Ini Skenario Penyelamatan Pemudik jika Terjebak Macet di Tol Brebes-Gringsing

Rabu, 21 Juni 2017 - 23:11 WIB
Ini Skenario Penyelamatan...
Ini Skenario Penyelamatan Pemudik jika Terjebak Macet di Tol Brebes-Gringsing
A A A
BATANG - Basarnas kembali menggelar simulasi penyelamatan pemudik yang terjebak dalam kemacetan panjang di Tol Brebes-Gringsing, Batang. Mendekati Lebaran, jumlah pemudik di jalur tersebut diperkirakan terus meningkat sehingga perlu disiapkan skenario penyelamatan melalui udara.

Di hadapan rombongan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Basarnas Marsda M Syaugi, para rescuer Basarnas unjuk kemampuan dalam melakukan penyelamatan pemudik yang menderita gangguan kesehatan. Selain dari Basarnas, simulasi juga melibatkan beberapa unsur seperti TNI, Polri, PMI serta Potensi SAR lainnya.

Disimulasikan, terdapat pemudik yang mendadak menderita henti jantung saat terjebak kemacetan luar biasa. Tim Basarnas lantas mengerahkan tiga unit motor trail dengan enam rescuer untuk melakukan penilaian korban.

Setelah dilakukan penilaian, tim mendapatkan informasi korban henti jantung mempunyai riwayat penyakit jantung. Sementara, satu korban lainnya menderita heat exhaution atau kelelahan panas yang diakibatkan kekurangan cairan pada tubuh karena lingkungan yang panas.

Dua korban tersebut terjebak di tengah-tengah kemacetan sepanjang Tol Fungsional Batang-Gringsing. Untuk memudahkan serta mempercepat evakuasi, Basarnas menggunakan helikopter Dauphin yang sudah disiagakan di lokasi sejak awal arus mudik.

Tim rescuer pun dengan cepat meluncur dari helikopter menggunakan tali untuk mengevakuasi korban. Dengan cepat dua korban berhasil dievakuasi untuk mendapat pertolongan pertama di posko induk, sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Basarnas di Gringsing. Ini seperti satu pusat kegiatan layanan masyarakat yang insya Allah membuat layanan ini hebat dan semoga Allah memberikan pertolongan kepada kita," ujar Budi Karya seusai menyaksikan simulasi, Rabu (21/6/2017).

Kepala Basarnas Marsda M Syaugi mengatakan, simulasi itu untuk membantu pengamanan arus mudik yang menjadi tradisi tahunan. Simulasi itu juga sekaligus sebagai bentuk antisipasi munculnya kejadian tidak diinginkan seperti pada 2016 di Tol Brexit.

"Basarnas melakukan simulasi untuk meningkatkan respons time bila terjadi kecelakaan. Pengalaman Brexit tahun lalu menjadi pengalaman berharga, jangan sampai ada korban meninggal."
(zik)
Berita Terkait
Daerah Asal dan Tujuan...
Daerah Asal dan Tujuan Arus Mudik Lebaran Idul Fitri 2025
Puncak Arus Mudik Lebaran...
Puncak Arus Mudik Lebaran Diprediksi pada 28-30 Maret 2025
Puncak Arus Mudik H-3...
Puncak Arus Mudik H-3 Lebaran, Jalur Pantura Cirebon Padat Merayap
Arus Balik Lebaran 2024,...
Arus Balik Lebaran 2024, Pelabuhan Panjang Layani Pemudik R2 dan R4 Menuju Ciwandan
Tembus 241.584 Kendaraan,...
Tembus 241.584 Kendaraan, Tol Solo-Yogyakarta Catat Lonjakan Lalin Tertinggi di Lebaran 2026
Diprediksi Puncak Arus...
Diprediksi Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2025
Berita Terkini
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
57 menit yang lalu
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
7 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
9 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
10 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
11 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved