Djarot Sarankan Tim Sinkronisasi Anies-Sandi Sampaikan Masukkan ke DPRD

Kamis, 18 Mei 2017 - 21:49 WIB
Djarot Sarankan Tim...
Djarot Sarankan Tim Sinkronisasi Anies-Sandi Sampaikan Masukkan ke DPRD
A A A
JAKARTA - Plt Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saeful Hidayat menunggu arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memasukkan program Gubernur terpilih pada tahun anggaran 2018. Program Gubernur terpilih sendiri hanya bisa masuk dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) yang akan ditanda tangani Djarot pada akhir bulan ini.

Djarot mengatakan, proses RKPD 2018 yang sudah melewati masa konsultasi publik akan di bawa ke dalam Rapat Pimpinan (Rapim) pada Senin (21/5) mendatang. Setelah itu, pihaknya akan mengundang pimpinan DPRD bersama Ketua Fraksi dan menghadirkan nara sumber dari Kemendagri untuk memberikan penjelasan dimasa transisi penyususnan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018.

"Kami saat ini masih mengacu terhadap aturan Kemendagri dalam menyusun RKPD 2018. Saya masih sibuk untuk bertemu dengan Tim Gubernur terpilih. Silakan saja kasih masukkan lewat partai pengusungnya di DPRD," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (18/5/2017).

Djarot menjelaskan, untuk penyusunan RAPBD 2018 itu prosesnya sudah berjalan melewati Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat RW hingga provinsi dan telah diinput dalam e-Musrembang. Artinya, proses perencanaan yang dilakukan dari kelompok masyarakat paling bawah sudah berjalan semestinya.

Terlebih, proses RKPD sudah melewati masa konsultasi publik yang mendapat masukan dari stake holder berdasarkan e-Musrembang tersebut. Untuk itu, Djarot menyarankan agar lebih baik Tim Sinkronisasi Anies-Sandi menyampaikan masukkannya kepada DPRD yang memiliki hak penyusunan dan budgeting.

Sehingga Djarot bisa fokus dan tidak bongkar kegiatan kerja di tengah jalan. Sebab, dalam penyusunan rencana kerja, DKI sudah memiliki sistem yang tidak bisa merubah program kegiatan. terkecuali mundur manual tidak menggunakan e-budgeting.

"Kalau kembali manual lagi berarti tidak transparan lagi dan enggak bisa dikontrol secara transparan oleh seluruh masyarakat. Nah proses anggaran seperti inilah selama ini kami sampaikan kepada legislatiff tolong dipatuhi jangan dilanggar, paham ya", ungkapnya.

Terkait APBD Perubahan 2017, Djarot menegaskan itu masih kewenangan dan tanggung jawab dirinya. Dia bahkan mencontohkan ketika proses peralihan pimpinan masa Gubernur Fauzi Bowo kepada Jokowi-Ahok yang memenangkan Pilkada DKI 2012 silam.

"Inikan sama seperti tahun 2012, ketika Pak Jokowi-Basuki menggantikan Pak Foke, hampir sama. Dan ketika itu, ya tetap bahwa APBD 2013 pada saat itu tetap dikerjakan oleh Pak Foke. Dan kemudian Pak Jokowi dan Basuki masuk baru itu ada penyempurnaan penambahan beberapa program unggulan. Saya ingat betul waktu itu yang dimasukkan program Kartu Jakarta Pintar‎ dan Kartu Jakarta Sehat," ucapnya.
(whb)
Berita Terkait
Pemprov DKI Luncurkan...
Pemprov DKI Luncurkan Kartu Peduli Anak dan Remaja Jakarta
Anies Lantik 12 Pejabat...
Anies Lantik 12 Pejabat Tinggi di Pemprov DKI
Anies Pamer DKI Raih...
Anies Pamer DKI Raih 2 Penghargaan Bidang Transportasi dan Lalin
#DariPendopo Anies Bercerita...
#DariPendopo Anies Bercerita Soal Ruang Ketiga, Ruang Interaksi yang Setara
Jakarta Provinsi Paling...
Jakarta Provinsi Paling Demokratis, Anies: Pemprov DKI Beri Kebebasan untuk Berekspresi
Netizen Apresiasi Anies...
Netizen Apresiasi Anies saat Dipanggil KPK, GPMI: Pemimpin yang Layak Ditiru
Berita Terkini
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
1 jam yang lalu
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
1 jam yang lalu
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
1 jam yang lalu
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
2 jam yang lalu
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
3 jam yang lalu
Bukti Fundamental Solid,...
Bukti Fundamental Solid, BRI Alokasikan Rp500 Miliar Demi Buyback Saham
3 jam yang lalu
Infografis
Waspada! Ini Gejala...
Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved