Polisi Didesak Usut Kasus Hilangnya Selang Bahan Bakar Premium

Rabu, 07 Juni 2017 - 12:48 WIB
Polisi Didesak Usut...
Polisi Didesak Usut Kasus Hilangnya Selang Bahan Bakar Premium
A A A
JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) meminta Direktorat Ekonomi Khusus (Direksus) Polri segera mengusut kasus menghilangnya sejumlah selang dan alat pengisi bahan bakar Premium di sejumlah pompa bensin Pertamina, terutama di Jabodetabek.

"Apa ini permaian pengusaha pompa bensin atau ulah para spekulan untuk menimbun BBM? Jika ini dibiarkan akan muncul keresahan dan masyarakat dirugikan," ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada SINDOnews, Rabu (7/6/2017).

Menurutnya, akibat ulah menghilangkan selang dan alat pengisi Premium terjadi antrian panjang di tiap pompa bensin yang berulah. Dia mencatat, hilangnya dua unsur itu terjadi mulai tanggal 1 Juni 2017. Selang dan alat pengisi Premium yang biasanya ada 10-12 unit, mendadak tinggal tiga.

"Dua untuk mobil dan satu untuk pengisian Premium sepeda motor, selang dan alat pengisi Premium dicopot dari mesin pompanya. Akibatnya, terjadi antrian panjang di tiap pompa bensin dan ini umumnya terjadi dihampir semua pompa bensin di Jabodetabek, hilangnya sampai 70%," tuturnya.

Maka itu, Neta mendesak polisi harus mengusut kasus itu. Bila perlu menangkap sejumlah pengusaha pompa bensin yang menjadi spekulan agar bisa diketahui apakah itu permainan pengusaha pompa bensin untuk menimbun BBM agar terjadi kelangkahan Premium.

"Ataukah itu permainan spekulan agar terjadi kelangkahan Premium hingga para spekulan bisa mempermainkan harga Premium menjelang Lebaran," imbuhnya.

Neta mengungkapkan, dihilangkannya 70% selang dan alat pengisi Premium dari pompa bensin itu modus baru dalam kejahatan ekonomi. Direksus Polri, terutama Direksus Polda Metro Jaya harus segera bergerak mengusutnya.

Apalagi, tambahnya, disinyalir menjelang Lebaran banyak komoditas sengaja dipermainkan agar harganya di pasar melonjak tajam, akibatnya banyak konsumen yang dirugikan. YLKI perlu juga memantau manuver yang terjadi di pompa pompa bensin di Jakarta ini sehingga Polri tidak ragu untuk menindak tegas.

"Bila perlu lakukan terapi kejut (shock therapy) agar pengusaha pompa bensin atau siapa pun tidak memanfaatkan situasi dan berulah yang akhirnya menimbulkan keresahan di masyarakat dan bisa melemahkan perekonomian nasional," katanya.
(mhd)
Berita Terkait
Polisi Tangkap Pelaku...
Polisi Tangkap Pelaku Penimbunan BBM Bersubsidi, 800 Liter Pertalite Disita
Polda Jabar Bongkar...
Polda Jabar Bongkar Penimbunan Ribuan Liter BBM dan LPG Bersubsidi
Avanza Diduga Bawa 12...
Avanza Diduga Bawa 12 Galon Pertalite Terbakar, Netizen: Azab Penimbun BBM
Berantas Oknum Penimbun...
Berantas Oknum Penimbun BBM Subsidi, Pertamina Minta Warga Melapor Jika Ada Pelanggaran
Selewengkan Solar Bersubsidi,...
Selewengkan Solar Bersubsidi, 2 Warga Cingambul Majalengka Diringkus Polisi
Gudang Penimbunan BBM...
Gudang Penimbunan BBM di Pringsewu Digerebek, Seminggu Untung Rp7 Juta
Berita Terkini
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sentul City Tanam 3.850 Pohon
3 jam yang lalu
Gelar Pernas XIII di...
Gelar Pernas XIII di Klaten, FMKI Keluarkan Seruan Moral
3 jam yang lalu
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan SK Hutan Adat Jambi hingga Bali Seluas 1.175 Hektare
4 jam yang lalu
Fasilitas Pengemasan...
Fasilitas Pengemasan Minyak Goreng di Surabaya Percepat Pasokan ke Indonesia Timur
4 jam yang lalu
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
6 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
7 jam yang lalu
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved