Aparat Keamanan Diminta Waspadai Potensi Tawuran saat Ramadan
Minggu, 28 Mei 2017 - 22:15 WIB
Aparat Keamanan Diminta Waspadai Potensi Tawuran saat Ramadan
A
A
A
JAKARTA - Kepolisian diminta untuk meningkatkan pola keamanan selama Ramadan. Ini dilakukan guna mengantisipasi tawuran antara kelompok yang kerap terjadi.
Kriminolog dari Universitas Indonesia Josias Simon mengatakan, pola tidur yang berubah saat Ramadan membuat aktivitas di malam hari menjadi meningkat. Tanpa kewaspadaan maka, tawuran di malam hari mulai dari sebelum sahur hingga setelah salat subuh diprediksi bakal terjadi.
"Kepolisian diminta untuk waspada dalam hal ini. Pola keamanan pun harus ditingkatkan, mulai dari patroli dan siaga. Titik lokasi rawan juga harus menjadi perhatian agar ditempatkan personel," ujar Josias kepada KORAN SINDO, Minggu (28/5/2017).
Josias menuturkan, koordinasi dengan pemerintah daerah pun harus dilakukan mengantisipasi dan mencegah tawuran yang terjadi. Dalam hal ini, peran Lurah serta Camat wajib dimaksimalkan salah satunya mendeteksi potensi tawuran.
Sementara kepada Binmas, Josias menyarankan pola pendekatan polisi harus dilakukan. Dengan mendatangi kantong-kantong anak muda. Josias meminta agar Binmas mengingatkan dan menekankan agar tidak terjadi tawuran.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengakui pola patroli yang dilakukannya selama Ramadan akan berubah. Bila biasanya dilakukan pas tengah malam. Kali ini dilakukan saat memasuki waktu sahur dan salat subuh.
Di waktu itu, lanjut Nasriadi, akan menjadi waktu yang kerap terjadi tawuran. Untuk itu peningkatan akan dilakukan mengantisipasi korban jiwa. "Jadi begitu ada indikasi mereka yang dilapangan akan mengontak unit di polsek dan polres, seketika kami akan datang membubarkan," tuturnya.
Pencegahan potensi tawuran sudah dilakukan Kodim 0503 Jakarta Barat sejak lama. "Kami sudah melakukannya tiap hari. Sebelum tengah malam kami lakukan siskambling bersama masyrakat, setelah tengah malam, kami lakukan patroli sama mitra jaya," tutur Dandim 0503/JB, Letkol Inf Wahyu Yudhayana.
Wahyu mengaku melalui pola ini pihaknya beberapa kali berhasil menggalkan beberapa pelaku maupun kelompok yang hendak tawuran dan melakukan kejahatan. "Ketika itu (tawuran) terjadi, kami langsung berkoordinasi dengan polisi," ujarnya.
Kriminolog dari Universitas Indonesia Josias Simon mengatakan, pola tidur yang berubah saat Ramadan membuat aktivitas di malam hari menjadi meningkat. Tanpa kewaspadaan maka, tawuran di malam hari mulai dari sebelum sahur hingga setelah salat subuh diprediksi bakal terjadi.
"Kepolisian diminta untuk waspada dalam hal ini. Pola keamanan pun harus ditingkatkan, mulai dari patroli dan siaga. Titik lokasi rawan juga harus menjadi perhatian agar ditempatkan personel," ujar Josias kepada KORAN SINDO, Minggu (28/5/2017).
Josias menuturkan, koordinasi dengan pemerintah daerah pun harus dilakukan mengantisipasi dan mencegah tawuran yang terjadi. Dalam hal ini, peran Lurah serta Camat wajib dimaksimalkan salah satunya mendeteksi potensi tawuran.
Sementara kepada Binmas, Josias menyarankan pola pendekatan polisi harus dilakukan. Dengan mendatangi kantong-kantong anak muda. Josias meminta agar Binmas mengingatkan dan menekankan agar tidak terjadi tawuran.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi mengakui pola patroli yang dilakukannya selama Ramadan akan berubah. Bila biasanya dilakukan pas tengah malam. Kali ini dilakukan saat memasuki waktu sahur dan salat subuh.
Di waktu itu, lanjut Nasriadi, akan menjadi waktu yang kerap terjadi tawuran. Untuk itu peningkatan akan dilakukan mengantisipasi korban jiwa. "Jadi begitu ada indikasi mereka yang dilapangan akan mengontak unit di polsek dan polres, seketika kami akan datang membubarkan," tuturnya.
Pencegahan potensi tawuran sudah dilakukan Kodim 0503 Jakarta Barat sejak lama. "Kami sudah melakukannya tiap hari. Sebelum tengah malam kami lakukan siskambling bersama masyrakat, setelah tengah malam, kami lakukan patroli sama mitra jaya," tutur Dandim 0503/JB, Letkol Inf Wahyu Yudhayana.
Wahyu mengaku melalui pola ini pihaknya beberapa kali berhasil menggalkan beberapa pelaku maupun kelompok yang hendak tawuran dan melakukan kejahatan. "Ketika itu (tawuran) terjadi, kami langsung berkoordinasi dengan polisi," ujarnya.
(whb)