Jumlah Orang...
Naik 5,45%, Jumlah Orang Miskin di Banten Bertambah 17 Ribu
A A A
SERANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat angka kemiskinan bertambah mencapai 17,3 ribu orang atau naik 5,45% dibandingkan data pada September 2016.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno mengatakan, angka kemiskinan pada bulan September 2016 sebanyak 657,74 ribu orang. Namun, setelah dilakukan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) pada bulan Maret 2017, angka kemiskinan bertambah menjadi 675,04 ribu orang.

Jumlah penduduk miskin baik di daerah perkotaan maupun pedesaan juga mengalami peningkatan. Di perkotaan bertambah 10,9 ribu orang dari 380,16 ribu orang pada September 2016 menjadi 391,03 ribu orang pada Maret 2017. Sementara penduduk miskin di daerah pedesaan bertambah 6,4 ribu orang dari 277,58 ribu orang pada September 2016 menjadi 284,00 ribu orang pada Maret 2017.

"Pada Maret 2017, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan tercatat sebesar 70,47 persen sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan kondisi September 2016 yang sebesar 70,29 persen," ujar Agoes kepada wartawan di Serang, Selasa (18/7/2017).

Lima komoditi makanan dan non makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai garis kemiskinan di perkotaan relatif sama dengan di pedesaan. Komoditi makanan penyumbang terbesar garis kemiskinan adalah beras, rokok kretek filter, telur ayam ras dan mie instan.

Sedangkan satu komoditi makanan yang berbeda adalah daging ayam ras di perkotaan dan kopi bubuk dan kopi instan (sachet) di pedesaan. Biaya perumahan, bensin, pendidikan, listrik, angkutan (perkotaan) dan pakaian jadi perempuan dewasa (pedesaan) adalah lima komoditi non makanan penyumbang terbesar Garis Kemiskinan.

Hal tersebut, tambah Agoes, mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin jauh di bawah garis kemiskinan dan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin juga semakin melebar.
(kri)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Ingatkan Klub Malam...
Ingatkan Klub Malam Proaktif Lapor Polisi Jika Temui Narkoba Vape, Sahroni: Laporkan atau Ditutup!
20 menit yang lalu
Dari Dunia Usaha ke...
Dari Dunia Usaha ke Politik, Jejak Pengabdian Yulius Aho untuk Kalbar
45 menit yang lalu
Melejit Bersama Holding...
Melejit Bersama Holding Ultra Mikro, Warung Sembako di Semarang Ini Sukses Dongkrak Ekonomi Keluarga
2 jam yang lalu
Tertibkan Parkir Liar...
Tertibkan Parkir Liar di Jakarta, Dishub-Satpol PP Kerahkan 600 Personel Gabungan
2 jam yang lalu
Bantu Orang Tua Siswa,...
Bantu Orang Tua Siswa, Pemkot Tangsel Gratiskan Seragam Batik dan Olahraga
2 jam yang lalu
Viral Paspor Ditemukan...
Viral Paspor Ditemukan Berserakan di Jalan, Imigrasi Gelar Investigasi
3 jam yang lalu
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved