Persaingan Taksi Online-Konvensional, Organda: Pemerintah Kurang Tegas

Senin, 03 Juli 2017 - 21:58 WIB
Persaingan Taksi Online-Konvensional,...
Persaingan Taksi Online-Konvensional, Organda: Pemerintah Kurang Tegas
A A A
JAKARTA - Pemerintah dinilai lebih berpihak pada taksi online dibandingkan kepada taksi konvensional. Buktinya, kurang tegas dalam menertibkan angkutan online dan selalu memberikan kesempatan dengan merevisi dan merevisi regulasi yang sudah ada.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan mengatakan, selama ini pemerintah tidak bisa membina angkutan umum. Bahkan, dia menyebut bila pemerintah tengah membinasakan angkutan umum yang telah membantunya selama puluhan tahun dalam memobilisasi masyarakat.
(Baca juga: Penentuan Tarif Bukan Solusi Hilangkan Persaingan Taksi Online-Konvensional )

Menurutnya, tidak adanya penegakan hukum terhadap produk hukum yang diciptakanya sendiri sejak 8 bulan lalu, menunjukan Kementrian Perhubungan tidak bisa mengendalikan pertumbuhan taksi onlie.

"Pertumbuhan taksi online yang hanya menekankan pada tarif atas dan tarif bawah, pastinya membuat masih banyaknya angkutan online. Dengan kondisi tersebut, berimbas dengan ambruknya bisnis angkutan darat pada 2016. Penurunan omzet seluruh moda transportasi seperti taksi konvensional, bajaj, mikrolet, turun 30-50%," pungkasnya.

Selain mengalami kerugian, lanjut Shafruhan, dua operator taksi konvensional bangkrut karena tidak mampu bersaing dengan taksi online yang kini kian menjamur. (Baca juga: DKI Segera Panggil Operator Taksi Online karena Minim Uji KIR )

"Persaingan bisnis taksi saat ini tidak sehat. Kami sejak awal mengikuti regulasi yang dibuat pemerintah. Sementara taksi online yang baru datang terus difasilitasi dengan mudah sampai merevisi peraturannya. Ada apa dengan pemerintah," pungkasnya‎.
(pur)
Berita Terkait
Pemprov DKI Wajibkan...
Pemprov DKI Wajibkan ASN Gunakan Angkutan Umum Setiap Rabu
Mulai Akhir Pekan Ini,...
Mulai Akhir Pekan Ini, PT MRT Jakarta Tambah Jumlah Kereta
Buka 4 Rute Non-koridor,...
Buka 4 Rute Non-koridor, DKI Tambah 100 Unit Bus Transjakarta
Wacana Tarif Berdasarkan...
Wacana Tarif Berdasarkan Status Ekonomi Penumpang, Transjakarta: Ongkos Masih Rp3.500 per Penumpang
Menhub Izinkan Angkutan...
Menhub Izinkan Angkutan Umum Beroperasi, Transjakarta-MRT Tetap Ikuti Pergub DKI
5 Stasiun di Jakarta...
5 Stasiun di Jakarta Ini Jadi Target Penataan Integrasi Angkutan Umum
Berita Terkini
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
29 menit yang lalu
Dukung Fatwa MUI Jatim,...
Dukung Fatwa MUI Jatim, APVI Ajak Perkuat Kolaborasi Cegah Penyalahgunaan Narkotika
2 jam yang lalu
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
12 jam yang lalu
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
13 jam yang lalu
Jakarta Ecotourism Festival...
Jakarta Ecotourism Festival 2026, Siswa SMKN 8 Jakarta Diajak Belajar Kelola Sampah
13 jam yang lalu
Unusa Gandeng Gapoktan...
Unusa Gandeng Gapoktan Tingkatkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Petani Tuban
14 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved