Wujudkan Angkot Ber-AC, DKI Disarankan Permudah Syaratnya
Selasa, 04 Juli 2017 - 20:45 WIB
Wujudkan Angkot Ber-AC, DKI Disarankan Permudah Syaratnya
A
A
A
JAKARTA - Pemprov DKI siap mewujudkan rencana Kementrian Perhubungan (Kemenhub) untuk menyediakan pendingin udara (Air Conditioner/AC) dalam angkutan kota (Angkot) pada 2018.
Rencana tersebut masuk dalam revitalisasi angkutan umum yang digadangkan sejak dua tahun lalu dan terkendala biaya uang muka pengusaha angkot.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andriyansyah mengapresiasi rencana Kemenhub untuk menyediakan ankot Ber-AC. Menurutnya, hal tersebut merupakan peningkatan pelayanan angkutan umum untuk memindahkan pengendara pribadi ke dalam angkutan umum.
Dia menyatakan siap mewujudkan lantaran rencana tersebut sudah masuk dalam revitalisasi angkutan umum yang sudah dijalankan oleh bus besar dan bus sedang.
“Seluruh angkutan umum yang terintegrasi dengan bus Transjakarta itu harus ber-AC. Prosesnya nanti melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) sebagai syarat untuk revitalisasi angkutan umum,” kata Andri yasnyah saat dihubungi kemarin.
Andri menjelaskan, revitalisasi angkutan umum itu mencakup peremajaan angkutan dan biaya subsidi rupiah perkilometer. Artinya, selain mengganti armada menjadi baru, angkutan umum di Jakarta nantinya tidak perlu mengetem di pinggir jalan untuk menunggu penumpang. Namun, kata dia, proses revitalsasi angkutan umum itu tidak bisa disanggupi oleh pengusaha.
Misalnya saja, lanjut Andri, dalam revitalisasi bus sedang jenis metromini yang saat ini baru sebagian yang sanggup mengikuti lantaran sebagaian para pengusaha angkutan metromini lainnya tidak sanggup membayar uang mukanya Rp150 juta.
“Yang menentukan itu bank Indonesia. Kita hanya menentukan spek, busnya itu bisa diadakan operator dan transjakarta melalui LKPP. Tapi sudah banyak kok metromini yang gabung,” ujarnya.
Rencana tersebut masuk dalam revitalisasi angkutan umum yang digadangkan sejak dua tahun lalu dan terkendala biaya uang muka pengusaha angkot.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andriyansyah mengapresiasi rencana Kemenhub untuk menyediakan ankot Ber-AC. Menurutnya, hal tersebut merupakan peningkatan pelayanan angkutan umum untuk memindahkan pengendara pribadi ke dalam angkutan umum.
Dia menyatakan siap mewujudkan lantaran rencana tersebut sudah masuk dalam revitalisasi angkutan umum yang sudah dijalankan oleh bus besar dan bus sedang.
“Seluruh angkutan umum yang terintegrasi dengan bus Transjakarta itu harus ber-AC. Prosesnya nanti melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) sebagai syarat untuk revitalisasi angkutan umum,” kata Andri yasnyah saat dihubungi kemarin.
Andri menjelaskan, revitalisasi angkutan umum itu mencakup peremajaan angkutan dan biaya subsidi rupiah perkilometer. Artinya, selain mengganti armada menjadi baru, angkutan umum di Jakarta nantinya tidak perlu mengetem di pinggir jalan untuk menunggu penumpang. Namun, kata dia, proses revitalsasi angkutan umum itu tidak bisa disanggupi oleh pengusaha.
Misalnya saja, lanjut Andri, dalam revitalisasi bus sedang jenis metromini yang saat ini baru sebagian yang sanggup mengikuti lantaran sebagaian para pengusaha angkutan metromini lainnya tidak sanggup membayar uang mukanya Rp150 juta.
“Yang menentukan itu bank Indonesia. Kita hanya menentukan spek, busnya itu bisa diadakan operator dan transjakarta melalui LKPP. Tapi sudah banyak kok metromini yang gabung,” ujarnya.
(pur)